Angka Bunuh Diri Anak Sekolah Meningkat, Bukti Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler
Oleh : Ummu Saman
Dunia pendidikan di kagetkan dengan penemuan siswa, yang meninggal akibat bunuh diri di sekolah
Seorang siswa kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP) di Sawahlunto, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia di ruang kelas, Selasa (28/10/2025) siang.
Sebelumnya juga, siswa kelas IX di SMP lain di Sawahlunto ditemukan tergantung di ruang OSIS, Senin (6/10/2025) malam.
Kemudian juga di Kampung Cihaur, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (22/10/2025) sore,
Warga menemukan anak laki-laki berusia 10 tahun siswa kelas V salah satu SD negeri di wilayah tersebut, meninggal dunia.
Anggota KPAI Aris Adi Leksono mengingatkan, ada dua kasus dugaan bunuh diri yang melibatkan pelajar di Sawahlunto Sumatera Barat dan Jawa Barat.
"Dua peristiwa tragis ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan dan keluarga untuk lebih peka terhadap kesehatan mental anak dan remaja," ingat Aris
Menurut Nahar, ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam menghadapi anak yang depresi, di antaranya faktor internal dari dalam diri anak. Anak yang cenderung tertutup akan lebih sulit dideteksi perubahan perilakunya.
Selain itu faktor eksternal seperti terbatasnya akses layanan untuk berkonsultasi atau melakukan pengobatan masalah kejiwaan, rendahnya dukungan dari orang tua, keluarga atau lingkungan sekitar dalam membantu proses pemulihan
Solusi Pemerintah dalam Penanganannya
Sementara itu, Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Vensya Sitohang mengatakan bahwa upaya pencegahan warga mengakhiri hidup telah diatur dalam Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurutnya, undang-undang tersebut ramah terhadap hak asasi manusia, dan juga mengedepankan peran keluarga serta masyarakat. Kemenkes juga memiliki program kerja yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan target pada 2030 mengurangi sepertiga angka kematian dini.
"PR besar negara kita, karena kita harus menjawab capaian penurunan kasus mengakhiri hidup pada SDGs tahun 2030, yakni sepertiga dari data baseline harus turun pada akhir 2030," kata Vensya
Faktanya
Faktanya, hal ini tidak lah cukup, hal ini di karenakan, penyebab utama terjadinya anak anak rentan terhadap bunuh diri, di karenakan kurang nya akidah pada anak, di mana anak hanya mendapatkan pelajaran agama sangat minim setiap Minggu nya di sekolah, dan hanya mengejar prestasi akademik semata, tanpa memikirkan pondasi agama dari dalam
Anak yang hanya memikirkan prestasi akademik semata sebenarnya sangat rapuh dari dalam, sehingga sangat mudah untuk melakukan bunuh diri saat menghadapi masalah
Dalam Sudut Pandang Islam dan Penyelesaiannya Menurut Islam
Dalam sistem Islam, pendidikan merupakan hal yang sangat penting, oleh karna itu akidah Islam harus menjadi dasar pemikiran utama nya, karna tujuan dari sistem pendidikan Islam adalah membangun kepribadian yang islami, di mana siswa dapat mempunyai pondasi yang kuat dalam menyelesaikan dan memandang permasalahan yang ada di sekeliling mereka.
Tidak hanya itu, dalam pendidikan Islam, juga siswa wajib menguasai ilmu ilmu kehidupan, seperti matematika, sains tekhnologi dan lain sebagainya
Hasil dari pembelajaran yang diterapkan dengan sistem Islam, bertujuan untuk mendapatkan anak anak yang kokoh keimanannya dan mendalam pemikiran Islam nya serta dapat mencipkatan masyarakat yang bertakwa.
Dalam Islam pemerintahan sangat berperan penting atas penyelenggaraan dalam pendidikan, karna pendidikan merupakan salah satu di antara banyak perkara yang wajib di urus negara
Dalam hadits Rasulullah Saw bersabda
"Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan di mintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya." (HR Bukhari dan Muslim.)
Dengan Fakta di atas, sudah jelas sistem pendidikan sekuler sudah sangat jelas kegagalannya
Dan telah terbukti, pendidikan Islam telah banyak melahirkan para ulama dan ilmuan ilmuan, sebut saja Ibnu Sina (pakar kedokteran), Al-Khawarizmi (pakar matematika), al-Idrisi (pakar geografis), Jabir Ibnu Hayyan (pakar kimia) dan lain sebagainya
Jadi sudah jelas, dengan pendidikan secara Islam, akidah nya akan kuat, sehinggal tidak ada lagi anak anak muda yang gampang untuk meng akhiri hidup serta ilmu kehidupan pun, akan lebih bermanfaat, untuk diri sendiri, masyarakat juga negara
Sudah saat nya kita membuang sistem pendidikan sekuler dan beralih untuk menuju ke sistem yang lebih baik, yaitu tidak lain tidak bukan sistem yang lebih baik itu adalah sistem pendidikan Islam
Wallahu'alam bissawab

Posting Komentar