Revolusi Ala Rasulullah SAW
Oleh : Yeni Rifanita, S.Pd
Selaku umat Islam, tentulah kita memahami bahwa untuk menjalani kehidupan diperlukan aturan dan tuntunan. Dan bagi orang yang beriman aturan dan tuntunan itu terdapat dalam kitab suci kaum muslimin yakni Al Qur'an. Selain itu, umat Islam juga sudah memiliki sosok teladan yang patut di contoh yakni Rasulullah Muhammad SAW. Rasul yang di utus sebagai penutup para nabi terdahulu dengan membawa risalah Islam sebagai aturan hidup yang menyelamatkan dunia dan akhirat.
Selain itu, di bulan rabi'ul awal ini yang merupakan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, tentunya saat yang tepat bagi kita untuk terus merefleksi diri, merefleksi perjuangan umat, apakah sudah sesuai dengan apa yang di contohkan Baginda Muhammad, atau justru bertentangan dengan thariqoh yang sudah ditetapkan oleh beliau.
Mengingat kejadian muktahir yang terjadi di negeri ini, dimana rakyat menampakan rasa kecewa, marah, dan sakit yang mendalam dengan berbagai kebijakan-demi kebijakan yang dibuat oleh punggawa negeri ini. Kebijakan yang tidak bijaksana, namun justru membuat rakyat sengsara dan menderita. Ditengah Pajak yang mencekik rakyat, namun para pejabat di berikan tunjangan yang fantastis. Ketika negara sibuk melakukan efisiensi anggaran, efisiensi pegawai, bahkan mengurangi berbagai dana kebutuhan publik, namun disisi lain pejabat berpesta, berjoget, tak empati terhadap nasib rakyatnya.
Kejadian-demi kejadian yang semakin menampakkan kebobrokan sistem kapitalisme demokrasi. Dimana suara rakyat hanya di dicari pada momentum 5 tahunan, rakyat hanya di cari suaranya untuk mendapatkan tampuk kekuasaan semata. Janji-janji kesejahteraan hanya pepesan kosong, yang semakin memojokkan dan menempatkan rakyat dalam kemiskinan.
Lalu, apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi penguasa dan aparat yang meremehkan kepentingan rakyat?
Benarkah people power bisa dijadikan sebagai metode perubahan yang tepat?
Islam memiliki dua istilah yang terkesan sama namun berbeda. Yakni Muzhaharah dan Mashirah. Apa itu Muzhaharah?, Muzhaharah yaitu demonstrasi yang biasanya di lakukan untuk menyampaikan keinginan. Adakalanya demonstrasi berjalan damai, adakalanya ricuh. Fenomena aksi 17+8 bulan lalu misalnya, yang berujung pada pengrusakan berbagai sarana dan fasilitas, demonstrasi ini sarat dengan provokator, atau Intel yang akan mericuhkan suasana.
Adapun Mashirah yakni sama seperti demonstrasi yaitu bentuk unjuk rasa yang dilakukan secara masal, namun terlarang dengan kekerasan, pengrusakan fasilitas dan tindakan anarkis lainnya. Pada islam, Mashirah atau aksi damai atau unjuk rasa pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Pada tahun ketiga kenabian setelah turun nya Surah Al Hijr, Rasulullah dan kaum muslimin pada saat itu membentuk 2 barisan. Barisan yang pertama dipimpin oleh Umar bin Khattab, dan barisan kedua dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Mutholib. Pada barisan yang tersusun rapih kaum muslimin menampakkan kekuatan nya pada orang-orang musyrik Makkah. Kaum muslimin thawaf mengelilingi Ka'bah di bawah komando yang rapih, tanpa terjadi tindak anarkis dan keributan besar. Peristiwa ini menjadi momentum yang menumbuhkan goncangan dahsyat dikalangan kafir Makkah, berujung pada ketakutan akan kekuatan kaum muslimin. Inilah Mashirah atau aksi damai atau unjuk rasa yang dicontohkan Baginda nabi Muhammad Saw.
Lalu, bagaimana revolusi yang di contohkan oleh Rasulullah?
Pada kitab-kitab ulama banyak menjelaskan bagaimana perjalan nabi Muhammad dari awal fase kenabian hingga penegakkan negara islam di Madinah Al Munawwarah.
Diawal masa sesaat setelah menerima wahyu pertama. Rasulullah segera mengajak orang-orang terdekat beliau untuk beriman kepada Allah SWT dan ke Rasulan beliau. Maka masuklah Khadijah Al Kubro istri beliau sebagai orang pertama yang beriman. Lalu keluarga beliau yang lain seperti Ali bin Abi Thalib, sahabat beliau Abu Bakar ash Siddiq, Thaha bin Ubaidillah dll.
Tahapan dakwah yang pertama di lakukan oleh nabi adalah tasqib atau pembinaan untuk membentuk kepribadian Islam yang tasdiqul jazm (menancap kuat pada diri) para sahabat Rasulullah yang notabene nya baru berislam saat itu. Tahapan ini di lakukan Beliau SAW selama kurang lebih 3th. Terletak di rumah seorang sahabat yakni Arqam bin Abi Arqam. Pada tahapan inilah para sahabat di tempah aqidah dan keimanan nya pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka di bentuk dengan kesabaran dan teladan langsung dari Rasulullah. Dikenalkan pada Islam dan Al Qur'an, hingga sejarah menyebut para sahabat laksana Al Qur'an yang berjalan. Pada tahapan inilah titik awal dakwah itu bermula, dan terus mengalami peningkatan jumlah pemeluk Islam setiap harinya.
Setelah turun nya surat Al Hijr tahapan dakwah beralih pada tahapan dakwah yang kedua yakni tafa'ul maa Al ummah (interaksi kepada umat) tahapan ini juga menjadi penanda terjadi nya kifahu siyasih (perlawanan politik) yang di lakukan oleh kutlah Rasulullah dalam menghadapi rezim jahiliyah ketika itu, rezim yang dipimpin oleh orang-orang dzalim dan jumud yang tidak mau beriman pada Allah dan Rasulnya. Pada tahapan dakwah yang kedua ini, Rasulullah dan para sahabat menghadapi banyak sekali rintangan-rintangan dakwah. Mulai dari fitnah, propaganda, dan upaya pembunuhan hingga pemboikotan selama 3 tahun lamanya. Fase ini amat mencekam bukan hanya bagi nabi dan para sahabat tetapi juga bagi seluruh Bani Hasyim. Bangsa Arab saat itu dilarang untuk berinteraksi, bermuamalah, dan menikah dengan Bani Hasyim, karena dianggap sebagai kelompok intoleran, menghapus kepercayaan turun-temurun dari nenek moyang. Selama masa pemboikotan dikisahkan nabi dan para sahabat sampai-sampai harus memakan dedaunan berduri untuk memenuhi rasa lapar mereka.
Namun, kebathilan tidak akan selamanya menang. Pemboikotan ini justru di protes oleh pemuda arab sendiri, hingga kaum muslimin terbebas dari pemboikotan. Difase inilah Rasulullah memulai untuk pelebaran dakwah. Mengingat kafir Makkah menolak untuk beriman. Titik intilaq dakwah dimulai dengan upaya thalabun nusroh (meminta pertolongan) yang dilakukan Rasulullah ke kafilah Tsaqif di Thaif. Sayangnya penduduk Thaif menolak dakwah Rasulullah bahkan menciderai Rasul dan maula nya Zaid bin Haritsah. Dengan berbagai penolakan tersebut Rasulullah tetap tegar dan kuat menjalankan dakwah tanpa lemah sedikitpun.
Bagi orang-orang yang beriman, kesulitan dan kepayahan dalam dakwah adalah perjalanan yang harus dinikmati. Dan dengan keteguhan tekad dan upaya dakwah yang maksimal, pertolongan Allah pun datang. Tak terbayang sebelumnya dakwah Rasulullah justru diterima oleh Kabila aus dan Khazraj yang berasal dari tempat yang jauh yakni Yastrib. Ketika musim haji tiba, mereka menemui Rasulullah dan meminta Rasul untuk menyampaikan seputar Islam pada mereka. Dan saat itu juga mereka menerima dan beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Malamnya mereka melakukan baiat Al ula yang dikenal dengan baiat aqobah pertama. Momentum ini menjadi titik kemenangan awal bagi Islam dan kaum muslimin. Peristiwa ini terjadi di tahun ke-12 kenabian.
Setelahnya Rasul mengutus Mush'ab bin Umair untuk menuju Madinah bersama kafilah aus dan khazraj untuk meneguhkan keislaman mereka sekaligus memantapkan Madinah untuk menjadi Daulah Islam. Selama satu tahun Mush'ab bin Umair menyebarkan dakwah dengan diplomasi yang santun namun tegas. Hingga di kabarkan pada Rasulullah bahwa Madinah siap menjadi negara Islam. Setelah itu para pemimpin dari Madinah menemui Rasulullah dan melakukan Baiat aqobah kedua. Wujud dari keseriusan mereka dan kesiapan untuk dipimpin Rasul dan menerapkan syariat Islam di Madinah.
Setelah itu, tahapan dakwah pun beralih menjadi tahapan dakwah yang ketiga yakni tahapan istilamul hukmi (mengambil kekuasaan) untuk tatsbiq ahkam (penerapan Islam) yang menyeluruh dalam bingkai negara. Hijrahlah Rasulullah dan para sahabat ke Madinah atas perintah Allah. Hingga kemudian beralih menjadi titik penyebaran Islam yang semakin gemilang. Mendahulukan berbagai wilayah dan menjadi Rahmat bagi semesta alam.
Revolusi dakwah secara pemikiran inilah yang kemudian menjadi tonggak tegaknya peradaban Islam, semakin meluas dengan jihad dibawah komando pemimpin yang cerdas, hingga berhasil menguasai 2/3 dunia, dengan catatan sejarah yang gemilang.
Inilah revolusi yang di contohkan Baginda nabi Muhammad Saw. Teladan kepemimpinan beliau dan kecerdasan strategi politik yang tidak mampu diungguli siapapun dan oleh sistem apapun. Maka, sudah semestinya kaum muslimin meyakini methode ini, untuk melakukan revolusi hakiki. Mewujudkan kesejahteraan dan rahmat bagi semesta alam.
Allahu a'lam bishsowab.

Posting Komentar