-->

Potret Buram Generasi dalam Sistem Kapitalisme


Oleh : Ummu Maryam

Berbicara tentang generasi, selalu saja memunculkan keprihatinan dan kekhawatiran akan masa depan mereka. Betapa tidak, persoalan demi persoalan telah menjeratnya seperti terjerat narkoba, tawuran, dan pembegalan. Belum lagi dengan pergaulan bebas yang semakin merajalela. Itu semua hanyalah potongan kecil dari potret rusaknya generasi di negeri ini.

Selain itu, para remaja juga sangat rentan dengan penyakit mental. Kepribadian yang buruk menjadikan mereka rapuh dan tidak mampu bertahan dalam menghadapi persoalan hidupnya. Akhirnya tidak sedikit dari mereka yang mencoba untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Problem Besar 

Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar juga banyak yang terjerat kriminalitas. Mereka seolah bukan lagi anak-anak pada umumnya. Seperti kasus yang dialami oleh salah satu siswa kelas dua MTs yang ditusuk menggunakan gunting hingga tewas oleh seorang anak kelas 4 SD. Hal ini terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan (Detik.com, 11-08-2025).

Kenyataan ini menunjukkan bahwa kerusakan generasi sudah menjadi problem besar dan tidak akan selesai hanya dengan mengirim mereka ke sekolah atau ke pesantren, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh para orang tua. Sistem kehidupan yang dianut suatu negara sangatlah berperan dalam membentuk karakter generasinya. Generasi yang rusak tentu tidak terlepas dari aturan kehidupan masyarakat yang telah lama diterapkan. Sementara di negara ini menerapkan sistem kapitalisme.

Sistem kapialisme menganut paham sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan masyarakat. Dengan kata lain, agama tidak menjadi bagian dari urusan publik, negara, atau pemerintahan. Sistem kapitalisme terbukti memiliki sifat dasar merusak. Misalnya dalam dunia pendidikan, dengan kurikulum yang sekuler kapitalis, sistem pendidikan tidak lagi menjunjung tinggi peran agama. Justru pemerintah menjadikan kurikulum pendidikan hanya fokus pada pencapaian akademik semata dan sangat kurang dalam pembinaan karakter.

Akhirnya, nilai-nilai akhlak dan moral tidak tertanam pada diri generasi. Hal itu meniscayakan output sistem pendidikan kapitalisme melahirkan generasi yang seolah kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Generasi yang tidak mengenal agamanya sendiri dan abai dalam melaksanakan kewajibannya sebagai hamba Allah Swt.

Di samping itu, lingkungan sosial yang tidak memiliki kontrol dan penindakan tegas terhadap penyimpangan. Hal itu menyebabkan para remaja bertindak semaunya tanpa mempertimbangkan dampaknya pada orang lain. Hingga kenakalan remaja kini menjadi hal yang biasa di mata masyarakat. Ditambah lagi asupan media internet yang tidak tersaring menjadikan remaja sangat mudah mengakses tayangan yang justru merusak pemikiran mereka.

Para orang tua yang menjadi bagian terpenting dalam pengasuhan anak, juga banyak berlepas diri dari tanggung jawab pendidikan atas anak-anak mereka dikarenakan sibuk dengan urusan dunia semata. Maka sistem kapitalis yang dianut oleh kaum muslim hari ini sesungguhnya menjadi akar dari segala kerusakan yang terjadi. Sifatnya sistemik dan menyebabkan permasalahan di semua aspek kehidupan masyarakat.

Dari sini, seharusnya pemerintah berbenah dan mencari solusi yang serius untuk menyelesaikan permasalahan generasi. Tentu saja solusi yang diambil haruslah yang sifatnya sistemik pula. Yakni yang mampu menghentikan permasalahan serta mewujudkan generasi yang cemerlang.

Islam, Masa Depan Gemilang

Saatnya kita mengganti sistem kapitalis dengan sistem kehidupan yang terbukti pernah melahirkan generasi emas di masanya, yakni sistem Islam. Sudah semestinya kita mengambil aturan hidup dari Sang Pencipta yang aturannya pasti benar dan membawa kebaikan bagi semua makhluk.

Dengan penerapan syariat Islam, negara dalam konsep kepemimpinan Khilafah akan bertanggung jawab untuk semua urusan rakyat. Termasuk negara akan mengurusi generasi dengan sebaik-baiknya. Seperti memastikan penerapan sistem pendidikan yang tidak hanya terfokus pada pencapaian akademis saja, tetapi juga membentuk kepribadian Islami dalam diri tiap anak. Sehingga anak sejak awal sudah memiliki perilaku terpuji dan bisa menghindari segala perbuatan yang merusak dirinya maupun orang lain.

Negara pun akan melahirkan berbagai regulasi yang menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan membawa pengaruh positif. Berbagai fasilitas internet termasuk media sosial juga akan dipantau agar dapat diakses dengan aman. Kemudian negara akan memastikan agar para orang tua dapat memahami dan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak mereka dengan baik. Ditambah aturan sanksi yang tegas dari negara bagi mereka yang terbukti melakukan pelanggaran.

Penerapan sistem Islam akan meniscayakan terciptanya masa depan gemilang, melalui perbaikan generasinya. Sedangkan sistem sekuler kapitalis sudah dipastikan tidak akan mampu melakukan perbaikan. Apalagi untuk mencetak generasi emas seperti yang telah digadang-gadang oleh pemerintah negara ini.

Menjauhkan generasi dari agama hanya akan membuka jalan kemaksiatan yang merusak generasi. Hanya dengan sistem Islam generasi muda akan tumbuh menjadi sosok pribadi yang beriman dan bertakwa. Generasi cemerlang yang akan mampu mengemban peradaban Islam yang mulia saat ini dan di masa depan. 
Wallahu a’lam bishawab