Maulid Nabi, Totalitas Meneladani Nabi SAW
Oleh : Ida Nurchayati
Rabi'ul awwal bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw. Hampir disetiap masjid maupun majelis taklim semarak menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi. Biasanya diisi dengan kajian yang mengupas bagaimana sosok dan sepak terjang Nabi saw hingga membaca lantunan shalawat Nabi dan doa.
Kegiatan yang sangat bagus untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Baginda Nabi saw. Namun belum cukup melihat realita umat yang saat ini tengah terpuruk jauh dari kemuliaan dan predikat sebagai umat terbaik. Ada satu hal yang kadang terlupakan umat, yakni bagaimana Nabi saw berdakwah dan berjuang merubah peradaban, dari peradaban jahiliyah menuju peradaban Islam yang penuh rahmat. Peradaban yang mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.
Isyarat Politis Kelahiran Nabi
Isyarat kemenangan risalah dakwah Rasulullah telah tampak saat beliau lahir. Sayyid Ja'far bin Hasan al Barzanji dalam Kitabnya, Al Barzanji menyampaikan bahwa bersama kelahiran Nabi saw, muncul cahaya yang menerangi dunia hingga istana Romawi di Syam. Retaklah pilar-pilar istana Kisra di Madain Persia. Sepuluh menara bagian atasnya runtuh. Api sembahan yang selama ini dipuja di seluruh Kerajaan Persia padam dengan sendirinya."
Peristiwa tersebut merupakan isyarat politik bahwa kelahiran Baginda Nabi saw adalah ancaman bagi keberlangsungan imperium Romawi dan Persia. Kelahiran beliau pertanda runtuhnya tatanan peradaban kufur dan kelahiran pemimpin perubahan global yakni peradaban Islam. Jadi kelahiran Nabi saw cikal bakal lahirnya negara besar yang akan menggoncang peradaban dunia.
Selain itu, dalam perjalanan dakwah Nabi saw menunjukkan visi misi besar dalam membangun peradaban dunia. Tampak dari seruan Baginda Nabi di atas bukit Shafa, dalam riwayat lain di atas bukit Ajyad,
"Ucapkanlah satu kata, yang jika kalian berikan, maka seluruh bangsa Arab akan tunduk pada kalian. Bangsa non Arab pun akan memberikan jizyah pada kalian. Ucapkanlah, "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Muhammad adalah utusan Allah."
Padahal saat itu pengikut beliau masih sangat sedikit. Tujuannya sangat jelas yakni menundukkan bangsa Arab dan non Arab dalam kekuasaan Islam.
Islam Agama Ruhiyah dan Siyasiyah
Allah telah menurunkan Islam secara lengkap dan menyeluruh (Surat Al Maidah ayat 3). Islam bukan sekedar agama ruhiyah yang mengatur urusan akhirat. Lebih dari itu, Islam adalah agama yang mengatur urusan dunia. Islam memiliki sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan dan sebagainya. Allah menurunkan Islam sebagai solusi atas karut marut kehidupan manusia seperti saat ini.
Kita harus memahami bahwa akar masalah yang terjadi hari ini karena umat diatur dengan sistem sekuler. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga melahirkan kerusakan dan penderitaan, baku hantam serta perselisihan.
Kita juga harus paham bahwa kondisi ideal yang ingin kita tuju adalah kondisi dimana umat kembali hidup dalam tatanan dan naungan Islam. Sistem yang mengadopsi aturan yang datang dari Pencipta manusia yang pasti mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.
Mulia dengan Islam
Umat Islam adalah umat terbaik, janji Allah yang pasti terwujud ketika umat ini mau kembali pada ajaran Islam secara kaffah.
Tinta sejarah pernah mencatat umat Islam pernah mengalami masa kegemilangan sebagai pemimpin peradaban dunia. Diawali ketika Nabi Muhammad saw menegakkan daulah Islam di Madinah dilanjutkan para khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Abasiyah, dan Utsmaniyah (3 Maret 1924). Umat mulia karena menerapkan Islam bukan yang lain.
Sebagaimana Umar bin Khattab ra pernah menyampaikan bahwa,
"Kami dahulu adalah kaum yang paling hina lalu Allah muliakan kami dengan Islam. Maka ketika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka justru Allah akan menghinakan kita"
Maka satu-satunya jalan menuju kemuliaan adalah kembali pada Islam secara kaffah.
Metode Perubahan Shahih
Beberapa waktu lalu rakyat turun kejalan menuntut adanya perubahan. Bisa jadi rakyat bergerak melihat fakta keadilan dan kesejahteraan yang didamba semakin jauh dari realita. Harga-harga kebutuhan semakin mahal, pajak kianmencekik rakyat, sementara pejabat bergelimang dengan fasilitas, korupsi makin menggurita. Namun people power jarang menghadirkan perubahan. Tahun 1998 di Indonesia juga terjadi people power yang biasanya memakan korban baik harta, fasilitas hingga korban nyawa. Alih-alih kondisi kita membaik justru semakin terperosok dalam lingkaran sistem kapitalisme yang melahirkan kesenjangan, kemiskinan, pengangguran dan ketidak adilan.
Perubahan juga tidak muncul dari sistem politik sekuler demokrasi. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Faktanya karut marut hari ini disebabkan penerapan sistem sekuler kapitalisme.
Maka metode perubahan shahih adalah ittiba' Nabi saw secara totalitas termasuk dalam berdakwah. Nabi saw merubah peradaban masyarakat dari jahiliyah menuju cahaya Islam dengan tiga tahapan.
Pertama, pembinaan dan pengkaderan. Nabi saw membina para sahabat dengan menguatkan akidah dan memahamkan dengan syariah. Nabi saw mencetak kader-kader dakwah yang tangguh yang siap diterjunkan ke tengah umat memperbaiki kerusakan yang terjadi ditengah masyarakat. Kedua , berinteraksi dengan umat dengan menyampaikan Islam secara gamblang tanpa ada yang disembunyikan. Ketiga Thalab nusrah yakni meminta perlindungan pada pemilik keluatan (ahlu quwwah) untuk melindungi dakwah dan keberlangsungan sistem Islam. Dengan nusrah ini Nabi saw berhasil memperoleh kekuasaan secara damai yang diserahkan ahlu quwwah masyarakat Madinah. Nabi berhasil menegakkan negara pertama yang dibangun berlandaskan akidah Islam.
Khatimah
Maulid Nabi momen meneladani Nabi Muhammad saw secara totalitas, dari akhlak, ibadah, cara berdakwah hingga berpolitik. Nabi berhasil merubah peradaban jahiliyah menuju peradaban Islam yang mampu mewujudkan rahmat bagi semesta alam. Sudah seharusnya kita mengikuti Nabi secara totalitas agar mampu merubah peradaban sekuler menuju peradaban Islam.
Wallahu a'lam

Posting Komentar