-->

Gaza di bungkam, listrik dan komunikasi di hentikan


Oleh : Umma Saman

Pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari berturut-turut, pada hari Kamis tanggal 18 September 2025 di Gaza, itu dikarenakan adanya serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Gaza.

Kezoliman kezoliman yang dilakukan Israel
 
Serangan ini bukan hanya berdampak pada pemadaman listrik saja, tetapi juga meluas terputusnya layanan telekomunikasi di jalur Gaza

"Dengan menyesal kami mengumumkan bahwa semua layanan telekomunikasi di Jalur Gaza telah terputus karena serangan yang sedang berlangsung, Gaza kembali gelap gulita," kata perusahaan telekomunikasi Palestina, Paltel.

Bukan hanya itu bahkan penyerangan tersebut, mengakibatkan banyaknya warga sipil yang menjadi korban, dikarenakan banyak nya bangunan bangunan yang hancur 

Sekitar empat orang masih terjebak di bawah reruntuhan" setelah sebuah pesawat menghantam bangunan "tanpa peringatan," kata Hassan Bayyout, 70

Bukan hanya terjebak di dalam gedung, bahkan banyak pula warga sipil yang terbunuh akibat penyerangan tersebut

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 18.787 orang telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pemadaman tersebut bertujuan untuk mengisolasi Gaza, hal tersebut di kemukakan oleh Para pemantau Hak Asasi Manusia

Di karenakan adanya fakta fakta di lapangan ketika Israel terus menutup penyeberangan Karem Abu Salem, mencegah bahan bakar, makanan dan obat-obatan memasuki Gaza, yang telah berjalan selama sembilan hari.

Tindakan tindakan yang dilakukan oleh berbagai negara

Sudah banyak negara negara yang mengecam tindakan Israel, di karenakan ini bukanlah tindakan membela diri, tapi merupakan tindakan pelanggaran hukum internasional 

Bahkan dalam sidang rapat PBB pun, para delegasi, lebih memilih untuk meninggalkan ruang rapat, saat Netanyahu berpidato 

Delegasi yang melakukan aksi walk out datang dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Gerakan Non-Blok, termasuk Indonesia, Pakistan, Kuwait, Malaysia, Iran, dan Kuba. Aksi ini dikoordinasikan sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina dan penolakan terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional. (Media nnc)

Namun hal itu tidak lah cukup, kita butuh aksi yang nyata, dari para pemimpin pemimpin negara, untuk mengatasi masalah ini. Bukan hanya mengecam tetapi di butuhkan keberanian yang lebih dari itu.

Pandangan Islam tentang yang terjadi di bumi Palestina

Palestina bukan hanya negara biasa, melainkan negara yang sangat erat hubungannya dengan umat Islam, itu dikarenakan dalam Islam, kita merupakan satu tubuh.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menyatakan bahwa "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)".

Jadi apa yang di rasakan oleh warga Palestina, itu juga yang di rasakan oleh kita sebagaimana hadits tersebut.

Solusi dalam Islam

Dalam Islam tidak ada perjanjian damai, itu di karenakan tidak adanya solusi dalam permasalahan itu

Permasalahan ini terjadi, di karenakan zionis Israel yang ingin merebut negara Palestina 
Jadi jika negara negara tersebut menyuarakan gencatan senjata, atau perjanjian damai, itu sama saja negara negara tersebut mengakui adanya negara Israel 

Padahal faktanya Israel bukanlah sebuah negara, mereka hanya tamu yang tidak mempunyai tanah.

Islam memberikan solusi untuk berjihad, itu di karenakan sudah tidak ada lagi i'tikad baik mereka, untuk meninggalkan tanah palestina 

Jadi satu satunya cara adalah dengan mengusir mereka dengan jalan berjihad, karna ketika khilafah tegak, maka jihad bisa dilakukan dengan lebih baik, bahkan ini dapat berpotensi menyatukan umat Islam di seluruh dunia dengan di dukung senjata senjata militer dari seluruh dunia, bayangkan, jika dari 1 negara saja mengirimkan satu batalion untuk berjihad, maka berapa banyak pasukan dari berbagai negara yang akan menggetarkan kekuatan zionis Israel,
Maka in syaa Allah persoalan palestina dapat terselesaikan

Maka sudah saat nya khilafah tegak di mukabumi ini, sudah waktunya kita sebagai umat Islam sadar dan berfikir, bahwa kalau bukan kita yang bersatu siapa lagi.

Wallahu'alambissawab