-->

Derita Perempuan Dibalik Ide Gender

Oleh: Kasmiati (Komunitas Pena Ideologi Maros)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan bahwa selama 2023, perempuan semakin berdaya yang ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Gender. (ANTARA)

"Perempuan semakin berdaya, mampu memberikan sumbangan pendapatan signifikan bagi keluarga, menduduki posisi strategis di tempat kerja, dan terlibat dalam politik pembangunan dengan meningkatnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. 

Ini ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pemberdayaan Gender," kata Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA Lenny N Rosalin dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Lenny N Rosalin mengatakan perempuan berdaya akan menjadi landasan yang kuat dalam pembangunan bangsa. 

Keterwakilan perempuan dalam lini-lini penting dan sektoral juga ikut mendorong kesetaraan gender di Indonesia yang semakin setara.  "Semakin banyak perempuan menjadi pemimpin baik di desa, sebagai kepala desa atau kepala daerah hingga pimpinan di Kementerian atau Lembaga," katanya. 

IDE GENDER MERENGGUT KEMULIAAN WANITA

Mengamati dari tahun ke tahun, kekerasan terhadap perempuan  justru semakin meningkat, di tahun 2023 kemarin sebagaimana yang dilansir oleh RRI.co.id kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2023 mencapai 56 kasus. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yakni 55 kasus. Tahun 2023, ada 44 kasus kekerasan terhadap anak dan kekerasan terhadap perempuan ada 12 kasus. 

Fakta  miris yang mungkin membuat sebagian dari kita kebingungan menanggapi fakta tersebut sebab disisi lain termuat opini bahwa perempuan justru berdaya dengan adanya peningkatan indeks pembangunan gender sementara fakta kondisi perempuan hari ini berada dalam keterpurukan

Ide gender ini membuat peran wanita mampu menyamai peran para pria di berbagai lini termasuk salah satunya di dunia kerja. Fakta hari ini justru membuktikan bahwa peran perempuan lebih banyak terpakai khususnya di dunia kerja seperti di lembaga pendidikan, perkantoran, dan di perusahaan-perusahan yang lainnya. 

Ide gender ini juga memiliki makna bahwa wanita memiliki kebebasan untuk mengatur hidupnya termasuk dalam masalah pakaian, memilih pasangan, dan memiliki keturunan. Dalam siatem kehidupan sekuler kapitalis hari ini justru menjadikan ide gender ini sebagai solusi khususnya bagi kaum wanita. Namun yang terjadi ide gender ini bukannya menjadi solusi tetapi malah menjadi bencana terhadap wanita.

Beberapa contoh kasus yang kerap kita temui 

Ketika seorang wanita diberikan kesibukan untuk melakukan aktivitas diluar rumah, terkadang tanggung jawab dalam urusan dalam rumahnya mulai terlalaikan seperti pengasuhan terhadapa anak mulai berkurang bahkan tidak sedikit yang justru para lelakinya (suami) tinggal di rumah dan mengurus urusan rumah semntara wanita (istri) justru yang keluar bekerja. 

Posisi seperti ini juga terkadang sebagian istri lebih merasa diatas (berkuasa) atas suaminya, sehingga dia (istri) mulai mengambil alih sebagian besar peran dari suaminya

Secara fitrah wanita itu berbeda dengan laki-laki. Baik dari segi fisik, perasaan, dan pemikirannya. Jadi jelas dalam aktivitasnya tidak bisa disetarakan antara aktivitas atau amanah laki-laki dna peremuan. Tapi karena dalam sistem hari ini justru dipaksakan penerapan ide gender ini maka kehidupan sosial jadi berantakan. 

Wanita yang fitrahnya menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga justru keluar bekerja sebagaimana laki-laki sehingga dalam urusan anak dan rumah tangganya mulai terbengkalai, rasa hormat terhadap suami mulai berkurang sehingga sering terjadi kerusakan dalam rumah tangga

Ide gender ini memandang kemulian wanita sebagai penghasil materi, wanita-wanita dijadikan sebagai objek penggerak ekonomi, wanita dieksploitasi, dijadikan barang komoditas, banyak juga wanita dijadikan sebagai pajangan iklan-iklan produk dan yang sesjenisnya. 

Karena ide ini juga memberikan kebebasan dalam mengatur tubuhnya membuat wanita sembarangan dalam berpakai, memakai pakaian yang membuka aurat yang justru menjadi penarik munculnya nafsuh syahwat laki-laki sehingga hal ini menjadi cika bakal terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan.

Ide gender yang dianggap solusi justru menjadi biang kerusakan. 

Mengapa demikian?, sebab ide ini lahir dari sistem sekuler, sistem yang memisahkan aturan agama dengan kehidupan, sistem yang memberikan kebebasan terhadap individu untuk melakukan apa saja sesuai keinginannya tanpa melihat lagi halal haram dari perbuatan tersebut. 

WANITA MULIA DAN TERJAGA DALAM ISLAM

Beda halnya dalam Islam. Islam justru sangat memuliakan perempuan tanpa harus adanya kesetaraan gender tersebut. Islam telah memiliki formula tersendiri dalam menyelesaikan berbagai problem kehidupan termasuk permasalah kekerasan terhadap perempuan.

Islam memberikan amanah khusus bagi perempuan yaitu amanah sebagai ummu warabbatul bait (sebagai Ibu dan Pengatur Rumah Tangga). Dengan Amanah ini seorang perempuan (Ibu) dititipkan salah satu pintu surga pada dirinya. Dalam hadist Rasulullah posisi ibu 3 kali lebih utama dari seorang ayah. Dari Abu Hurairah RA,

 "Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab, 'Kemuidan ayahmu.'" (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits tersebut dikatakan kedudukan ibu tiga kali lebih utama daripada ayah sebab ibu telah melakukan tiga hal kepada anaknya yang tidak bisa dilakukan ayah. Ketiga hal itu ialah mengandung, melahirkan, dan menyusui. 

Dalam Islam kemuliaan seorang wanita tidak dipandang dari segi tingginya karir, banyak harta sebagaimana pandangan dalam ide gender. Maka dapat disimpulkan bahwa ide gender ini adalah hal yang bertentangan dengan Islam dan merupakan ide rusak yang dapat membahayakan kehidupan seseorang terutama kaum wanita.

Perempuan dalam Islam akan dihormati, dijaga kemuliannya dan dilindungi hak-haknya, serta dihargai karya-karyanya. Islam telah memilki paket lengkap dalam mengatur urusan kehidupan termasuk kehidupan seorang perempuan. 

Jika perempuan itu berposisi sebagai seorang anak maka kebutuhannya akan ditanggung oleh orangtuanya, jika perempuan berposisi sebagai seorang istri maka akan dijamin kebutuhannya oleh suaminya dan jika perempuan itu hidup sebatang kara maka negara yang akan bertanggung jawab atas keberlangsungan hidupnya.

Dari sini dapat kita lihat bahwa Islam tidak akan membiarkan perempuan berada dalam kehidupan yang susah dan menanggung beban berat. Perempuan akan didorong untuk menjadi wanita yang berilmu dengan menempu pendidikan nan cerdas sebab peranannya sebagai ummu wa rabbatu bait. 

Perempuan juga memiliki hak bersuara dirana politik sebagaimana kisa perempuan di masa kepemimpinan Umar bin Khattab ada seorang wanita yang bernama Asy Syifa yang senantias dimuliakan pendapatnya termasuk ketika dalam mengoreksi kebijakan Umar bin Khattab yang saat itu berposisi sebagai khalifah (pemimpin) Negara Islam.

Tentu Kemuliaan dan penjagaan kehormatan terhadap perempuan tidak akan bisa didapatkan kecuali dalam Islam. Maka masihkan kita menolak syariat Islam sebagai aturan dalam kehidupan??

Wallahu A'lam bishowab