-->

Perempuan Mulia Hanya Dalam Peri'ayahan Islam

Oleh: Wakini (Aktivis Muslimah)

Pada era modern ini, banyak sekali wanita yang kehilangan jati dirinya. Sebagian wanita merasa, wanita mulia dan lebih dihargai ketika saat wanita tampil cantik dan menarik. Mereka rela menghabiskan waktu, tenaga dan uang agar bisa menampilkan kecantikannya agar lebih menarik. Ada juga sebagian lain merasa mulia dan percaya diri jika bekerja dan menjadi wanita karier. Mereka rela bekerja meskipun menempuh jarak yang jauh dan menghabiskan waktu dari pagi sampai malam.

Akibatnya, muncullah berbagai tindakan yang merugikan perempuan. Baik itu pelecehan seksual, pemerkosaan, dan sampai pembunuhan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Lampung, seorang ayah berinisial EW( 37) tahun, tega memperkosa anaknya sendiri sampai berulang kali. Pelaku setiap melakukan aksi bejatnya selalu mengancam akan dipukul dengan menggunakan kayu. Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup, ibunya banting tulang bekerja di Jakarta. (Okezone.Senin6/11/2023).

Miris, seorang ayah yang seharusnya melindungi buah hatinya, ini malah melakukan tindakan yang bejat. Fakta ini mengindikasikan degradasi moral dikalangan masyarakat yang berimbas pada rusaknya tatanan sosial. Bagaimana tidak, membayangkan seorang laki-laki yang seharusnya memuliakan dan menjaga perempuan, tetapi malah menjadi predator yang meruntuhkan kehormatan perempuan.

Dari hasil survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak( KemenPPPA) mencatat, jumlah kekerasan hingga kriminal terhadap anak di Indonesia mencapai 9.645 kasus. Itu terjadi sepanjang Januari sampai 28 Mei 2023.(media Indonesia).

Kasus ini benar-benar fakta yang membuktikan betapa rusaknya sistem kehidupan yang berlandaskan kepada sekularisme kapitalisme. Sistem ini yang memaksa peran agama dipisahkan dari kehidupan. Karena sistem ini juga manusia hanya fokus mengejar kesenangan jasadiyah sebagai tujuan hidup. Dengan meminggirkan agama dalam mengatur masalah perempuan. Maka tidak heran jika perempuan hanya dijadikan objek kecantikan dan pemuas nafsu. Perempuan dieksploitasi sedemikian rupa, martabat perempuan direndahkan, dilecehkan dengan begitu mudahnya.

Padahal sejatinya Islam sangat memuliakan perempuan. Islam mengukur kemuliaan perempuan dari ketakwaannya bukan penampilan fisiknya. Islam juga memuliakan perempuan dengan tugas pokoknya menjadi ibu sebagai pengatur dan penjaga rumah tangga, Bukan sebagai pencari nafkah. Karena tugas mencari nafkah adalah kewajiban seorang suami. 

Islam juga mewajibkan perempuan untuk menutup aurat ketika keluar rumah, yaitu mengenakan jilbab dan kerudung, menundukkan pandangan, tidak ber-tabaruj, berpergian lebih dari sehari semalam wajib diserahkan mahram, serta tidak berdua-duaan yang bukan mahramnya. Semua itu akan terwujud apabila ada institusi negara yang melaksanakannya, sejarah telah membuktikan peran penting negara dalam menjaga kehormatan perempuan. 

Begitu juga tugas seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anaknya, tidak semestinya meninggalkan rumah untuk bekerja mencari nafkah. Seorang ibu harus memahami bahwa anak adalah amanah dari Allah Swt yang mesti di jaga dengan sebaiknya.

Oleh karenanya, sudah saatnya untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah, kembali kepada aturan Islam yang komprehensif untuk mengatur segala aspek kehidupan. Karena perempuan mulia hanya ada dalam sistem Islam, bukan dalam sistem demokrasi sekuler.

"Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki?, Hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah, bagi orang-orang yang yakin", ( QS Al- Maidah ayat 50).

Wallahu a'lam bishowwab