-->

Remaja Muslim Tak Kenal Agamanya: Mau Jadi Apa?

Oleh: Syifa Islamiati 

Mengsedih memang ketika melihat fenomena remaja muslim hari ini yang tidak mengenali agamanya sendiri. Mereka benar-benar tidak paham akan hal-hal yang berkaitan dengan syariat Islam. Secara umum pemahaman mengenai agama di tengah masyarakat sekarang ini sangatlah memprihatinkan, terlebih di kalangan remaja. Sebagian mereka seolah menganggap agama hanya sebatas ibadah ritual yang tidak bisa membawa pengaruh apapun bagi kehidupan. Maka tidak mengherankan ketika banyak di antara mereka yang enggan diatur berdasarkan syariat. Hidup semau mereka sebab mereka berpikir hidup yang hanya sekali maka mesti "dinikmati". 

Padahal kita semestinya memahami bahwa kehidupan justru akan lebih terarah dengan adanya peran agama. Karena  dengannyalah akhirnya kita bisa memahami mana perilaku yang baik dan tidak. Paham juga mana yang halal dan haram. Tetapi faktanya yang terjadi hari ini adalah agama justru hanya dijadikan simbol semata. Maka tak heran rusaklah kehidupan manusia. Sudahlah pengaruh lingkungan saat ini begitu luar biasa mengerikan, ditambah pemahaman terhadap agama yang juga minimalis habis. Ya, sudah, bukannya keselamatan yang didapat, tetapi berbagai macam kerusakan tentu yang bakal merapat.

Remaja muslim sejatinya merupakan agen penerus peradaban. Maka sudah semestinya dibina dan diberikan pemahaman Islam serta dikuatkan akidahnya sedini mungkin. Agar ketika dewasa tidak mudah terbawa arus. Karena hantaman serta gempuran dari berbagai arah kini tengah mengepung remaja muslim. Sistem kehidupan hari ini seolah-olah memang dengan sengaja secara pelan-pelan menjauhkan mereka dari pemahaman Islam yang benar. 

Sistem itu tak lain ialah sistem kapitalisme sekuler yang memang menjadi biang keladi dari semua kerusakan yang terjadi. Akar masalah yang dihadapi remaja muslim sebenarnya timbul akibat masih diterapkannya sistem buatan manusia tersebut. Sistem ini sama sekali telah gagal mendidik remaja muslim menjadi pribadi yang Islami. Pemikiran dan perilakunya telah diracuni dengan hal-hal yang hanya bersifat materi, khas sekali dengan paradigma sekuler kapitalis.  

Kecanggihan teknologi yang diagungkan di era kehidupan modern hari ini tidak pula menjadikan remaja muslim semakin taat, semakin rajin mengkaji ilmu agama. Mereka justru semakin disibukkan dengan perkara duniawi yang sejatinya hanya mendatangkan kesenangan sesaat. Tidak hanya itu, kerusakan-kerusakan yang terjadi di kalangan remaja hari ini banyak yang membuat hati pilu, mulai dari pergaulan bebas, aborsi, tawuran, pembunuhan, narkoba, dan sebagainya. Ini semua merupakan dampak dari dijauhkannya agama di tengah-tengah mereka. Mereka benar-benar telah jauh dari fitrahnya sehingga terjerumus dalam berbagai macam kemaksiatan. 

Untuk itulah dibutuhkan peranan penting dari semua kalangan. Keluarga menjadi pemegang peran utama. Tempat menanamkan akidah yang kuat sedari kecil mesti dimulai dari lingkungan keluarga. Peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya dituntut ekstra di sistem hari ini. Sedikit saja lengah, maka para remaja tersebut akan dengan mudah terbawa arus sekularisme. Dengan demikian, para orang tua juga sudah seharusnya belajar dan mengkaji Islam secara kaffah agar dapat mendidik anak-anak sesuai tuntunan syariat.

Pun dengan masyarakat sekitar, mesti mengambil peran dengan bahu-membahu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi remaja dalam mengkaji ilmu-ilmu agama, saling mengingatkan satu dengan yang lainnya jika melihat tindak kemaksiatan/kejahatan, saling menasihati dalam kebaikan, serta mendukung penuh segala aktivitas mereka yang berlandaskan hukum syara'. Maka dengan begitu akan tercipta lingkungan masyarakat yang Islami yang benar-benar mampu menjaga remaja untuk senantiasa tumbuh dalam taat.

Terlebih lagi peran negara yang sudah pasti juga sangat dibutuhkan. Tidak cukup hanya dengan memberikan motivasi serta dukungan semata bagi remaja. Negara perlu menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, memfasilitasi mereka agar mudah belajar ilmu-ilmu agama dan juga skill yang berguna untuk kehidupan  mereka. Dengan begitu hal ini akan mengantarkan mereka menjadi muslim yang sepenuhnya memiliki kepribadian Islam yang cakap dalam segala bidang. Menutup akses seluruh aplikasi serta konten-konten unfaedah yang membuat mereka lalai akan tanggungjawabnya sebagai muslim.

Tentu saja ini semua hanya bisa dilakukan oleh Daulah Islam. Daulah terbukti mampu mencetak pemuda dengan kepribadian Islami, menanamkan akidah yang kuat kepada mereka sejak dini agar kelak mereka tumbuh dengan akhlak yang baik. Mereka juga akan memahami bahwa aktivitas-aktivitas mereka nanti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. sehingga mereka akan senantiasa berhati-hati dalam beraktivitas. Mereka akan bersungguh-sungguh untuk senantiasa mengikatkan seluruh aktivitas dengan hukum syara'. 

Maka dari itu, sinergi antara lingkungan keluarga, masyarakat dan negara harus diwujudkan. Mendidik dan menanamkan pemahaman agama di kalangan remaja memang tidak mudah, tetapi tidak mustahil juga terwujud jika peranan dari semua lini ini dijalankan dengan baik. So, yuk, ajak remaja muslim mengkaji Islam kaffah! Bersama kita pahamkan mereka tentang pentingnya belajar agama sejak dini. Hal ini kita lakukan demi bisa menyelamatkan mereka dari jeratan paradigma sekularisme. Sehingga mereka bisa selamat di dunia dan di akhirat nanti. Keep hamasah, saliha!