-->

Mengapa Sulit Bangkit Untuk Bersegera Kepada Syari'atnya Allah SWT.

Oleh: Sumarini

 Disebutkan dalam QS. Al-Imran ayat 3 yang artinya :

" Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. "

Dan QS. An-Nur ayat 51-52 yang artinya :

" Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya agar Rasul (menghukum/mengadili) diantara mereka, ialah ucapan-ucapan kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasulnya, dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadanya maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. "

Sebegitu sayangnya Allah Swt. kepada hamba-hambanya dalam menyerukan perintahnya agar kita bersegera kepada ampunannya dengan jaminan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Lantas apakah ayat ini mengunggah dihatinya orang-orang yang didalam dirinya masih ada kesombongan yaitu sombong terhadap ayat-ayat Allah. Tidak mendengar ayat-ayat Allah apalagi patuh sebagaimana orang-orang Mukmin yang bila mereka itu dipanggil kepada Allah dan Rasulnya dalam rangka menghukum (Mengadili) diantara mereka ucapan yang mereka katakan adalah " Kami mendengar dan kami patuh " Dan mereka itulah orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya. Juga orang-orang bertaqwa, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Saat ini dimana kita hidup ditengah-tengah umat yang kondisinya sungguh sangat memprihatinkan. Peringatan demi peringatan dari Allah mereka abaikan, perintah yang menjadi kewajiban mereka ambil sekehendak hati mereka. Yang mereka suka mereka buat dan yang lain mereka tinggalkan. Larangan-larangan makin meraja lela untuk dilakukan, kemaksiatan yang mereka anggap hanya saat itu berzina, berjudi, minum-minuman keras juga tak terkendali keberadaannya pembunuhan, perampokan, pelecehan, tawuran dan yang sedang marak-maraknya saat ini yaitu perundungan. Lengkap sudah sekarang ini seabrek persoalan yang terus saja terjadi tanpa henti dalam hitungan hari, jam, menit bahkan yang terdekat yaitu hitungan detik.  Tak bisa dihitung lagi berapa banyak kasus-kasus yang menimpa Negri ini, tanpa adanya solusi.

Dari semua ini tidakkah menjadi pertanyaan besar bagi kita bagaimana kita dalam menyikapi semua ini? Bagaimana dengan para pemimpin yang tidak amanah. Para wakil Rakyat yang cuma bermodal janji-janji palsu, para munafik yang ada dibalik semua usahanya dalam rangka ingin merusak Islam dengan berbagai cara dari mulai merekontekstual Fikih, memoderasi Islam, dan terus hingga keranah Pendidikan yang dirusak dalam rencananya demi merusak Generasi umat. (Tentunya bekerja sama dengan orang-orang kafir).

Sedemikian sudah sangat parah kerusakan dimuka bumi ini, baik itu kondisi alamnya, hingga kepada manusianya, keterpurukan, putus asa, tak peduli, membuat ikatan-ikatan bathil, antar kelompok-kelompok saling tak sepaham meski mereka itu satu Aqidah.

Kondisi ini bahkan tidak menjadikan setiap kita untuk berfikir, terlebih bagi mereka-mereka yang merasa tercukupi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, menganggap itu sih....  masalah yang bukan menjadi tanggung jawabnya dalam rangka tidak peduli dan tak ambik pusing dikehidupannya yang tidak ada kendala berarti merasa bahwa tidak ada yang salah dengan kerja-kerja Pemerintah. Menganggap tidak ada masalah besar yang sebenarnya tengah terjadi di Negeri ini. Pemikiran yang dangkal membuat sebagian orang tidak pernah berusaha mencari tau kondisi yang sebenarnya, menutup telinga, mulut bahkan mata akan kehancuran yang sudah jelas nyata disekelilingnya.

Perasaan-perasaan yang dirasakan oleh umat dengan segala kondisinya yang carut marut ini hanya dirasakan sekelompok orang-orang yang berjuang atas nama Agama Allah. Berusaha menanamkan paham-paham Islam secara Kaffah demi terwujudnya dan tegaknya pelaksanaan Syari'at Islam yang akan menjadikan kondisi rusak menjadi kondisi yang lebih baik karena berhukum dengan hukum-hukum Allah.

Jelas sudah semua kekacauan ini adalah akibat dari kehidupan yang tidak diatur oleh Agama. Agama hanya dijadikan ritual semata, Ibadah yang dilakukan hanya rutinitas Habluminallah saja dan itu sudah dianggap cukup. Sementara masih banyak lagi kewajiban-kewajiban yang belum dilaksanakan. Sampai pada yang paling penting yaitu kewajiban menegakkan Syari'at Islam.

Lihatlah saat ini bagaimana bencana demi bencana alam yang terus terjadi, belum kering airmata saudara-saudara kita yang dihantam Gempa di Cianjur dengan banyak nyawa menghilang, harta bendanya habis terkubur akibat longsor yang telah memporak porandakan bumi Cianjur dan masih banyak lagi. Bencana-bencana yang semua itu bahkan tidak juga bisa membuat sadar manusia dalam rangka untuk taat kepada Allah.

Bermuhasabah diri selayaknya ini yang dilakukan oleh kita sekarang ini, kenapa Allah menimpakan bencananya?

Tentunya ini agar manusia sadar dan kembali kepada aturan-aturan yang datang darinya.

Akhir zaman dengan tanda-tanda yang begitu jelas ditampakkan oleh Allah kepada kita bertujuan untuk supaya manusia itu segera bertobat, namun kenyataannya justru makin menjauh dari Allah.

Derasnya arus moderasi Islam yang terus digaungkan di seluruh penjuru Negeri menambah lagi daftar dalam rangka mengaburkan pemahaman Islam secara menyeluruh.

Tugas berat untuk kita untuk mengembalikan kaum muslim yang sudah terpecah belah atas dasar pemikirannya yang dilandaskan Aqidah sekuler.

Mungkin ini sulit tapi sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk Amar Makruf Nahi Munkar, mengapa tidak untuk kita usahakan dengan jalan dakwahlah kita akan mengembalikan kehidupan Islam kembali jaya seperti janji Allah yang ada dalam Al-Qur'an surah An-nur ayat 55, artinya :

" Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan bahwa dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan dengan Agama yang telah Dia Ridhai." 

Bagaimana Allah akan menyegerakan Islam tegak dimuka bumi tentu dengan usaha-usaha kita dalam menyampaikan kebenaran Islam dengan aturan-aturan yang datang dari-Nya.

Kapan saat itu datang ya Allah??

Dimana tidak ada lagi yang namanya kemunkaran, kemaksiatan yang itu dibiarkan tanpa diberi sanksi oleh Negara kehidupan Islami dengan kaum hawa yang tertutup auratnya dengan sempurna.

Tentu menambah kenyamanan, ketentraman bagi semua jauh daripada saat ini bagaimana Perempuan-perempuan Muslim dengan pakaian yang tak sesuai dengan perintah Allah.

Dan mereka itu tetap dalam kedzoliman akan hal Habluminafsih terkait pakaian atas dirinya. Atas semua ini siapa yang peduli karena Negara abai akan hal ini demikian juga dalam menangani berbagai kasus tidaklah hukum-hukum Allah yang dijadikan sebagai landasan sehingga konsekuensinya jelas tidak sesuai dengan harapan untuk mendapatkan keadilan karena berhukumkan atas manusia.

Mengapa begitu sulit untuk bangkit agar lebih berfikir cemerlang supaya  bersegera kepada Syari'atnya Allah. Allah sudah sangat jelas dalam memberikan tanda-tanda kepada kita umat manusia akan datangnya Hari Akhir namun Dunia masih juga menjadi hal yang pokok demi untuk meraihnya. Dengan berbagai cara tak bisa dengan cara Halal, dengan cara Haram pun dilakukan.

Sungguh Dunia ini hanyalah jembatan untuk menuju kepada Akhirat, lantas untuk apa membangun Istana yang megah sementara jembatan akan roboh pada akhirnya.

Untuk itu bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu, saat Allah masih memberikan kesempatan gunakanlah kesempatan itu untuk beramal Soleh. Karena pilihan untukmu saat memilih untuk berada dijalan Allah.

Sungguh ini sulit kecuali bagi orang-orang yang taat dan takut akan azab Allah SWT.

Wallahu a'lam bishawab