-->

HIV/AIDS Tumbuh Subur Dalam Sistem Sekuler

Oleh: Dartik Ummu Fery Antoni 

Maraknya propaganda LGBT dan seks bebas di kalangan masyarakat sangat meresahkan bagi keberlangsungan hidup manusia, hingga pelakunya terinfeksi virus HIV/AIDS.

Medan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Sumatera Utara (KPAD Sumut  Ikrimah Hamidy mengungkapkan, Sumut berada pada posisi kelima dengan penderita HIV/AIDS terbanyak di Indonesia dengan total 13.150 orang.

Dari data tersebut jumlah laki-laki yang paling banyak terpapar, yakni 9.497 orang, sedangkan perempuan 3.096 orang kata Ikrimah pada acara Peringatan Hari AIDS Sedunia di Aula Tengku Rizal Nurdin Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Liputan6.com Rabu (1/12/2022).

Begitu juga yang terjadi di Batam, Dinas Kesehatan Kota tersebut mencatat jumlah kenaikan kasus HIV/AIDS di Kota Batam mencapai 446 orang pada 2022. Yang mencengangkan dari temuan Dinkes itu disebutkan, kasus kenaikan didominasi penyimpangan perilaku pasangan sejenis.

Dinkes Kota Batam Didi Kusmardjadi menyatakan frekuensi peningkatan kasus HIV/ AIDS karena pasangan sejenis dan hal ini bukan hanya terjadi di Batam, tapi juga Indonesia secara nasional bahkan negara lain.

Dari 446 kasus positif HIV/AIDS di Batam, di antaranya meliputi 333 pria dan 133 perempuan , terdiri dari 2.594 orang yang dites. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 57 orang dari total 8.8000 orang terindikasi positif HIV/ AIDS.

Tahun ini ada sekitar empat ratusan lebih penderita HIV/AIDS, kalau kita akumulasi dari tahun 1992 hingga 2022, jumlah penderita HIV AID mencapai 8 800 orang terindikasi positif HIV/ AIDS ujar Imelda. Data yang masuk ke Dinas Kesehatan merupakan hasil dari sejumlah LSM dan aktivis HIV/AIDS yang turun langsung ke lapangan.

Sebagai kepala Dinas Kesehatan Didi menganjurkan untuk berperilaku seks normal saja, ungkapan ini di sampaikan di sela-sela acara peringatan HIV AIDS Sedunia Mall Botania 2 Batam kepada Liputan6.com, Kamis (1/12 2022).

Sistem kapitalis Demokrasi memberikan kebebasan kepada individu untuk bertingkah laku sesuka hati tanpa merujuk kepada sistem syar'i yang penting happy.

Terbukti infeksi HIV AIDS terus meningkat, diantaranya karena perilaku menyimpang pasangan sejenis, dan seks bebas yang jadi. Akibatnya perempuan dan anak-anak pun banyak yang tertular.

Maraknya kasus HIV AIDS sejatinya tidak lepas dari makin liarnya perilaku manusia dalam pergaulan yang menjadi gerbang seks bebas dan perilaku LGBT yang menyimpang tumbuh subur di negara kapitalis sekuler. Karena aturan agama di pisahkan dari kehidupan dalam berbangsa dan bernegara hingga mereka bebas dan merdeka serta hura-hura.

Kebebasan perilaku merupakan suatu yang diagungkan bahkan dilindungi oleh negara atas nama HAM. Maka setiap individu bebas melakukan apa saja yang penting tidak menggangu yang lain tak masalah dan lanjut aja.

Dampak kebebasan berperilaku menyimpang ini, maka muncullah berbagai persoalan sosial ditengah masyarakat, hingga persoalan kesehatan semacam HIV AIDS.

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mencegah HIV/AIDS namun tidak menyentuh akar persoalan. Pemerintah hanya menganjurkan seks yang  aman tanpa resiko yaitu dengan menggunakan kondom. Solusi yang ditawarkan pemerintah tidak menyelesaikan akar masalah karena masih bermasalah. Negara bahkan sampai kekurangan biaya untuk menyediakan pengobatan bagi penderita.

Apalagi kondom tidak cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus HIV, dalam konferensi AIDS Asia Pasifik, di Chiang Mai, Thailand (1995), dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman itu tidak benar.

Kondom yang terbuat dari bahan latex terdapat pori-pori dengan diameter 1/6 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang , lebar pori pori-pori tersebut mencapai sepuluh kali. Sementara ukuran virus HIV dapat dengan leluasa menembus kondom (Kompasiana.com 24/7/2015)

Maraknya kasus HIV adalah LGBT, seks bebas, zina yang merajalela, dalam Islam zina termasuk salah satu kejahatan dan dosa besar. Larangan zina ini termaktub dalam firman Allah SWT Surat Al isra' ayat 32 yang artinya.

"Dan janganlah kamu mendekati zina : sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan buruk".

Allah SWT melarang keras perilaku homoseksual karena memutarbalikkan fitrah manusia diciptakan atas dasar kecenderungan terhadap lawan jenis.

Negara juga harus punya peran penting dalam memantau tayangan-tayangan yang mempertontonkan perilaku menyimpang agar tidak boleh tayang di berbagai media. Negara harus mendidik dan menguatkan kepribadian para generasi muda dengan pendidikan yang di bangun atas dasar akidah Islam. Keluarga, masyarakat, dan negara saling bekerja sama untuk mewujudkan generasi yang beriman dan bertakwa.

Semua ini dapat terlaksana ketika ada institusi negara yang menerapkan sistem Islam kaffah demi menjaga fitrah manusia agar tidak hina bahkan jadi mulia.

Wallahu a'lam bi ash-shawwab