TARIF BARU BPJS KIAN MENYENGSARAKAN

Oleh : Srianti (Aktivis Muslimah Makassar) 

Tarif BPJS Kesehatan 2022 terbaru sedang dalam pembahasan menuju kebijakan terbaru, di mana pemerintah akan menghapuskan kelas BPJS Kesehatan dari kelas 1, 2, dan 3 menjadi kelas rawat inap standar (KRIS) (suara.com/20/juni/2022). 

Peserta Jaminan kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan ke depannya akan menerima kelas rawat inap standar, tidak ada pembagian kelas seperti sebelumnya. Wacana kebijakan terbaru ini akan dilaksanakan secara bertahap dan paling lambat berlangsung pada 1 Januari 2023. Dengan adanya perubahan kebijakan, maka ada tarif BPJS Kesehatan 2022 terbaru yang akan Diterapkan (suara.com/20/juni/2022).

Rakyat Jadi Korban Keganasan Kapitalisme 

Akhir-akhir ini berita kenaikan tarif BPJS lagi-lagi Membuat Rakyat kian Terbebani, pasalnya tarif yang di berikan oleh pemerintah sangat mahal bahkan sebagian masyarakat akan susah untuk membayarnya ditambah lagi biaya hidup yang cukup mahal makin membuat masyarakat sengsara luar biasa. 

Sistem kapitalisme yang hanya mementingkan segelintir pengusaha kaya tidak akan pernah mau melihat penderitaan rakyat, karena mereka hanya bisa memalak rakyat bukan mengsejahterakan terlebih diurusan kesehatan bahkan urusan sandang dan papan. 

Mirisnya rakyat dipaksa membayar walaupun rakyat itu sendiri tidak sakit dengan alasan membantu rakyat yang susah, seolah-olah rakyat yg dipaksa adalah rakyat yang memiliki banyak uang, padahal sebagian rakyat sama sekali tidak bisa mencukupi kebutuhan pokok bahkan  membayar iuran kesehatan yang begitu banyak. 

Terlebih lagi fakta-fakta yang terjadi dilapangan kebanyakan rakyat yang selalu membayar iuran BPJS tidak perna Alpa setiap bulannya ketika mereka sakit bahkan obat yang mereka butuhkan harus ditebus luar dari rumah sakit bukankah itu suatu Kedzaliman, lalu kemanakah uang rakyat yang selama ini di setor. 

Belum lagi pemaksaan pembayaran tidak sesuai ketika rakyat itu sakit, banyaknya pokok masalah dalam Rumah Sakit membuat rakyat kebanyakan terluntang-lantung dilobi rumah sakit karna harus mengurus banyak formalitas untuk rawat inap. 

Sungguh miris dan susahnya hidup dijaman kediktatoran ini dimana apa-apa semua harus pakai uang jika rakyat tidak mampu maka layanan itu akan terputus tanpa mempertimbangkan kesusahan yang rakyat dapatkan karna adanya peraturan dan kebijakan dari pemerintah yang sangat-sangat membebani rakyat. 

Sangat berbeda ketika negara Diatur oleh Sistem Islam dan para pemimpin yang amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Kepala Negara. 

Sistem Islam Menjamin Kesejahteraan Rakyat 

Negara yang di atur oleh sistem Islam akan lebih mementingkan urusan rakyat ketimbang urusan para pejabat Negara, karena Mereka Hanya takut kepada Allah dan mereka Tahu Pemimpin itu harus Amanah dan adil. 

Dalam Daulah Islam bukan Hanya dalam urusan kesehatan bahkan urusan ekonomi, agama, sosial dan lain-lainnya semua diatur tanpa membedakan muslim dan non muslim, semuanya mendapatkan haknya yang adil dan tanpa melihat status apakah itu rakyat miskin atau rakyat yang mampu. Bahkan saking hebatnya pemimpin Islam itu akan menjadi contoh yang baik untuk negara-negara yang lain, karena negara akan menjamin kebutuhan dasar dengan dibukanya lapangan kerja, negara juga menjamin kesehatan, pendidikan dan keamanan. 

Para pemimin dilarang menzalimi dan menipu rakyatnya 

Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” 
(HR Ahmad). 

Demikian sabda Nabi Muhammad SAW. 
Allah mengancam orang yang semena-mena. 

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada sesama manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran.

Semestinya, seorang pemimpin menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya. Bila ia terus berupaya, insya Allah, pertolongan dari-Nya akan datang. 

Jika ia justru menyepelekan amanah, kesulitan akan menimpanya. “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).

Wallahu a'lam
banner zoom