BPJS ALA NEGARA PEMALAK RAKYAT

Oleh : Susiana Edward

Duh! Adakah berita lain yang bisa membuat rakyat tak semakin pusing?
Sudah sedemikian bingungkah pemerintah mengurusi kita rakyatnya?
Hingga berbagai mode aturan diputar putar seperti roller coaster yang pada akhirnya malah membuat pusing rakyat.
Jika ditanya siapa yang mau sakit?
Tentu Jawabannya "tidak mau"
Namun jika dijabarkan panjang lebar kondisi rakyat kian hari makin memprihatinkan dari segi apapun, yang menjadi prioritas adalah kesehatan, sebab jika kita sehat maka kita dengan semangat menjalani aktivitas kehidupan dengan baik dan pola makan yang sehat dan bergizi.
Namun tidak semua orang bisa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi masih banyak rakyat yang tidak mendapatkan karna faktor ekonomi yang pas-pasan.
Begitu juga dengan orang yang mampu karna nafsu yang besar mereka ingin makan apasaja yang mereka inginkan dan abai dengan kesehatan.

Akhirnya banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan dan pada akhirnya harus menjalani perawatan dirumah sakit, tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak murah maka dengan memudahkan orang yang sakit dibuatlah program BPJS yang dilakukan dengan cara iuran.
Awalnya polemik ini membuat perdebatan di pemerintah dan rakyat, rakyat yang tidak tau menilai bahwa ini sangat membantu dan memberikan dukungan kepada pemerintah.

Namun faktanya ternya program ini hanya mempersulit keadaan seperti "racun berbalut madu",
Terlihat indah namun zolim terhadap rakyatnya.seperti yang dikutip dari JAKARTA - Iuran BPJS Kesehatan 2022 terbaru usai kelas 1, 2 dan 3 dihapus. Di mana, iuran BPJS Kesehatan nantinya akan disesuaikan dengan besaran gaji peserta.
Penghapusan kelas BPJS Kesehatan rencananya akan dimulai pada Juli 2022.

Layanan dan Iuran Menjadi Satu Standar
Adapun kebijakan tersebut saat ini masih dimatangkan.
Nantinya, layanan yang akan didapat peserta akan menjadi satu standar begitu pun dengan iuran yang wajib dibayarkan.

Dengan adanya program baru ini bisa kita lihat bahwa ini hanyalah sebuah manuver politik yang dikendalikan oleh kapitalisme yang saat ini menjadi penentu bagi aturan yang mereka buat, semata mata hanya mengambil manfaat dari iuran rakyat.
Tak ayal terjadi kasus korupsi dana BPJS atau bahkan penyelewengan dengan memanfaatkan uang BPJS sungguh ini sangat menzolimi rakyat.

Berbeda dengan aturan Islam yang dipimpin oleh Kholifah yang sangat memprioritaskan kesehatan rakyatnya dengan sangat baik, untuk rumah sakit saja tidak ada biaya sama sekali yaitu gratis diberikan kepada rakyatnya sebagai bentuk periayahan negara.
Kemudian darimana dana nya?
Tentu bagi sistem Islam ini akan dikembalikan kepada negara dengan adanya Baitul mal yang didalamnya terdapat sejumlah pemasukan negara yang berasal dari kharaj, fa'i kemudian pemanfaat SDA ini semua dalam rangka memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Kita lihat bahwa pada masa peradaban Islam yang memiliki warna dalam perkembangan dunia kesehatan yang sangat baik Di antara rumah sakit itu ialah Rumah Sakit Al-Nuri di Damaskus, yang menjadi pusat pemerintahan Dinasti Umayyah saat itu. Rumah sakit ini dirintis oleh Sultan Malik Adil Nuruddin al-Syahid pada tahun 549 H/1154 M kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Nur Al-Din Zinki pada 1156 M. Konon dana yang digunakan membangun rumah sakit ini diambil dari harta tebusan dari salah seorang raja di Eropa. Rumah sakit Al-Nuri ini adalah terbesar dan terbaik di antara rumah sakit di seluruh Damaskus. Rumah sakit ini didirikan untuk mereka yang berekonomi menengah ke bawah, namun tidak ditutup kemungkinan kalau ada pasien kaya yang dirujuk oleh dokter ke rumah sakit ini. Bisa dibayangkan, hampir semilenium lalu sudah ada sebuah rumah sakit baik yang menggratiskan sejumlah obat dan perawatan bagi para pasien.

Begitupun untuk perawatan para dokternya akan memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien sehingga pasien akan sangat nyaman dalam proses penyembuhan.

Masih banyak lagi cerita tentang masa khilafah dulu yang menggratiskan rumah sakit untuk pelayanan umat sehingga inilah yang sangat dirindukan bagi umat yang menginginkan kebangkitan Islam.
Umat tidak lagi dipusingkan dengan biaya biaya yang malah akan menambah beban hidup.

Sudah saatnya umat beralih ke sistem Islam yang paripurna yang mampu memecahkan setiap masalah kehidupan manusia secara syar'i.

Wallahu a'lam biassawwab
banner zoom