PEMURTADAN KIAN MASSIF DAN SISTEMIS : BUTUH PERAN NEGARA

Oleh : Susiana Edward

Baru baru ini telah terjadi tindakan yang sangat mengganggu ketenangan dimasyarakat,pasalnya ini suatu hal yang sangat sensitif karna menyentuh ranah agama, tentu saja ini harus mendapatkan perhatian khusus dan tindakan tegas  karna sangat meresahkan. 

Seperti yang telah diberitakan
LANGKAT (Portibi DNP) : Diduga ada tindakan pemurtadan secara sistematis dan terorganisir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tiga lembaga meminta pelaku ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Ketiga lembaga tersebut adalah, LADUI MUI Sumut, PAHAM Sumut dan TPUA Sumut.

Dalam surat pernyataaan sikap yang diterima portibi.id via pesan WhatsApp, Jumat (13/5/2022),

Disebut bahwa, LADUI MUI Sumut, PAHAM Sumut dan TPUA Sumu selaku umat islam Sumut, khususnya yang ada di Kabupaten Langkat mengutuk keras terhadap tindakan Pemurtadan secara sistemastis dan terorganisir yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum pelaku pemurtadan dan para Pendukungnya, terkhususnya dalam kasus pemurtadan terhadap seorang muslimah yang
bernama Nurhabibah Br. Brutu.

Ade Lesmana yang diketahui sebagai team kuasa hukum Nurhabibah Br Brutu mengatakan, ada pun modus atau dugaan yang terjadi sebagai berikut.

Bahwa, Nurhabibah Br. Brutu awalnya berkenalan dengan seorang non muslim
berinisial JDPH melalui aplikasi media sosial.

Bahwa, JDPH dan Ibunya diduga pernah menjanjikan Nurhabibah Br. Brutu akan dimasukkan kerja dan meminta semua dokumen Ijazah Asli Nurhabibah Br.Brutu yang sampai saat ini belum di serahkan kembali kepada Nurhabibah Br.Brutu walaupun telah beberapa kali diminta.

Bahwa, Nurhabibah Br.Brutu dibawa Pergi oleh JDPH selama lebih kurang 5 bulan dengan dijanjikan bahwa JDPH akan
memeluk agama islam dan menikahi Nurhabibah Br.Brutu secara agama islam.

Ini adalah sebuah upaya pemaksaan yang dilakukan agar rencana mereka bisa terlaksana untuk memperdaya korban agar mau pindah keyakinan
 
Tidak hanya Kasus Nurhabibah namun ini juga banyak dilakukan masyarakat Langkat  seperti yang dikutip dari sumber Jakarta - Sejumlah warga di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan keluar dari agama Islam (murtad). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengungkap ada faktor eksternal dan internal yang diduga menyebabkan mereka memilih keluar.
"Ada dua hal, faktor eksternal dan internal," kata Ketua Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara, M. Hatta, kepada detikSumut, Minggu (15/5/2022).

Dari segi internal bahwa ini terjadi karna lemahnya iman seseorang
Dan dari segi eksternal ada upaya dari luar yang terorganisir secara sistematis dengan iming-iming pekerjaan dan hidup enak.

Jika dilihat dari faktor yang tertulis bahwa hilangnya kekuatan iman seseorang dipicu karna arus kehidupan yang hari ini semakin liberal berikut juga dengan eksternal nya hilangnya peran negara dalam penjagaan aqidah karna rusaknya sebuah peradaban yang menjaga umat dari segi aqidah.

Ini semua terjadi karena beralihnya sistem Islam ke sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sistem yang merajakan para kapital dan menyengsarakan umat, sehingga banyak umat yang rusak aqidahnya karna kemiskinan.

Umat sudah tidak peduli dengan agama, seperti yang pernah tercetus oleh orang barat,"jika ingin merusak aqidah umat Islam maka buatlah mereka hidup dalam kemiskinan".

Tentu kondisi inilah yang terjadi pada umat hanya segelintir orang saja yang bisa kuat aqidahnya tetap tunduk patuh dengan hukum Allah SWT selebihnya mereka lah umat yang sudah jauh dari agama nya sendiri.

Seperti yang pernah difirmankan oleh Allah SWT  dalam QS Ali Imran: 103

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ:

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.

Hidup diakhir zaman ini memang  sangat sulit butuh sekali orang orang yang saling mengingatkan dijalan Allah SWT.

Apa yang saat ini dibutuhkan umat hanya lah sebuah perlindungan dari negara,
Namu bukan dengan negara seperti yang diterapkan hari ini, justru pangkal dari banyaknya orang orang yang murtad dari agama Allah adalah sistem demokrasi sekuler hari ini.

Umat hanya butuh satu-satunya negara yang mampu Meri 'ayah dan memberikan perlindungan secara revolusioner yaitu negara khilafah Islamiyyah.

Peradaban nya sudah terbukti dan diakui oleh banyak negara-negara masa itu.
Tentunya sebagai umat yang paham dengan sejarah, sungguh sangat merindukan sekali kembalinya peradaban Islam seperti dahulu.

Semoga atas izin Allah SWT kebangkitan Islam akan segera terwujud.

Wallahu a'lam biassawwab
banner zoom