Kemenangan Hakiki

Oleh : Sri eni purnama dewi (ibu pembelajar) 

Bulan Ramadhan telah berlalu, kaum muslimin bersuka cita merayakan kemenangan dengan datangnya Idul Fitri. Sesuai dengan namanya Syawal adalah bulan pasca Ramadhan yaitu bulan peningkatan. Khususnya dalam hal ibadah, karena berharap aktifitas ibadah kita memiliki grafik yang naik daripada sebelum Ramadhan, namun setelah Ramadhan biasanya banyak yang mulai kembali kepada titik sebagaimana sebelum Ramadhan. Pertanyaannya, apakah kita sudah meraih kemenangan itu?, dan menjadi kemenangan yang hakiki bagi kaum muslimin?. 

Seharusnya satu bulan Ramadhan menumbuhkan dalam diri kita dua sikap penting, yaitu Taqorrub dan Muroqqobah kepada Allah SWT. Taqorrub adalah mendekat diri kepada Allah SWT, sudah sepatutnya kedekatan kita kepada Allah memiliki porsi yang utama dalam kehidupan, sebab satu bulan penuh kita di training menjadi hamba Allah yang senantiasa menjadikan aktifitasnya tak pernah lepas dari kedekatan kepada Allah. Sedangkan Muroqqobah adalah merasa diri di awasi oleh Allah SWT di manapun kita berada. Hal inilah yang akan membuat diri kita hati-hati terhadap hal hal yang membuat dosa atau melalaikan diri dari Allah SWT, satu bulan kita diminta untuk menahan diri dari yang halal hingga sejak fajar hingga terbenamnya matahari, maka sudah seharusnya segala hal yang haram bisa kita hindari. Lalu indikator apa saja yang menjadikan kita memiliki kedua sikap diatas. 

Kedekatan kepada Allah bukan hanya  sekedar untuk pribadi. Betapapun banyaknya ibadah yang kita lakukan, sedekah yang kita keluarkan, namun bila semua itu hanya sekedar untuk keshalehan pribadi tentu tak akan cukup. Butuh yang namanya amalan jama'i, yaitu dakwah, karena kita bukan orang yang egois ingin masuk surga sendirian, bahkan Rasulullah SAW pun mencontohkan agar menjadi hamba yang paling bermanfaat untuk orang lain
Rasulullah SAW dalam hal ini bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (H.R. Bukhari).

Dengan dakwah kita akan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dakwah mengajarkan kita untuk peduli terhadap orang lain, berani melawan kemaksiatan, menentang kedzaliman, juga menyuarakan Islam sebagai kebenaran hakiki. Kamu adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. (QS ali Imran ayat 110).

Disisi lain diri ini senantiasa khawatir bila jatuh ke dalam lembah kemaksiatan, oleh sebab itu dia senantiasa merasa di awasi Allah SWT dimanapun berada. Dia khawatir amalnya yang dilakukan tak cukup untuk bekalnya diakhirat kelak, sehingga dia giat berdakwah untuk mengejar pahala yang berlipat ganda dari setiap kebaikan yang dia sampaikan. 

Walhasil, satu bulan penuh Ramadhan mentraining diri kita, sejauh mana tingkat semangat kita mengejar pahala Allah lewat dakwah yang kita lakukan sebagaimana giatnya kita mengejar lailatul Qadar saat ramadhan. Sejauh mana keyakinan kita akan janji Allah terhadap tegaknya Islam dalam naungan Khilafah, sehingga kita melebur menjadi bagian orang-orang yang memperjuangkannya, sebagaimana semangat kita menyongsong janji ampunan Allah SWT di bulan  Ramadhan. Semoga memang benar kita adalah peraih kemenangan Ramadhan itu. 

Wallahu'alam
banner zoom