Masa Depan Generasi Ada Di Tangan Negara

Oleh : Cia Ummu Shalihah ( Muslimah Makassar)

Tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Bhayangkara, Kota Serang. satu orang meninggal akibat tawuran tersebut.
Dari data yang dihimpun, tawuran terjadi pukul 15.20 WIB antar pelajar yang jumlahnya puluhan orang. dua kelompok pelajar itu diduga janjian untuk saling serang di Jalan Bhayangkara tepatnya di depan Restoran Frangipani.

Dua kelompok ini saling serang menggunakan petasan dan senjata tajam. Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea menyebut tawuran itu terjadi antara pelajar.

"Antar pelajar," kata Maruli dikonfirmasi (Detiknews/14/1/2022).

Kelompok yang tawuran ini adalah pelajar dan bukan geng motor. korban sendiri mengalami luka tusuk di bagian badan dan tangan. Korban meninggal tidak lama setelah dibawa ke Rumah Sakit. 

Potret Generasi Saat Ini

Mendidik generasi saat ini bagaikan mengukir di atas air, sangat susah, butuh kerja keras untuk menyadarkannya. Hal itu terjadi karena pengaruh lingkungan, gadget, pergaulan bebas, tawuran dan sebagianya.  Di tambah lagi generasi yang minim moral, tidak memiliki jati diri, gampang labil. Ini dikarenakan gagalnya sistem pendidikan Sekuler. 

Sungguh miris melihat kondisi generasi saat ini yang merasa bangga dengan perilaku yang dimilikinya, merasa hebat apabila ikut andil dalam tawuran, merasa tidak berdosa telah menghilangkan nyawa orang lain.  Sampai kapan ini terus terjadi? mengapa dari tahun ke tahun kejadian yang sama sering terulang? bahkan tidak terkendali, dimana peran negara? Apa sebenarnya penyebab dari semua ini?

Kondisi ini akan terus terjadi karena minimnya fasilitas pendidikan, ketidakjelasan arah kurikulumnya, kurangnya pendidik yang berkompeten, kurangnya pendidikan yang didapatkan dari keluarga, lingkungan, dan negara. Lebih parahnya lagi, pendidikan saat ini mengancam rusaknya generasi karena mereka di jauhkan dari identitasnya sebagai seorang muslim. 

Negara yang seharusnya bertanggung jawab dalam menangani persoalan ini, justru masa bodoh bahkan tidak peduli dengan nasib generasi yang rusak, padahal generasi adalah tombak perubahan.

Generasi Umat Terbaik

Keberhasilan pendidikan hanya akan diperoleh jika berani mengambil Islam sebagai kurikulum yang sempurna. Untuk mewujudkan kurikulum yang mumpuni, perlu adanya sarana pendukung berupa sistem yang komprehensif, sebagai panggilan keimanan. 

Tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan generasi berkepribadian Islami, yaitu cara berpikirnya berdasarkan pada nilai-nilai Islam, serta perilakunya sesuai dengan ruh dan napas Islam. Metode pendidikan dan pengajaran dalam Islam akan dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tercapainya tujuan tersebut tentu akan dihindarkan. Jadi, pendidikan Islam bukan hanya sekedar melakukan transfer ilmu, tetapi memperhatikan ilmu pengetahuan yang diberikan itu dapat mengubah sikap atau perilaku.

Dengan itu akan terwujud kembali sistem pendidikan Islam sebagai sistem pendidikan terbaik untuk generasi umat terbaik.

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik" (TQS.Ali Imran:110). 

Wallahua'allam
banner zoom