Tutup Aurat, Taat Syariat

Oleh : Syifa Islamiati

"Kok, kerudungnya gede banget, gak gerah?"

"Kok, ke warung doang pake kaos kaki, lagi sakit?"

Pernah, gak, kamu di posisi mereka yang dijulidin? Rasanya gimana, sakit? malu? or kesel? Hmm, kalo kita ngelakuinnya bukan karena untuk dipuji sama makhluk bernama manusia, sih, santai aja, gak perlu emosi. Kita kan ngelakuinnya semata-mata untuk meraih rida Allah, berusaha ngejalanin perintah-Nya.

Menutup aurat itu sebagian dari perintah-Nya, maka bagi kita yang sudah baligh wajib ngelakuinnya. Kalo ada yang masih bilang, "Nanti, aja, ah kalo udah besar baru nutup aurat.", "Nanti aja, ah, malu takut dibilang kayak ibu-ibu, aku kan masih sekolah." Terus ada juga yang bilang, "lebih enak gini aja pake rok pendek, sesuai trend fashion saat ini." 

Hati-hati, ya, ini pemikiran sesat dan menyesatkan yang diadopsi dari negara-negara Barat. Mereka lebih mementingkan hawa nafsunya daripada mengikuti syariat. Mereka menggiring kaum muslim untuk menjadi muslim yang menerima pemikiran Barat dengan sebutan muslim moderat. 

Kita yang tinggal di negara yang berpenduduk mayoritas muslim memang lagi di gempur abis-abisan lewat media yang tontonannya unfaedah. Banyak gambar-gambar, video-video yang gak senonoh berseliweran di medsos. Belum lagi kebijakan pemerintah yang mencla-mencle, bukannya berupaya melindungi generasi malah ngesahin Permendikbud No.30 tahun 2021. Ya, jadinya generasi muslim bukannya semakin dekat sama syariat malah banyak yang ngerasa asing sama syariat.

Makanya gak heran kalo banyak remaja yang hamil di luar nikah, ngelakuin aborsi, dan lain sebagainya. Itu karena dangkalnya akidah mereka. Mereka gak memahami gimana Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Padahal, kan, jelas bahwa Islam punya aturan yang super duper keren untuk menjaga kemuliaan dan kesucian diri mereka. Salah satunya, ya, perintah untuk menutup aurat.

Sebelumnya kita bahas dulu, yuk, apa sih aurat itu? Aurat itu bisa dibilang bagian tubuh kita yang gak boleh diliat sama orang lain kecuali mahrom kita. Dalam sebuah  hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dijelasin bahwa Rasulullah Saw. pernah menegur Asma binti Abu Bakar, adik kandung Aisyah binti Abu Bakar yang masuk ke rumah Beliau mengenakan pakaian tipis. Rasulullah lantas memalingkan wajahnya seraya berkata : "Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan). [HR. Abu Dawud]

Nah, berarti seluruh anggota tubuh perempuan itu aurat kecuali muka dan telapak tangan, ya. Nah, kalo aurat laki-laki itu cuma sebatas antara pusar sampai lutut. Hal ini juga dijelasin melalui sabda Rasulullah Saw. yang artinya : "Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat." (HR. Ahmad)

Terus, pertanyaannya siapa aja sih mahrom kita, sahabat muslimah? Untuk hal ini, sudah Allah jelaskan nih dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 31 bahwa yang disebut mahrom itu di antaranya adalah suami, ayah, ayah mertua, anak-anak kita, anak-anak suami kita, saudara-saudara laki-laki kita, keponakan laki-laki dari kakak kita yang laki-laki maupun yang perempuan, para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang kita miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Naah, selain semua yang disebutkan tadi, wajib bagi kita untuk menutup aurat kita di hadapan mereka, lho!

Nah, nah. Udah paham ya. Mana aja aurat dan siapa aja mahrom kita. Menjaga aurat itu adalah salah satu perkara yang wajib dilakuin bagi setiap muslim, baik itu perempuan maupun laki-laki. 

Kita juga diperintahkan oleh Allah Swt. untuk menutup aurat sesuai firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya : "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kalo kita emang ngaku sebagai umat Nabi Muhammad Saw.,  sudah sepatutnya kita ngelakuin apa yang beliau ajarkan. Yuk, segera hijrah, biar kita gak nyesel di kemudian hari! Tinggalkan trend Barat yang udah jelas-jelas rusak dan merusak, taat tanpa nanti, taat sampai mati. Dengan begitu Allah muliakan kita, dunia dan akhirat.  Allahu Akbar!

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!



banner zoom