Jangan Asal Merayakan, Inilah makna Isra' dan Mi'raj

Oleh : Puspita NT ( Aktivis Dakwah )

Momen yang paling sering diingat oleh kaum muslimin di bulan Rajab adalah momen Isra Mi'raj Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan di dalam peristiwa tersebut banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. 

Isra dan Mi'raj mengajarkan kepada kita akan kekuasaan dan kebesaran Allah Swt. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Pada momen Isra dan Mi'raj ini memperjalankan hamba-nya yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pada jarak yang sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat. Kemudian Allah menunjukkan kebesaran kebesaran yang lainnya dalam perjalanan tersebut.

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami" ( Al-Isra' : 1 )

Salah satu momen monumental dalam peristiwa Isra dan Mi'raj adalah saat beliau Baginda Nabi diizinkan untuk mengimami salat seluruh Nabi dan Rasul dalam satu salat berjamaah. Inilah salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Oleh karena itu sudah semestinya kita meyakini akan peristiwa hebat dan dahsyat ini yaitu peristiwa Isra dan Mi'raj dengan keyakinan yang pasti, pembenaran yang tidak ada keraguan sedikitpun.

Kepemimpinan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam atas para nabi bukan hanya pada saat salat dalam peristiwa Isra dan Mi'raj tapi berlangsung hingga hari akhir. Karena itulah kelak di Hari akhir semua manusia akan berkumpul di bawah kepemimpinan Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam di bawah naungan aliwa alhamd.

Rasulullah Saw bersabda, 

" Akulah pemimpin anak Adam pada hari kiamat Bukannya sombong ditanganku bendera alham dan Bukannya sombong. Tidak ada seorang nabi pun tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua dibawah Benderaku"
( HR. At-Tirmidzi )

Hadits ini menunjukkan keutamaan dan kekhususan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atas semua manusia. Demikianlah, setelah Nabi Muhammad SAW diutus membawa Islam, semua agama yang dibawa Nabi dan Rasul sebelumnya  gugur masa berlakunya, terhapus ajarannya. Dan semua umat manusia wajib memeluk Islam dan menjalankan syariat Islam. 

Semua kemuliaan yang diberikan kepada Rasulullah Saw membawa sebuah konsekuensi bahwa Islam dan umatnya WAJIB memimpin dunia. Sayang realitas sekarang menunjukkan sebaliknya, umat muslim dipimpin oleh selain Islam. Bahkan tidak sedikit umat yang membelakangi dan menyelisihi ajaran nabi mereka sendiri. 

Padahal Allah Swt jelas telah menyampaikan, 
dalam surah Shaff ayat 9. 

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya"

Oleh karena itu ada beberapa hal yang wajib dilakukan.

Pertama, wajib meneguhkan keimanan, bahwa hanyalah Islam  satu-satunya agama yang agung, mengalahkan agama dan ajaran yang lainnya. Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya. Kedua, kaum muslimin wajib mengikatkan diri dengan syariat Islam karena kemunduran umat saat ini dikarenakan mereka meninggalkan simpul Islam. Ketiga, Umat wajib memperjuangkan kepemimpinan Islam atas dunia, sebagaimana dulu Rasulullah Saw memimpin dunia. Kemudian kepemimpinan Islam dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin dan khalifah setelahnya. 

Kepemimpinan ini berdiri di atas landasan tauhid, dan keagungan syariat Allah Swt yang mendatangkan rahmat bagi seluruh alam.

Wallahu a'lam.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!

banner zoom