Kemenag Kalsel Prioritaskan Toleransi Antar Umat Beragama

Oleh : Rahmawati, S.Pd (Aktivis Muslimah Kalsel)

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kegiatan kampanye dan publikasi kerukunan. Jumat (31/12/21) di Kemenag kota Banjarmasin. Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd mengatakan penguatan moderasi beragama sebagai program prioritas.“Penguatan moderasi beragama menjadi prioritas utama yang harus dilaksankan di Kemenag dan kecamatan, baik lintas agama maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” katanya.
Tahun 2022 telah dicanangkan menjadi tahun toleransi internasional kata Tambrin, maka kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan diharapkan agar mendukung dan menyukseskan tahun 2022 dengan kegiatan keagamaan.“Supaya terwujud keharmonisan dan kerukunan intern dan antar umat beragama harapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa. Peradaban tersebut merupakan satu kekuatan dan satu potensi yang harus dikawal. Sesuai kebijakan presiden, Kemenag melalui Menteri Agama memprioritaskan 7 program yang salah satu programnya adalah moderasi beragama. Oleh karena itu, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan kata Tambrin sangat diperlukan dalam menyebarkan kebaikan dan kedamaian. Karena semua tokoh itu mempunyai kapasitas masing-masing. Tidak ada istilah minoritas dan mayoritas, semua merupakan bagian integral dari negeri kesatuan Republik Indonesia.

Juga dilansir dari Tanjung (Kemenag Tabalong) – Dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke 73 tahun 2022. Kantor Kementerian Agama RI (Kankemenag) Tabalong menggelar lomba pidato Moderasi Beragama bagi pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawaiyah (MTS) se-Tabalong. Selasa (22/12/22). Disambutnya saat membuka acara, Kepala Kenkemenag Tabalong H.Taufik Rahman menyatakan pentingnya pembahasan moderasi beragama dikalangan siswa, karena di tengah kemajemukan bangsa Indonesia, moderasi beragama hadir untuk mendamaikan, menghidupkan toleransi dan menumbuhkan sifat kasih sayang antar sesama umat beragama.“Sebagai program prioritas Kementerian Agama tentu saja diharapkan seluruh elemen mampu memahami secara benar dan mengimplementasikan penguatan moderasi beragama dalam kehidupannya, termasuk para pelajar yang ada di madrasah," tandasnya. Menurutnya moderasi beragama sebagai cara manusia dalam beragama secara moderat yang sesuai dengan esensi manusia itu beragama, yaitu memiliki komitmen dengan ajaran dan menjalankan agama sesuai keyakinan dan ajarannya.
Berkenaan dengan lomba tersebut, Ka.Kankemenag menegaskan pemenang akan dinobatkan sebagai duta moderasi beragama yang diharapkan ada role model pelajar yang memahami moderasi beragama dengan benar dan mampu menjalankan tugasnya di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kakanwil Kemenag Kalsel menyatakan bahwa tahun 2022 kerukunan umat beragama menjadi skala prioritas. bahkan setiap kabupaten/kota akan diberikan dana sebesar 70 juta untuk program ini. Berangkat dari banyaknya dana yang dikucurkan pemerintah dan tujuan dari pada moderasi beragama, realitanya moderasi beragama justru diharapkan memberikan jalan tengah untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam keberagaman beragama. Lebih detail, tidak boleh ada yang mengaku agamanya yang peling benar sehingga menjadi sebuah kewajaran apabila semakin banyak bermunculan agama dan aliran tanpa ada ketersinggungan. Faktanya kemenag menghimbau kepada satuan kerja di bawahnya untuk bersiap siaga dalam menjaga ide moderasi beragama ini. dengan demikian akan tercipta kerukunan dan persatuan dalam beragama dan tidak adanya rasa saling curiga dan permusuhan antara umat beragama. Sungguh tragis, karena sesungguhnya ini akan semakin menggiring seorang muslim untuk semakin menjauh dari agamanya sendiri.

Barat telah berhasil menggiring pemikiran dan perilaku umat untuk semakin meminggirkan Islam dengan program moderasi beragama ini di Indonesia. Tidak sia-sia mereka mengucurkan biaya yang fantastis untuk menyukseskan ide moderasi beragama ini dikalangan masyarakat. Terbukti sekarang tidak sedikit yang sudah termakan rayuan kafir Barat. Ibarat madu berbalut racun, terasa enak namun sebenarnya pahit. Target mereka adalah dalam lingkungan millenial yang peran mereka sangat berpengaruh dalam menyebarkan ide moderasi ini. mereka dianggap spesial dibandingakan dengan generasi sebelumnya terutama berkaitan dengan teknologi. Disamping itu orang Barat melihat, millenial ini sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki daya pikir kritis dan mau mengikuti perubahan. Dengan demikian, wajar bila ide ini difokuskan kepada kaum millenial sebagai pengusungnya. Namun tentu yang menjadi korban adalah dari segala usia, dari remaja hingga dewasa. Inilah efek dari pada penerapan sistem sekuler, menerapkan Islam secara setengah-setengah. Jadi lah masyarakat tidak memahami secara utuh dengan ajaran agamanya sendiri.

Perang pemikiran terus terjadi, maka pemikiran yang salah ini harus dilawan dengan terus menggunakan pemikiran Islam Kaffah di tengah umat Islam. Karena jelas, moderasi beragama ini bertentangan baik dari segi akidah maupun syariatnya. Setiap individu muslim berkewajiban untuk menyatakan bahwa agama Islam adalah agama yang benar, agama yang lurus, agama yang sempurna yang mana Allah ridha terhadapnya. Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah ialah Islam.” (QS. Ali Imran: 19).

Maka konsekuensinya, setiap individu muslim wajib melaksanakan semua perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan-Nya. Tidak pilih-pilih dalam melaksanakan aturan, sebagaimana orang memilih makanan prasamanan. Ini sejalan dengan perintah Allah yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. Al-Baqarah: 208).

Seruan ini ditujukan kepada seluruh kaum muslim, termasuk pada kaum pelajar atau millenial. Kaum millenial atau generasi muda adalah sebagian dari umat Islam yang memiliki potensi yang luar biasa. Sebagaimana yang pernah terjadi pada masa Rasulullah Saw dan masa Khulafaur Rasyidin. Pada masa itu, generasi muda adalah tulang punggung bagi pergerakan dakwah Rasulullah Saw. Para sahabat dan sahabiyah bergerak bersama-sama mencurahkan pikiran, tenaga, kemampuan, serta hartanya untuk dakwah Islam. Maka, untuk saat ini pun demikian adanya. Kaum millenial sangat besar perannya dalam perjuangan menuju perubahan. Perubahan dari keterpurukan menuju kegemilangan Islam.

Oleh karena itu, umat harus diberikan pemahaman tentang sesatnya ide moderasi beragama serta mengokohkan keimanannya. Agar tidak tergiur dengan ide-ide sesat yang datang dari luar Islam. Sehingga terwujud masyarakat yang beriman dan bertakwa yang dibentengi oleh negara dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah.
 
Wallahu a'lam bishowab

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!


banner zoom