HARGA MINYAK DAN CABAI SEMAKIN PANAS, HANYA ISLAM SOLUSI YANG PAS

Oleh : Eva Nurfalah 

Sebenarnya bukan hal yang aneh atau bisa dibilang "sudah biasa" untuk para ibu rumah tangga termasuk saya apabila diakhir tahun sampai menjelang lebaran harga-harga bahan pokok naik, dari mulai minyak goreng, cabai, telur dan lain-lain. Tapi untuk saat ini terasa begitu berat karena kenaikan harganya lumayan tinggi, dengan permasalahan seperti ini seperti biasa pemerintah hanya bisa mengatakan tenang tidak usah khawatir karena kenaikan harga ini tidak akan segera kembali normal. 

Dilansir dari Liputan6.com pada 29 Des 2021, "Harga minyak goreng, cabai hingga telur terus mengalami peningkatan menjelang akhir tahun. Ketiga komoditas bahan pokok ini diperkirakan akan terus merangkak naik hingga Januari 2022 mendatang. Namun masyarakat diminta untuk tidak terlalu khawatir karena harga-harga pangan tersebut akan kembali turun pada kuartal I-2022".

Selalu seperti itu "kebiasaan" seperti ini seharusnya ada solusi tuntas, bukan terus menerus terjadi seolah-olah pemerintah tidak serius memikirkan nasib rakyat terutama para ibu rumah tangga yang bukan hanya disibukan memberikan asupan bergizi untuk keluarganya tapi juga harus memikirkan bagaimana caranya bisa berhemat, juga para bapak atau suami yang kebingungan karena saat harga bahan pokok naik, penghasilannya tidak ikut naik.

Maka kenaikan harga di tengah kondisi ekonomi sulit seperti sekarang akan berdampak menurunnya kesejahteraan masyarakat apalagi saat kondisi di masa pandemic maka akan memperburuk keadaan.

Kondisi saat ini sangat memperjelas ketidak seriusan pemerintah dalam meriayah rakyatnya, pada sistem demokrasi kapitalis ini yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana caranya mensejahterakan diri sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat nya yang jelas-jelas sedang dilanda kesulitan, pada sistem kapitalis ini pemerintah mengatasi masalah dengan pertimbangan bagaimana caranya meraup keuntungan yang besar bukan benar-benar ingin mensejahterakan rakyatnya.

Berbeda dengan sistem Islam yang dimana pemerintah serius dalam menangani permasalahan rakyat, dimulai dari mencari apa penyebab kenaikan harga yang sedang terjadi apakah dari faktor alami antara lain langkanya ketersediaan bahan pangan tertentu akibat gagal panen, serangan hama, jadwal panen dan lain-lain, ataukah karena penyimpangan ekonomi dari hukum-hukum syariah Islam, seperti terjadinya ihtikâr (penimbunan), permainan harga (ghabn al fâkhisy), hingga liberalisasi yang menghantarkan kepada penjajahan ekonomi. Dari situ barulah pemerintahan mencari solusi apabila kenaikan harga karena faktor alami yang menyebabkan kelangkaan barang, maka disamping rakyat diminta bersabar, Islam juga mewajibkan negara untuk mengatasi kelangkaan tersebut dengan mencari suplai dari daerah lain. Jika seluruh wilayah dalam negeri keadaannya sama, maka bisa diselesaikan dengan kebijakan impor dengan masih memperhatikan produk dalam negeri. Tetapi apabila kenaikan harga disebabkan pelanggaran terhadap hukum-hukum syariah, maka penguasa harus mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi. Pemerintah juga akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan kecurangan dan tindakan gharar dalam perdagangan tanpa pilih kasih. 

Begitulah sistem Islam meriayah rakyat nya sehingga tidak diragukan lagi bahwa hanya sistem Islam lah satu-satunya solusi tuntas untuk mengatasi segala permasalahan rakyat atau umat. 

Wallahu'alam bishowab.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!

 
banner zoom