MODERASI AGAMA, SEBUAH SKENARIO GLOBAL

Oleh : Dartem

Akhir-akhir ini isu moderat semakin menguat, apalagi setelah begitu gencarnya Kemenag mengampanyekan moderasi agama. Begitupun isu Radikalisme yang terus di gembar-gemborkan padahal isu itu tidak jelas juntrungannya. Itu merupakan lanjutan dari isu Radikalisme yang sudah usang dan tidak laku. Adapun moderasi agama adalah paham moderat yang ramah dan toleran terhadap ide-ide barat. Lawannya adalah Radikalisme, kelompok yang tidak menerima ide-ide barat dan menolak sekularisme di saat moderat menerima sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan). 

Sejak peledakkan gedung WTC pada 11 September 2001, Amerika Serikat telah memanfaatkan isu itu sebagai bagian dari skenario globalnya untuk melemahkan Islam dan kaum muslim. Langkah itu kemudian diambil untuk mempromosikan jaringan Islam MODERAT untuk melawan Islam RADIKAL. Bahkan dalam Dokumen Rand Corporation 2006 bertajuk "Building Moderat Muslim Network" disebutkan bahwa kemenangan Amerika yang tertinggi adalah ketika IDEOLOGI ISLAM terus dicitraburukkan pada mayoritas penduduk di tempat mereka tinggal. 

Bahkan Islam dijuluki ideologi setan oleh perdana menteri Inggris dengan ciri-ciri :
1. Menolak legitimasi Israel.
2. Memiliki pemikiran bahwa syariah Islam   adalah dasar hukum Islam.
3. Kaum muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan khilafah.
4. Tidak menerima nilai-nilai liberal dari barat. Sehingga di cap sebagai kelompok radikal.

Sedangkan sikap moderat adalah keterbukaan  terhadap pluralisme (cenderung menganggap semua agama sama dan benar). Jadi jangan heran jika kelompok ini begitu gencar mempromosikan toleransi beragama. Namun sayang, justru malah sampai kebablasan sehingga cenderung mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil.

Umat muslim harus waspada akan hal ini, bahkan nabi Muhammad Saw. telah memberi peringatan agar waspada dan tidak tergelincir pada kesesatan: "Sungguh engkau akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal. Bahkan andai mereka masuk lubang biawak niscaya kalian mengikuti mereka." "Wahai Rasullullah, Yahudi dan Nasranikah mereka?" Beliau menjawab, "siapa lagi kalau bukan mereka?"(HR al-Bukhari no 7320). 

Wal Lahu A'lam bi ash-shaw-wab.
banner zoom