ISLAM MODERAT, SENJATA BARAT BAHAYAKAN UMAT

Oleh : Dewi Pujiyanti

Arab Saudi sebagai salah satu icon terbesar umat Islam, beberapa pekan lalu dihebohkan dengan adanya Pesta Bikini Riyadh Season yang didalamnya banyak terjadi pelecehan wanita(dilansir BBC 21/10/2021).Pesta tersebut selaras dengan dibuatnya kebijakan yang cukup mengejutkan yakni diprbolehkanya wanita memakai bikini ketika di pantai.Arab Saudi yang dulu mengatur pemisahan laki-laki dan perempuan walau dipantai,kini telah berubah semakin bebas. Moderasi Arab Saudi kini hingga urat nadi. 

Di Indonesia saat ini ramai sosialisasi moderasi melalui Pendidikan, Penyuluhan & Pelatihan salah satunya Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Pelatihan Mentoring Motivator Muda Moderasi Beragama 2021 di Yogyakarta selama empat hari, mulai Rabu (6/10/2021) hingga Sabtu (9/10/2021) dengan tujuan mencetak duta harmoni atau duta moderasi beragama.(Krjogja.com) 

Banyak yang menganggap moderasi sejalan dengan Islam. Sepintas terkesan nampak positif, elegan, damai&toleran.Namun sebenarnya dalam moderasi tersimpan "pisau belati" yang siap menikam ajaran Islam. 

Makna &Tujuan Islam Moderat

Kata moderasi berasal dari kata moderat yang berarti jalan tengah.
Dalam bahasa Arab modern, moderat/moderasi: wasat/wasatiyya. Islam moderat: al Islam al wasat. Moderasi Islam diungkapkan dengan frasa wasatiyyat al Islam. 
Moderasi bisa dimaknai sebagai proses menjadikan Muslim sebagai Muslim moderat.

Islam moderat adalah pemahaman Islam yang disesuaikan dengan pemikiran, pemahaman dan peradaban Barat.
Muslim moderat adalah sosok Muslim yang menerima, mengadopsi, menyebarkan dan menjalankan pemahaman Islam ala Barat.

Moderat mulai dikenal luas pada masa abad pencerahan di Eropa. Sebagaimana diketahui konflik antara pihak gerejawan yang menginginkan dominasi agama dalam kehidupan rakyat dan kaum revolusioner yang berasal dari kelompok filosof yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan menghasilkan sikap kompromi. 

Masifnya  pengarusan ide Islam moderat di negeri-negeri muslim sebetulnya tak lepas dari agenda negara-negara adidaya. Mereka memang tengah berupaya mempertahankan hegemoninya. 
Mereka sangat berkepentingan agar sistem kapitalis neoliberal tetap bercokol di negeri-negeri Islam. Lantaran dengan sistem ini praktik penjajahan dan perampokan sumber-sumber kekayaan alam di berbagai negeri ini bisa berjalan mulus, dan bahkan legal.Maka tatkala muncul ghirah (spirit) kebangkitan Islam, mereka palingkan umat dari Islam dengan karakternya sebagai sebuah ideologi global. Hingga berbagai rekayasa, bahkan penyesatan pun disusun sedemikian rupa agar wajah Islam ideologi tampak buruk di mata dunia dan pemeluknya.
Amerika Serikat  merancang pendekatan yang amat halus dalam pertarungan ideologi antara Islam dan Kapitalisme. Cheryl Benard –peneliti RAND Corporation– menyebutkan bahwa dunia Islam harus dilibatkan dalam pertarungan tersebut dengan menggunakan nilai-nilai (Islam) yang dimilikinya. AS harus menyiapkan mitra, sarana dan strategi demi memenangkan pertarungan. 

Tujuannya adalah pertama, mencegah penyebaran Islam politik. Kedua, menghindari kesan bahwa AS “menentang Islam.” Ketiga, mencegah agar masalah ekonomi, sosial, dan politik tidak akan menyuburkan radikalisme Islam (Civil democratic Islam, partners, resources, and strategies / Cheryl Benard. Copyright 2003 RAND Corporation).
Rancangan Rand Corporation menjadikan Indonesia sebagai poros Islam moderat dan sebagai penjaganya. Islam moderat terus dipropagandakan.
     
Strategi Barat Melemahkan Umat

Demi meraih target menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya, strategi yang mereka lakukan antara lain: 

1. Dekonstruksi tafsir dan fiqih agama serta merekonstruksikannya sesuai pemahaman moderat. 

Untuk memasukkan paham moderat ke dalam Islam, dilakukanlah upaya untuk mendekonstruksi pemahaman yang sudah mapan melalui metode penafsiran dan istilah hukum ala Islam moderat. Penafsiran para ulama salaf dilabeli sebagai penafsiran yang kaku, absolut, membenarkan kekerasan, diskriminatif, bias gender dsb. 

Sebagai gantinya mereka membuat metode penafsiran dan Ijtihad yang lebih fleksibel dalam arti bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman dan nilai nilai yang mereka emban seperti keadilan, persamaan, toleransi dan non diskriminatif. Syariat hanya berfungsi sebagai panduan moral & etika.

2.Merekrut tokoh-tokoh agama Islam sebagai corong. 

Islam moderat hakekatnya adalah bagian dari Perang ide (War of ideas). Perang Ide ini difokuskan pada dukungan terhadap partner yang bertindak sebagai corong beserta program kerjanya. Beberapa kalangan yang dianggap potensial sebagai partner adalah intelektual dan akademisi muslim yang liberal dan sekuler, ulama muda yang moderat ,komunitas aktivis dan LSM, kelompok-kelompok perempuan yang terlibat dalam kampanye kesetaraan, beserta penulis dan jurnalis moderat. 
Contoh fakta: Penguatan moderasi beragama bagi Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama salah satunya di Sukoharjo pada tanggal 19 Oktober 2021.

3. Pengopinian moderasi beragama melalui media, terutama media online. 

Menurut lembaga riset Amerika Serikat Rand Corporation ,radio dan televisi merupakan alat yang paling dominan yang digunakan oleh Amerika Serikat dalam menyebarkan isu yang hendak digulirkan. 
Begitu pula media massa semacam Kompas,Suara pembaruan dan Tempo terasa secara masif mengopini-kan Islam moderat dan mengangkat tokoh-tokoh Islam moderat sebagai narasumber sehingga dikenal dan mampu mempengaruhi masyarakat. 
Contoh fakta: Agen CIA memiliki, mensubsidi dan mempengaruhi banyak surat kabar, kantor berita dan media lainnya. (Sumber:Terorisme &Konspirasi Anti Islam, hlmn 78-79).

4. Memasukkan moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan. 

Lembaga pendidikan dianggap sebagai kunci dalam pengembangan moderatisme yaitu melalui pesantren dan madrasah yang banyak tersebar di Indonesia.
Menurut laporan lembaga riset, sejumlah kurikulum untuk tujuan sekularisasi dan modernisasi telah dimasukkan ke Pesantren dan Madrasah meski pendidikan Islam tetap menjadi fokus pendidikan mereka.
Contoh fakta: Penerbitan buku/modul moderasi beragama tingkat RA, MI&Madrasah oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag mulai tahun ajaran baru 2020.

Ada pula Pemilihan Duta Moderasi tingkat Madrasah dengan tema Moderat Madrasah ku Moderat Indonesia ku
Serta Lomba Makalah&Video Moderasi bagi guru Madrasah dengan total hadiah 35 juta.

5. Menggunakan penguasa sebagai alat.
     
Penguasa memiliki posisi yang strategis dalam pengopinian Islam moderat.
Dukungan penguasa memudahkan Ide ini diadopsi dalam berbagai bidang seperti pendidikan dan sosial budaya.Ini karena penguasa memiliki kekuatan untuk membuat aturan mengangkat pejabat se ide dan punya potensi mempengaruhi masa.
Contoh fakta: 25 Oktober 2021 di Solo, Wapres Ma'ruf Amien  Resmi Buka Konferensi Internasional Tahunan Studi Islam AICIS (Annual International Conference on Study Islam) yang didalamnya mempromosikan Indonesia sebagai Pusat Kajian Islam Moderat.  Tribunnews.com

6. Memanfaatkan pusat penelitian dan studi tentang Islam sebagai sumber informasi utama bagi para pengambil keputusan dan kebijakan. 

Pusat-pusat kajian Islam yang banyak bermunculan di Indonesia ternyata memiliki "backing" Barat. Barat mengambil Hasil studi dan monitoring mereka di tengah kaum muslim itu sebagai bahan baku "dapur strategi" dalam rangka mengubah output akhir untuk tujuan peringatan dini tentang Islam kelompok-kelompok Islam dan kebangkitan Islam. Selain itu hasil-hasil penelitian tersebut juga digunakan dalam membangun strategi dan kebijakan praktis untuk menghadapi perkembangan yang terjadi dalam gerakan islam ditingkat negara dan kelompok-kelompok Islam. 

7.Promosi Kesetaraan Gender itu hak perempuan adalah sebuah Medan pertarungan utama (major Battle ground) dalam perang ide di dunia Islam.

Promosi kesetaraan gender adalah komponen kritis dari beberapa proyek untuk memberdayakan Muslim moderat. 
Contoh fakta: Nuriyah istri Gus Dur telah mampu mempublikasikan studi exegetical yang bertujuan untuk menghapuskan poligami melalui reinterpretasi konsep Alquran bahwa Qurani ideal adalah monogami. Hak perempuan untuk secara bebas memilih pasangan tidak dibatasi. 

Bahaya Islam Moderat

1. MEMBAHAYAKAN AKIDAH UMAT ISLAM karena mencampuradukan yang hak dan yang batil dengan alasan untuk menjaga kerukunan antar umat bergama, mewujudkan toleransi, keramahan, dan kedamaian, seperti mengucapkan selamat natal dan merayakan hari besar agama lain. 

2. MENGAJARKAN PENERIMAAN TERHADAP PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KUFUR seperti demokrasi yang memberikan kewenangan manusia membuat aturan yang menghalalkan sesuatu yang haram seperti riba, legalitas khamr atas nama kearifan budaya lokal. Sebaliknya Islam moderat mengharamkan apa yang dihalalkan seperti pernikahan dini.

3. MEMECAHBELAH UMAT Islam moderat selalu diversuskan dengan Islam radikal, Islam fundamental, atau ekstremis yakni Islam kaffah yang mengajarkan aspek ruhiyah (ibadah mahzhah) juga mengajarkan siyasiyah/politik (pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai syariat Islam).

4. MENGAJARKAN PENOLAKAN TERHADAP KONSEP KHILAFAH ISLAMIYAH dengan alasan Islam tidak menentukan bentuk baku sistem pemerintahan.  Dengan alasan ini, kampanye besar-besaran Islam moderat dilakukan untuk membendung arus pergerakan dakwah penegakkan Khilafah Islamiyah.

Membendung Islam Moderat

Melihat bahayanya yang begitu besar bagi umat Islam, agar umat Islam tak selalu dibohongi dengan ide ini, tak ada solusi lain kecuali tolak dan bendung penyebaran idenya dengan: 

1. Menguatkan akidah/keimanan untuk membentengi diri dari pemahaman sesat seperti moderasi beragama, pluralisme.  
2. Meningkatkan pengetahuan Islam agar terhindar dari pemahaman keliru.  
3. Memahami ada hidden agenda di balik ide ini yaitu terdapat makar Barat dengan perpanjangan tangan umat Islam sendiri.

Khatimah

Telah sangat jelas bahwa ide Islam moderat tidak berasal dari Islam, terlebih lagi bahaya ide ini sangat nyata. Penyebaran paham ini akan memecah belah persatuan umat, memalingkan perjuangan kaum Muslimin dan menjauhkan penerapan Islam kaaffah, serta semakin melanggengkan penjajahan Barat. Alih-alih bisa membawa umat kepada kebangkitan, justru yang terjadi adalah akan semakin menjauhkan umat dari kebangkitan. Oleh sebab itu, umat Islam harus membendung pemikiran Islam moderat dari akarnya dan membuangnya jauh-jauh.

Semua pihak, termasuk negara harus berperan aktif dan turut serta dalam melindungi umat dari setiap upaya yang ditujukan untuk menggerus, menistakan dan melenyapkan akidah Islam serta memberikan keleluasaan kepada umat untuk belajar dan melaksanakan hukum-hukum Islam secara sempurna. Semua ini hanya mungkin dilakukan jika syariah Islam diterapkan secara total dalam sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah ala minhaj an-nubuwah.
 
Telah sangat jelas sesungguhnya bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk mengamalkan Islam secara kaaffah, ajaran Islam yang dicontohkan dan dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw, bukan Islam moderat. Baik menyangkut kehidupan pribadi, keluarga, maupun ketika bermasyarakat dan bernegara. Dengan kata lain , kita diminta untuk mengatur seluruh urusan kehidupan dengan Islam.Sebagaimana firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (TQS Al-Baqarah [2]: 208) 

Wallahu a’lam bishawwab.[]
banner zoom