Sabar Menggenggam Kebenaran

Oleh: Ratna Sumiarti

Siapa saja yang meminta kesabaran (kepada Allah). Allah akan membuatnya sabar (Al hadist).


Dalam hidup cobaan selalu ada. Begitu juga cobaan dalam dakwah. Ada yang diberi cobaan dengan kemudahan. Ada pula dengan kesulitan demi kesulitan.


Kemudahan yang diperolehnya bisa jadi berupa dilapangkan waktu, harta atau yang lainnya. Apakah segala kemudahan ini menjadikannya lalai akan kebutuhannya dengan dakwah? Atau menjadi pecut semakin giat menyeru manusia pada kebaikan.


Adapun kesulitan demi kesulitan yang menguras pikiran dan jiwanya. Apakah membuatnya mundur dari barisan dakwah? Atau berdiri kokoh memegang kebenaran Din Islam.


Kesulitan - kesulitan ini berbagai macam tingkatan. Mulai dari penolakan dalam dakwah secara halus sampai kasar. Dihina, dimusuhi, diintimidasi, hingga terancam nyawanya. 


Cobaan, Mengokohkan Pengemban Dakwah 

Hari ini pengemban dakwah mengalami berbagai macam cobaan. Label radikal diberikan pada mereka yang memegang teguh ke-Islamannya. Tulisan-tulisan menyuarakan kebenaran yang tak sejalan dengan penguasa menjadi sasaran UU ITE.  Ulama-ulama yang menyuarakan kebenaran tak luput jadi incaran untuk dijebloskan ke jeruji besi. Syariat Islam diambil sebagian, ditolak sebagian. Dan masih banyak cobaan yang menimpa kaum muslimin hari ini. Termasuk didalamnya pengemban dakwah.


Cobaan bagi pengemban dakwah selayaknya menjadikan ia semakin kokoh. Menjadikannya semakin yakin pada Islam. Semakin menguatkan tekadnya untuk tetap berdiri tegak melawan kedzaliman. Ibarat mutiara. Kepedihan demi kepedihan yang masuk dalam diri kerang, membuatnya semakin kuat dan menghasilkan barang berharga. Keberadaannya kerap dicari. Pun pengemban dakwah cobaan ini akan membuatnya menjadi pengemban dakwah yang Kokoh. Berani menyuarakan kebenaran walau nyawa menjadi taruhan. Keberadaannya menjadi cahaya bagi umat, di tengah kegelapan.


Ada sebuah kisah ulama yang patut menjadi cambuk semangat amar ma'ruf nahi Munkar tetap membara. Keteguhannya dalam kebenaran sangat layak jadi panutan. Ialah Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.  Atau lebih dikenal Imam Hambali. Salah satu ulama madzhab terkenal hingga hari ini. 


Imam Ahmad bin Hanbal diuji dengan  jeruji besi dan siksaan bertubi-tubi. Menolak pendapat Khalifah bahwa Al-Qur'an adalah Mahluk. 


Saat itu di hari ketiga Imam Hambal  bertemu empat mata dengan Al-Mu'tashim . Al - Mu'tashim berkata pada beliau bahwa ia prihatin dengan beliau, dan putranya, Harun. Imam Ahmad menjawab dengan jawaban sebelumnya. Tidak mundur sedikitpin. Sehingga membuat Al- Mu'tashim naik darah dan berkata kepada Imam Ahmad; "Semoga engkau dikutuk Allah. Sungguh aku menginginkanmu. Tangkap dia!"


Sejak saat itu Al-Mu'tashim memerintahkan pada aparatnya untuk melucuti pakaian Imam Ahmad bin Hanbal. Mengikat Imam Ahmad dan mencambuk dengan cemeti. Jumlah algojo sangat banyak. Bergantian mencambuk Imam Hanbal. Seorang algojo memukul dengan pedangnya sambil berkata; "Anda ingin mengalahkan semua algojo ini?" Para algojo terus mencambuk dan memukuli Imam Ahmad setiap hari hingga beliau tidak sadarkan diri.


Penyiksaan ini terus berlanjut dihari-hari berikutnya. Cambukan dan pukulan para algojo membekas di tubuh Imam Ahmad yang saat itu sudah lanjut usia. "Demi Allah, aku sudah melihat seribu pukulan. Namun aku tidak pernah melihat pukulan yang lebih sadis daripada pukulan ini." saksi salah satu orang yang membawa Imam Ahmad berobat.


Begitu tegar dan sabar Imam Ahmad menghadapi cobaan siksaan dari penguasa saat itu. Dengan ketegaran dan kesabaran inilah membuat kesesatan Aqidah terselamatkan.  Hingga cahaya kebenaran bisa kita rasakan hingga hari ini. Kesesatan tumbang oleh kebenaran yang digenggam kuat para ulama.


Selain kesabaran dan ketegaran Imam Ahmad. Ada kejadian yang menakjubkan. Ditengah siksaan cemeti dan pukulan Imam Ahmad sangat khawatir jika celananya turun dan terlihat aurat beliau. Sehingga beliau berdoa agar auratnya jangan sampai tersingkap. Allah pun mengabulkan doa Imam Ahmad, auratnya tetap tertutup (Tafsir Ibnu Katsir). Ma syaa allah ditengah pedihnya siksaan dan pukulan Imam Ahmad sangat wara' dan takut kepada Allah. 


Itulah kisah Imam Ahmad yang hendaknya menjadi pembakar semangat kita untuk terus berjuang menegakan agama Allah. Berbagai cobaan yang datang kita hadapi dengan sabar. Kesabaran inilah yang menguatkan kita di jalan dakwah. Kesabaran ini juga menghantarkan pada pertolongan Allah.


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ 

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah Ayat 153)


Selain kesabaran hendaknya pegemban dakwah memiliki keteguhan dalam mempertahankan kebenaran. Sebagaimana keteguhan Imam Ahmad dalam kebenaran bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah bukan mahluk. Walaupun keteguhan dalam kebenaran ini sangat berat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ


“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260.)


Keteguhan terasa sangat berat dan penuh resiko. Tapi yakinlah keteguhan dalam kebenaran ini yang akan membuat kebatilan sirna. Membuat runtuhnya singgasana kedzaliman. Sehingga cahaya Islam tetap benderang menerangi dunia. 


Wa'allahualam bish shawabi

banner zoom