Bangkitlah Dari Tidurmu Wahai Khoiru Ummah

Oleh: Dwi Nesa Maulani (Komunitas Pena Cendikia)

Ada yang menarik dari sikap pengguna WhatsApp di Indonesia yang mayoritas muslim. Mereka berbondong-bondong meninggalkan raksasa platform messaging itu. Ini buntut dari rencana WhatsApp yang akan membagikan data pribadi pengguna kepada induk usahanya yaitu Facebook.


Dilansir dari CNBC Indonesia tercatat jumlah instalasi WhatsApp merosot mencapai 13%. WhatsApp diunduh sebanyak 1,3 juta kali. Berbeda dengan tujuh hari pertama di awal tahun yang mencapai 10,3 juta download. Lain halnya dengan rivalnya yakni Telegram yang mendapat tambahan download hampir 1,7 juta kali. Sementara itu Signal mendapat 1,2 juta download. 


Terlepas untung atau rugi suatu perusahaan bukanlah menjadi fokus di sini. Yang perlu disorot adalah ternyata dengan sedikit gertakan dari umat bisa membuat raksasa korporasi kelojotan. Ketidaksetiaan penggunanya memaksa WhatsApp menunda kebijakan privasi barunya. Kini WhatsApp sedang sibuk memberikan sosialisasi kepada penggunanya terkait privasi dan keamanan.


Bukan kali ini saja umat muslim di Indonesia menunjukkan tajinya. Sebelumnya ada pemboikotan produk Perancis gara-gara sang presiden Emanuel Macron mendukung kebebasan berpendapat yakni mendukung karikatur Nabi Muhammad SAW. Aksi ini dilakukan oleh berbagai negara muslim di dunia yang sangat memukul perekonomian Perancis.


Selain itu ada korporasi raksasa lain, Unilever juga pernah jadi sasaran boikot umat muslim di Indonesia. Unilever dengan bangganya mendukung gerakan LaGiBeTe. Sontak hal itu membuat umat kesal dan memboikot produk-produk Unilever. Dampaknya saham emiten barang konsumer yang menjadi incaran investor pasar modal ini ambles.


Dua perusahaan yang bernasib sama yaitu Traveloka dan Sari Roti. Keduanya juga pernah jadi sasaran boikot. Dampaknya emiten roti tersebut laba bersihnya anjlok. Sementara Traveloka tak bisa dilihat kinerjanya karena belum go public.


Itulah beberapa aksi umat muslim bila sedang marah dan kecewa. Jika kemarahan setiap orang diakumulasi, hasilnya kerugian yang dialami korporasi. Kekuatan umat ini ada pada kesatuan. Andaikan umat islam di seluruh dunia bisa bersatu, para raksasa pemegang kunci perekonomian pun akan tumbang. Negara besar pun akan bertekuk lutut.


Tapi sayangnya umat islam belum sepenuhnya menyadari kekuatannya. Mereka masih terpecah-pecah dengan sekat nasionalisme. Mereka masih diadu domba dengan istilah islam moderat dan islam radikal.


Mereka masih tertidur pulas dan bermimpi. Mimpi hidup sejahtera dengan ekonomi liberalisme. Mimpi hidup aman dan damai dengan sistem hukum kapitalisme. Mimpi terwujud keadilan dengan demokrasi. Tapi semua itu cuma mimpi. Kenyataannya mereka hidup tak seindah di alam mimpi.


Sudah saatnya umat islam di seluruh dunia bangkit dari tidur panjangnya. Sudah saatnya umat islam menyadari bahwa mereka punya kekuatan yang bisa mengguncang dunia jika bersatu. Ikatan pemersatunya adalah akidah islam. Tuhan mereka satu. Kitab mereka satu. Nabinya satu. Kiblatnya satu. Tak seharusnya mereka bercerai berai.


Umat islam harus menyadari bahwa kebangkitan yang sesungguhnya dimulai dari pemikiran. Pemikiran akan mempengaruhi pemahaman dan pemahaman akan mempengaruhi perilaku. Untuk itu perlu pemikiran yang mendasar dan menyeluruh terhadap islam. Sehingga terbentuk pola pikir dan perilaku islami. Setiap muslim hanya akan ridho jika diterapkan aturan islam saja bahkan sampai level negara. Bukan aturan sekulerisme yang memisahkan islam dari kehidupan.


Jika umat bersatu dengan ikatan pemersatunya yaitu akidah islam maka akan benar-benar terwujud umat islam sebagai khoiru ummah. Sebagaimana firman Allah SWT, "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah".  (TQS Ali Imran: 110).


Umat islam akan ditakuti musuh-musuhnya jika islam saja yang dijadikan pegangan hidup. Dan hanya Allah sajalah sebagai tempat berlindung. Dalam surat Al Ankabut ayat 41 Allah SWT berfirman yang artinya "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."


Allah SWT menjelaskan bahwa rumah laba-laba yang paling lemah. Namun ada laba-laba jenis Pholcidae. Jika laba-laba tersebut disemprot dengan campuran air, karbon nanotube, dan lempeng graphene, akan dihasilkan seutas benang yang lebih kuat dari serat kevlar. Kevlar adalah jenis benang yang digunakan sebagai bahan baku rompi antipeluru.


Begitulah Allah SWT mencela siapa saja yang menjadikan pelindung selain Allah SWT. Rumah laba-laba yang lemah di mata manusia tapi sebenarnya punya kekuatan yang besar. Umat islam janganlah berlindung di balik harta dan kekuasaan maupun manusia lain. Umat islam harus percaya diri menunjukkan keislamannya. Berbanggalah dengan islam kaffah. Bangkitlah wahai khoiru ummah dengan islam kaffah.

banner zoom