Pengaburan Sejarah di Balik Pemblokiran Film Khilafah

Oleh: Susilawati
(Aktivis Muslimah) 

Penamabda.com - Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) sekarang menjadi perbincangan di tengah publik, bahkan sampai dituding sebagai proyek propaganda.
Film JKdN diluncurkan pada Kamis, 20 Agustus 2020 yang disutradarai oleh Sejarawan yang bernama Nicko Pandawa dari komunitas literasi JKdN. Namun, film tersebut beberapa kali di blokir di tengah pemutaran film.
Di lansir dari Suara.com (21/8/2020) bahwa ketika penonton mau memutar film maka keluar notifikasi yang berbunyi, "Video tidak tersedia, konten ini tidak tersedia di domain negara ini karena ada keluhan hukum dari pemerintah".

Film tersebut menampilkan beberapa tokoh seperti Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, Ketua DPD HTI Rakhmat S Labib, dan Ustadz Felix Siauw serta beberapa pembicara lainnya seperti Ustadz Teuku Zulkarnain, Mizuar Mahdi, Alwi Alatas, dan Moeflich Hasbullah.
Dilihat pada berita online Terkini.id, hingga Jum'at 21 Agustus 2020 video JKdN sudah dilihat hingga 278.372 pasang mata.

Film ini menceritakan hubungan Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara yang disebut Nusantara dengan pemerintahan Khilafah Turki Utsmani. Pemblokiran film oleh pemerintah menuai banyak protes salah satunya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain, Ia meminta jawaban resmi dari Pemerintah terkait dengan alasan pemerintah memblokir film JKdn tersebut. Beliau juga mempertanyakan, apakah ada hukum negara yang di langgar dari penayangan film tersebut.
Beliau juga menjelaskan bahwa NKRI negara hukum, tidak boleh sewenang-wenang.

Ketakutan berbagai pihak akan terungkapnya sebuah kebenaran bahwa Nusantara adalah bagian dari KeKhilafahan nampak jelas terlihat, ini terbukti dengan pemutaran film JKdN banyak orang yang merasa terusik sehingga berbagai upaya mereka lakukan yaitu dengan membutakan hati dan pemikiran umat. Usaha pencabutan dan penguburan sejarah Khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam yang diwariskan Rasulullah Saw.

Sejarah adalah tafsir faktual terhadap kehidupan umat, oleh sebab itu ada saja pihak yang ingin menghilangkan jejak rekam Khilafah dari ingatan sejarah tentang kejayaan Islam.
Film dokumenter yang memaparkan edukasi sejarah melalui media digital, JKDN telah sukses menyingkap fakta-fakta yang selama ini berusaha ditutupi. Fakta sejarah tentang gemilangnya kejayaan Islam yang selama ini dijauhkan dari generasi muda. Generasi muda hanya diajarkan tentang kejayaan di masa kerajaan Hindu-Budha, Majapahit, dan Sriwijaya saja.

Upaya rezim menjauhkan umat dari Khilafah sama halnya menjauhkan umat dari Islam.
Banyak orang Indonesia belum tahu tentang ide Khilafah, beberapa tahun belakangan setelah HTI terus menyuarakan pentingnya kaum muslim menegakkan kembali institusi Islam maka organisasi tersebut pun dicabut izin BHPnya. Sayangnya tawaran solusi ini tidak digubris malahan mengkambing hitamkan ide tersebut karena dianggap suatu ancaman berbahaya bagi negara. Mereka para pengusung ide tersebut dikatakan sebagai kumpulan orang-orang radikal dan disamakan dengan fahan terlarang Marxisme dan Komunisme. Ini sungguh perbuatan yang sangat fatal.

Sekularisme merupakan paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Paham tersebut dihembuskan ditengah umat oleh musuh-musuh Islam. Mereka mulai menciptakan keraguan di dada kaum muslim terhadap nilai-nilai dan prinsip Islam. 
Setelah membuat keraguan terhadap hukum Islam juga keraguan pada aturan Allah Saw. Mereka mengadu domba muslim dan menghasut untuk melakukan kemaksiatan terhadap hukum-hukum Islam. Mengatakan bahwa Islam tidak layak dan tidak compatible di bumi Indonesia.

Demi mengalahkan Islam mereka menawarkan ide sekularisme sebagai pengganti Islam yang sempurna. Akhirnya umat merasa ragu dan lambat laun meninggalkan hukum syara'. Saatnya kita mengganti sistem demokrasi ini dengan memperjuangkan dan menegakkan sistem pemerintahan Islam yaitu Khilafah. Negara sebagai perisai umat sudah sepatutnya menjadi pelaksana dakwah Islam keseluruh dunia bukan sebaliknya menjadi pembebek asing dan mengkriminalkan sejarah Islam.

Khilafah adalah janji Allah Swt dan bisyarah (kabar gembira) bagi kaum muslim sehingga wajib untuk memperjuangkannya dan menyambut kemenangannya.
Syariat Islam adalah solusi problem manusia dari individu, bermasyarakat bahkan negara. Mari menjemput kemenangan Islam dengan berkontribusi menyampaikan yang haq tentang Islam serta syariatnya. Penolakan sekeras apapun tidak bisa menghalangi apalagi menundanya. Upaya untuk memadamkan cahaya agama Allah Swt justru makin menyempurnakan agama Allah Swt.

Perjuangan untuk menegakkannya bukanlah hal mudah dan tidak bisa di lakukan sendiri, sehingga hendaknya perjuangan ini kita lakukan bersama dan berjamaah. Semakin banyak yang memperjuangkan dan mendukung maka pertolongan Allah Swt akan semakin dekat.

Negeri yang aman, tentram, damai dan sejahtera yang selam ini dirindukan oleh umat seluruh dunia akan segera terwujud. Pada saat itu umat akan menyaksikan dan merasakan betapa Islam adalah Rahmatan lila aalamin.

Wallahu a'lam bishawab.
 
banner zoom