LBGT DICERCA, KENAPA?

Oleh : Indrarini (Pemerhati masyarakat)

Penamabda.com - Serendah rendahnya binatang yang tak punya akal, tak rela jika betinanya di ganggu oleh pejantan lainnya. Dia akan menyalak dan berkelai untuk menunjukkan martabat kejantanannya.Tapi tidak demikian untuk kaum LGBT. Jadi mana yang lebih bermartabat, binatang atau kaum LGBT ?

Keresahan masyarakat atas dukungan perusahaan Unilever terhadap gerakan Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) mendapat reaksi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga berbagai kecaman di dunia maya, yang berujung pada anjuran untuk memboikot produk-produk Unilever. Republika.co.id  (29/6)

Hal ini selaras dengan pernyataan 
Ketua Komisi Ekonomi MUI, Azrul Tanjung saat di hubungi Republika, ahad 28/6) yang menegaskan pada masyarakat, agar berhenti dan memboikot Unilever, lalu beralih pada produk lain. "Kita akui Unilever ini memang perusahaan terbesar, tapi bukan berarti kita tidak bisa beralih ke produk lain, justru sekarang kesempatan bagi produk lain untuk mengambil posisi,” katanya menambahkan.

Wajar jika dukungan terhadap gerakan LGBT akan menuai banyak cercaan. Karena gerakan ini merupakan perilaku yang menyimpang, melanggar norma-norma, mendatangkan berbagai penyakit menular dan menyalahi ketetapan yang telah digariskan, sehingga akan mengundang murkanya Alloh. Sebagaimana Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَلْعُونٌ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“Sungguh dilaknat orang yang melakukan perbuatan (liwath) seperti yang dilakukan kaum Luth.” (HR. Ahmad)

Seperti kita ketahui, bahwa Alloh telah membekali manusia akal untuk berfikir, dan naluri yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah naluri ketertarikan pada lawan jenis (ghorizatunau'). Sehingga sudah menjadi fitrah bagi manusia yaitu berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan, agar saling melengkapi, berbagi dan saling mengisi satu sama lain.

Dan kebutuhan naluri ini haruslah dipenuhi sebagaimana harus terpenuhinya kebutuhan jasmani seperti makan dan minum. Jika kebutuhan naluri ini tidak dipenuhi, niscaya nafsulah yang akan bertindak untuk meggiring kepada kemaksiatan, dan keluar dari fitrah sebagai manusia.

Kenapa banyak yang keluar dari fitrah sebagai manusia dan bertindak layaknya seperti binatang yang tidak punya aturan ? Hal ini karena sistem yang berkuasa saat ini, yaitu sekulerisme yang bersumber dari ideologi kapitalis, menjunjung tinggi adanya kebebasan. Seperti kebebasan berekspresi, kebebasan bergaul, kebebasan seks, juga kebebasan hak azazi manusia untuk berkehendak, dan melakukan apa saja sesukanya. Batasannya hanyalah "yang penting  tidak mengganggu orang lain. 

Sistem kapitalisme juga tidak mengenal halal atau haram, yang ada hanyalah suka atau tidak suka, bermanfaat untuk kesenangannya ataukah tidak. Sehingga di era berkuasanya sistem kapitalis saat ini, banyak melahirkan jiwa-jiwa manusia yang rusak pikiran. Sehingga berakibat pada rusaknya sistem kehidupan manusia. Bahkan jika gaya hidup LBGT yang sekarang marak dibiarkan saja dan tidak dihentikan, bukan tidak mungkin bahwa lama-lama jumlah manusia akan terus berkurang dan ahirnya punah, karena hubungan sesama jenis seperti yang dilakukan pelaku LBGT tidak mungkin bisa memiliki keturunan.

Dalam memenuhi kebutuhan seksual atau "naluri ghorizatunau'" ini, Alloh memerintahkan kita untuk menikah atau jika belum mampu, maka haruslah menundukkan pandangannya.
Karena pada naluri manusia terdapat pula hawa nafsu, maka jangan sampai naluri itu dipenuhi dengan hawa nafsu. Oleh karenanya harus disalurkan dengan jalan yang baik dan benar yaitu melalui penikahan. Karena pernikahan merupakan fitrah manusia serta naluri kemanusiaan itu sendiri. Dengan tujuan agar masing-masing  menjadi tenang dalam menjalani hidupnya, juga untuk mewariskan sifat-sifatnya dan untuk melestarikan keturunannya. Bahkan jika dididik dengan berdasarkan agama, akan menjadi investasi yang kelak akan selalu mendoakan saat orang tuanya telah tiada.

Sebagaimana Alloh SWT berfirman yang artinya:
"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?"
(Qs. An Nahl Ayat 72)

Jadi, perlawanan terhadap gerakan LGBT harus terus digencarkan secara sistematis, dengan cara menghapus faham, system, maupun individu atau lembaga liberal dengan melahirkan individu maupun institusi atau lembaga  yang taat dan menebar rahmat.

Wallohua'lam bishowab.
banner zoom