Allah Tak Perlu Dibela Namun Muslim Perlu Membela Allah

Oleh : Putri Oktavia Lestari
(Aktivis Muslimah)

Penamabda.com - Jangan pernah pisahkan kedua statemen tersebut Karena keduanya memiliki peranan penting dalam menjaga muslim selalu berada pada koridor syariat dan ketauhidan yang benar. Mengapa demikian?  Mari kita analisis kedua pernyataan diatas. 

Pertama, Allah tidak perlu dibela karena Allah berkuasa atas segala sesuatu, kekuasaan Allah meliputi segalanya. Alam semesta dan isinya milik Allah. Allah raja diatas raja. Tidak ada Sekutu baginya. Semua nama dan sifat Allah menggambarkan betapa agung dan mulianya Allah. 

Allah tidak perlu pembelaan dari manusia yang penuh kehinaan dan keterbatasan. Tak perlu pembelaan dari manusia yang bahkan dalam mengurus dirinya saja tak mampu. Tak perlu pembelaan dari makhluk ciptaannya sendiri. Membela atau tidaknya manusia tidak akan pernah mengurangi atau menambahkan kekuasaan Allah SWT sedikit pun karena Allah bersifat kekal. 

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِ نَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 6)

Pernyataan ini penting sekali ditanamkan dihati setiap muslim yang senantiasa berjuang dijalan Allah menjadi hawariyyun (penolong agama Allah)  agar terhindar dari penyakit hati seperti ujub, riya, sombong, dan takabur. Sombong Karena merasa, berkat usaha dan kegigihan dakwahnyalah menjadikan islam jaya diatas muka bumi. Ujub berbangga diri  atas usaha beramar ma’ruf nahi mungkar banyak orang yang telah hijrah berubah menjadi lebih baik. 

Dan masih banyak lagi momen yang membuat para muslim terlalu percaya diri dengan kemampuannya. Sehingga tak sadar kejayaan islam yang  terjadi tidak lain dan tidak bukan semua atas ijin Allah. Tidak sadar bahwa Allah akan selalu menjadikan islam jaya dimuka bumi walau diantara kita tidak ikut andil berjuang dijalan Allah. 

Penyakit hati seperti ini yang mengikis ketauhidan seorang muslim. Karena manusia berani memakai selendang Allah yang tidak cocok dipakai oleh makhluk. Selendang Allah adalah sifat sombong. 

Namun disamping pernyataan pertama, seorang muslim harus memahami pernyataan kedua. Muslim Harus Membela Allah dengan menjadi Hawariyyun. 

Perintah menolong agama Allah disyariatkan dalam Al-quran
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْۤا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَا لَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوٰارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَا لَ الْحَـوٰرِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰ مَنَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةٌ ۚ فَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظٰهِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.”
(QS. As-Saff 61: Ayat 14)

Perintah menolong agama Allah tidak serta merta di definisikan bahwa Allah lemah dan butuh pertolongan. Namun  perintah ini sebagai peluang seorang muslim khususnya orang yang beriman agar mendapatkan keutamaan di sisi Allah, mendapatkan pahala terbaik, dan mendapatkan kemenangan. 

Bukankah Rasulullah SAW selama hidupnya tak pernah absen berdakwah. Mulai dari Mekkah hingga hijrah ke Thaif, Habasyah, dan terakhir Madinah. Sehingga islam atas ijin Allah menjadi jaya diatas muka bumi, syariat Allah menjadi rahmat bagi seluruh alam. Wasilah dakwah Rasulullah bersama para sahabat  kejayaan islam tak dapat dielakkan selama 14 abad, islam mampu menguasai 2/3 dunia. 

Lantas apakah kita mengira bahwa Rasulullah telah salah karena membela Allah dengan berdakwah? Menjadikan satu-satunya hukum yang tegak mengatur Ummat hanya syariat Allah, maka jawabannya iyalah tidak. Karena dakwahpun termasuk perintah Allah yang darinya maka Allah ridho dengan muslim dan muslim ridho terhadap Allah. 

Maka Muslim harus membela Allah, karena visi hidupnya hanya untuk Allah saja, bagaimana pun kondisinya Syariat Allah harus tegak secara kaffah dimuka bumi ini. Karena menjadi pembela agama Allah, merupakan peluang emas untuk mendapatkan keridhoan serta syurgaNya. 

Allahu’alam bishowwab
banner zoom