Agar Covid-19 Tak Menyebar di Pasar

Oleh : Retno Puspitasari, S.Si (Aktivis Muslimah Batam)

Penamabda.com - Adakah perempuan yang tak berhubungan dengan pasar? Pasar dan perempuan seolah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Meskipun mungkin tidak langsung berhubungan dengan pasar, namun aktivitas berbelanja kebutuhan sehari-hari menuntut interaksi dengan para pedagang yang mondar-mandir ke pasar. Masalahnya di tengah pandemik ini, pasar menjadi salah satu tempat penyebaran Covid-19 terbanyak. 

Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (IKAPPI) seperti yang diberikan idntimes.com mencatat, hingga hari Senin (22/06) sebanyak 701 pedagang terinfeksi Covid-19 di 129 pasar seluruh indonesia. Pasar yang menjadi klaster penularan Covid-19 terdapat di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Cilegon, Surabaya, Malang, Semarang  dan Batam. Pasar Toss 3000 di Jodoh, bahkan berpotensi menjadi klaster besar penyebaran Covid-19 di Batam. Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Batam, Muhammad Rudi, hingga saat ini, di klaster Pasar Toss 3000 sudah 13 orang terinfeksi Covid-19. (Batampos.co.id, 17/6/2020)

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan pasar tradisional berpotensi besar menjadi klaster penyebaran Covid-19 karena contact rate di lokasi itu sangat tinggi.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan Pasar TOS 3000 Sei Jodoh dengan penerapan protokol kesehatan seperti pengaturan jarak antar pedagang, penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer, serta mengatur pintu masuk dan keluar. Penataan ini memerlukan waktu lima hari, sehingga pasar sementara ditutup. 
 Selain menerapkan protokol kesehatan, juga akan dilakukan rapid test untuk 2500 orang pedagang pasar TOS 3000. Sterilisasi lokasi dengan penyemprotan desinfektan juga akan dilakukan.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra mengingatkan bahwa penanganan Covid-19 di pasar seharusnya berbeda dengan tempat lainnya. Karena pasar memiliki karakter yang berbeda dengan sekolah, perkantoran dan kawasan industri. Di pasar selain ada orang, yaitu penjual dan pembeli juga ada barang dan uang. 

"Pembeli itu tidak terdata, dan cara melakukan mitigasi kepada penjual jangan mendatanginya di pasar. Periksalah di rumahnya dan juga lakukan secara persuasif untuk melakukan protokol kesehatan," terang Hermawan. Sementara untuk pengunjung, sebaiknya lebih banyak dalam penerapan protokol kesehatan seperti dengan therma gun dan menggunakan masker, serta jaga jarak. Semua itu untuk mengantisipasi dan ada perbedaan karakter antarpenjual dan pembeli," jelasnya. (okezone.com, 14/6/2020)

Jangan Biarkan Covid-19 Merajalela

Beragam upaya memang harus dikerahkan dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. Hal ini tentu butuh arahan dari pemerintah agar masayarakat tetap waspada. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah :

Pertama, melakukan sosialisasi pada masyarakat, bahwa kondisi belum normal. Tetap harus melakukan protokol kesehatan ketika keluar rumah, apalagi berinteraksi dengan orang lain. Diantaranya dengan memakai masker atau face shield, sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Mengingat dengan adanya wacana new normal life, masyarakat terlihat kurang memperhatikan protokol kesehatan.

Kedua, segera melakukan tes terhadap pedagang di pasar TOS 3000 khususnya dan masyarakat Batam pada umumnya. Tes ini harus dilakukan secara cepat, agar bisa dengan segera memisahkan warga yang positif dan negatif.

Ketiga, melakukan isolasi bagi warga yang positif Covid-19 dengan tetap menjamin kebutuhannya. 

Segala upaya untuk mengatasi pandemik ini tidak boleh diabaikan meskipun harus menelan biaya yang banyak. Karena para pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyat yang dipimpinnya.

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)
banner zoom