Tebang Pilih Kebijakan, Ibadah Dikambinghitamkan

Oleh : Deny Rahma (Pemerhati Umat)

Penamabda.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB adalah kebijakan yang diambil pemerintah untuk memutus mata rantai penularan covid-19, selama ini nyatanya tak membuahkan hasil. Pemerintah seakan tak serius untuk menangani masalah yang berlangsung kurang lebih tiga bulan ini. Bisa dilihat pada kurva penularan covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin meninggi dan tak menunjukkan tanda-tandanya untuk melandai. 

Tak hanya itu, beredar beberapa video yang sempat viral di sosial media menunjukkan bahwa banyak mal atau pusat perbelajaan, di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik-pabrik. Mereka berdesak-desakan dan tak mengindahkan protokol kesehatan. Namun disisi lain umat Islam dilarang untuk berkumpul di tempat ibadahnya dan malah menutup serta membatasi ibadah didalamnya. Bahkan, di beberapa daerah para petugas dengan memakai pengeras suara mengingatkan masyarakat untuk tidak berkumpul di masjid. Melarang melaksanakan salat Jumat, salat jemaah serta tarawih di mesjid karena berbahaya. Bahkan ada juga petugas yang menjaga masjid dan melarang jamaahnya masuk kedalamnya.

Dikutip dari detik.com (17/05/1/202), bahwa Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas mempersoalkan sikap pemerintah yang tetap melarang masyarakat berkumpul di masjid. Anwar mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak tegas terhadap kerumunan yang terjadi di bandara. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid. Dan tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mal-mal, di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik-pabrik serta di tempat-tempat lainnya. Hal ini menunjukkan adanya ambivalensi sikap dari pemerintah yang tegas dengan rumah ibadah tapi tidak tegas dengan lainnya.

Sungguh sangat ironi bahwa kebijakan  yang diambil oleh pemerintah ini justru malah memihak kepentingan korporasi dan mengabaikan kepentingan rakyat serta menghambat kepentingan ibadah umat. Pemerintah yang seharusnya bisa dipercaya untuk menuntaskan dan memecahkan problematika masyarakat justru tak bisa tegas dan loyo dengan para pemegang modal. Mestinya disadari, kebijakan sejenis ini tidak mengantarkan pada solusi tapi malah melahirkan persoalan baru dan bahkan terjadinya gejolak di tengah masyarakat. Sehingga dapat menimbulkan lunturnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Dari ketidaktegasan yang diambil pemerintah ini maka sudah semestinya ulama bersuara lebih lantang untuk mengangkat setiap jenis aspirasi umat yang menjerit akibat kebijakan zalim rezim kapitalis. Mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan berani menyuarakan aspirasinya. Ditengah  wabah covid-19 ini yang telah terbukti banyak memakan korban maka seharusnya ulama juga tak lupa untuk mengajak masyarakat agar lebih taat kepada aturan yang telah Allah SWT berikan dan menerima dengan lapang dada bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini atas kehendak-Nya. Serta mengajak kembali pada solusi Islam, karena Islam telah terbukti dengan jelas sanggup menyelesaikan permasalah umat. Bahkan persoalan wabah seperti ini pernah terjadi di masa Rasulullah SAW dan telah tertangani dengan solusi Islam.

Pada Hadist Riwayat Imam Muslim menerangkan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya, ”Jika terjadi wabah pada suatu negeri, maka janganlah memasuki wilayah itu dan jika wabah terjadi pada wilayah tempat kalian tinggal maka jangan meninggakkan tempat itu.” 

Berdasarkan catatan sejarah pada masa itu, wabah yang sering terjadi merupakan kusta atau lepra. Maka sebagai tindakan pencegahan, Rasulullah memerintahkan untuk tidak berdekatan dengan penderita maupun wilayah yang terkena wabah maka konsep ini juga disebut dengan karantina wilayah. Mengisolasi atau mengunci area wabah sesegera mungkin dimana wilayah yang terkena wabah  dijaga dan diawasi agar masyarakat dari luar tak bisa masuk wilayah wabah dan yang berada didalam area wabah tidak keluar sehingga tak akan terjadi penularan yang lebih parah lagi.

Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda bahwa, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat (HR. Imam Muslim).  

Dari hadis ini bisa ditarik kesimpulan bahwa mereka yang terkena wabah harus segera diisolasi agar tak menulari lebih banyak orang lagi.

Dan bagi area terdampak wabah maka masyarakat tak akan kebingungan dengan kebutuhan hajat hidup mereka, pemerintah akan membiayai dan menanggung sepenuhnya apa yang mereka butuhkan tanpa memandang strata sosial. Sehingga masyarakat akan taat pada aturan dan tak akan terjadi kerumunan di tengah wabah, dan masalah ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat. Maka inilah solusi Islam yang benar-benar bisa memecahkan permasalahan umat dengan sangat sempurna ketika terjadi wabah, dengan aturannya yang tegas dan sesuai yang Allah SWT perintahkan. 

Waallahua’lam bishowab.

 

banner zoom