Sabar Menghadapi Ujian dan Ridha Terhadap Qadha

Oleh : Netty Susilowati, SPd (Revowriter Malang) 

Penamabda.com - Ditengah kondisi wabah yang mendera, tak tentu kapan meredanya, kita sebagai  kaum muslim diharuskan untuk bersabar menghadapinya. Bisa jadi kita yang tertimpa sakitnya. Atau kita tertimpa efeknya. Dirumahkan, tanpa penghasilan,  susah mendapatkan makanan, stress  berkepanjangan dan tak bisa mudik bertemu handai taulan. 

Sabar itulah yang diperintahkan. Banyak ayat maupun hadits yang menyatakan demikian. Diantaranya Qur’an Surat Az Zumar ayat :10 :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَاب

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Rasulullah juga bersabda dalam sebuah hadits:

“Barang siapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran”. (Mutafaq Alaih)

Sementara ridha terhadap qadha Allah adalah berserah diri terhadap qadha yang terjadi padanya. Jika sudah berupaya menghindari virus, tetapi ternyata masih terserang juga, inilah qadha. Sudah bekerja yang terbaik, masih dirumahkan karena alasan  virus, ini juga qadha. Manusia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas qadha yang menimpanya. Tetapi yang dihisab adalah sikap terhadap qadha itu. Apakah marah, benci atau bersabar atas qadha tersebut. 

Marah terhadap qadha hukumnya haram. Keharamannya ditunjukkan oleh hadits dari Mahmud bin Lubaid bahwa Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya jika Allah akan mencitai suatu kaum, maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka. Barang siapa yang bersabar, maka kesabaran itu bermanfaat baginya. Dan barang siapa marah (tidak sabar)maka kemarahan itu akan kembali kepadanya”. (HR Ahmad dan At tirmidzi) 

Pada pembahasan kali ini, kita perlu menelaah kesabaran lebih dalam lagi, untuk menghilangkan kesalahpahaman pada sebagian kaum muslimin tentang fakta dan makna sabar. Sabar yang pelakunya dijanjikan surga oleh Allah adalah :

1. Ketika mengatakan yang hak dan melaksanakannya 
2. Sabar sebagai buah ketaqwaan 
3. Sabar terhadap cobaan dan qadha adalah sesuatu yang akan menuntun menuju sikap konsisten. 
4. Sabar untuk berpegang teguh pada Kitab Allah, bukan melemparkannya dengan dalih beratnya cobaan 
5. Sabar yang mendekatkan pada Rabbnya bukan semakin jauh 
6. Sabar yang semakin menguatkan cita-cita dan akan mendekatkan jalan ke surga
7. Kesabaran orang-orang yang menghentikan orang yang dhalim tanpa merasa takut
8. Kesabaran pada saat melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dan tidak lemah meskipun dihadapkan kepada berbagai penindasan di jalan Allah 

Saat ini kala masalah hidup kian menumpuk, persoalan umat semakin kompleks, mulai dari masalah kemiskinan, pergaulan, kesehatan, pendidikan, sikap yang ditunjukkan kaum muslimin tak cukup hanya dengan sabar dan diam. Sabar pada kondisi sekarang, adalah sabar  pada saat melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Hingga mendekatkan diri pada Rabbnya tanpa batas dan tanpa syarat. 

Kesabaran hari ini adalah kesabaran Ali Baharsyah. Seorang pemuda yang difitnah dan di bui karena dakwahnya. Karena menyeru kepada agamanya. Karena berseru agar manusia tunduk patuh pada Rabbnya. Hingga hari ini, sosoknya tetap tegar, meski meninggalkan anak istri dirumah. Kebaikan dan taqwanya semakin terpancar ditempatnya sekarang. Dipenjara dakwahnya semakin gencar. Sikapnya tak pernah berubah. Ridha terhadap qadhaNya. Semoga kita bisa meneladaninya. 

Kesabaran hari ini adalah kesabaran dalam menasehati penguasa dzalim atas rakyatnya. Yang berlaku sewenang-wenang dan sekehendak hatinya. Tidak gentar meski ancaman persekusi dan penjara mendera. 

Kesabaran hari ini adalah kesabaran memperjuangkan syariatNya. Sabar dan tetap istiqomah berjuang menegakkan syariah dalam bingkai Khilfah Islamiyah.

Yassarallahu umurokum.
banner zoom