-->

ISLAM MEMAJUKAN PEREMPUAN

Oleh : Aya ummu Najwa

Penamabda.com - Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda;

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه

“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.”(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-QadarIII)

Juga tidak lepas dari makar musuh-musuh Islam yang senantiasa ingin menghancurkan umat ini, salah satunya dengan mengeluarkan para muslimah dari rumah-rumah mereka. Agar mereka ikut berbaur memperebutkan dunia hingga hilanglah kehormatan mereka dan hancurlah benteng pertahanan kaum muslim.

Sungguh telah jelas di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, maupun sebagai anak. Baik yang berkenaan dengan hak-hak maupun kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

Sebelum Islam datang, masyarakat di dalam maupun di luar jazirah arab tidak menghargai kedudukan dan harga diri wanita. Negara Yunani yang dikenal dengan peradaban yang tinggi ketika itu juga tidak menjaga kemuliaan perempuan. Bahkan mereka menganggap perempuan sebagai penyebab segala macam penyakit dan musibah bagi kehidupan umat manusia. Mereka juga dianggap sebagai makhluk rendah yang diperlakukan seperti budak. Begitu juga bangsa Romawi dan Persia juga berlaku tidak adil para wanita, mereka berlaku kasar dan menghukum berat wanita apabila mereka melakukan kesalahan kecil. Mereka hanya menganggap wanita sebagai pelampiasan seksual semata.

Akan tetapi dalam pandangan Islam, kedudukan wanita sama saja dengan kedudukan laki-laki dalam hal ibadah dan iman yang dimilikinya. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai derajat keimanan dan keislaman yang tertinggi. Mereka berhak mendapatkan pahala dan ganjaran serta ampunan Allah jika mereka berbuat dosa. Dan yang paling penting, kedudukan wanita juga sama dalam hal kesempatan mendapatkan pahala, surga, dan kenikmatan di akhirat apabila mereka beriman, taat dan melakukan amal saleh.

Sejak Islam datang,  citra dan kedudukan wanita dalam masyarakat  mengalami kemajuan.  Karena Allah telah memerintahkan kepada seluruh umat manusia agar senantiasa bersikap baik pada wanita, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا یَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَاۤءَ كَرۡهࣰاۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُوا۟ بِبَعۡضِ مَاۤ ءَاتَیۡتُمُوهُنَّ إِلَّاۤ أَن یَأۡتِینَ بِفَـٰحِشَةࣲ مُّبَیِّنَةࣲۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰۤ أَن تَكۡرَهُوا۟ شَیۡـࣰٔا وَیَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِیهِ خَیۡرࣰا كَثِیرࣰا)

“Dan perlakukanlah mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan”. (An-Nisa’ : 19).

Islam telah banyak melahirkan pahlawan-pahlawan muslimah nan mumpuni. Salah satunya adalah Maryam Al-Ijliya atau Maryam Al-Asturlabi adalah seorang Muslimah yang hidup di sekitar abad 10 atau 944 M di Aleppo, Suriah. Maryam Al Asturlabi banyak berguru dari ayahnya. Mariam merupakan salah seorang mujahidah yang sangat sedikit sekali dikisahkan dalam sejarah. Mariam merupakan seorang wanita berprestasi dalam dunia astronomi. Hal ini dikisahkan dalam bibliografi oleh Al Fihrist Ibnu al-Nadim.

Hadirnya sosok Muslimah penemu astrolobe ini, cukuplah menjadi bukti kesuksesan peradaban Islam memberi perhatian besar terhadap wanita. Islam tidak memandang wanita sebagai warga ‘kelas kedua’, yang hanya diposisikan sebagai pemuas hawa nafsu para lelaki. Namun, Islam yang memandang wanita sebagai ciptaan yang mulia dan terjaga.

Islam senantiasa mendorong setiap Muslim dan Muslimah untuk berlomba-lomba dalam menimba ilmu. Maryam Al Asturlabi sangat layak untuk dijadikan teladan bagi para Muslimah pada zaman kapitalis ini. Kegigihan, dan keunikan bakat yang dia miliki patut untuk dikembangkan di tengah-tengah kehidupan umat Islam. Meskipun tidak banyak sumber informasi dan literatur yang menceritakan tentangnya.

Pencapaian umat Islam sebenarnya adalah hadirnya peradaban Islam. Islam dengan sistem Khilafahnya telah mampu memelihara teori ilmu sebelumnya dan melurusan kesalahan, dan mengubah teori itu menjadi eksperimen Ilmiah. 

Karena Islam adalah sebuah sistem hidup, sebuah aqidah aqliyah yang memancarkan peraturan yang berasal dari sang pencipta. Maka seorang muslim senantiasa melakukan aktifitasnya akan selalu mengaitkannya dengan kesadaran akan keberadaan Rabbnya, dan Khilafah adalah sebagai bukti penjaga bagi sistem hidup itu berjalan sempurna.

Wallaahu'alam