Dari Wabah Menjadi Berkah

Oleh: Ummu Afif (Ibu Rumah Tangga) 
            
Penamabda.com - Saat ini kita berada pada bulan Ramadan yang penuh berkah. Ramadan tahun 1441 H ini datang dalam kondisi situasi negeri yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya Indonesia saja, tetapi seluruh dunia tengah menderita karena wabah covid-19. 

Ramadan yang biasanya disambut dengan semarak dan sukacita, berpawai berkeliling kota, berbelanja kebutuhan Ramadan, saling berkirim makanan dengan sesama. Kini harus disambut dengan tetap diam di rumah, sesuai anjuran pemerintah. Masjid-masjid juga tampak jauh lebih sepi. Semua harus dilakukan di rumah. Meski masih ada beberapa yang datang ke masjid untuk berjama’ah. Namun, jauh sekali dibanding Ramadan sebelumnya.

Selain lebih sepi dibanding sebelumnya, banyak juga diantara kita yang kondisi ekonominya menurun. Penghasilan berkurang karena usaha lesu. Banyak juga yang di-phk karena usaha tempatnya bekerja mengalami penurunan atau bahkan gulung tikar. 

Banyak orang kehilangan mata pencaharian. Akibatnya kebutuhan hidup sulit terpenuhi dan terancam mati. Kondisi ini tidak hanya dialami kalangan bawah saja, namun banyak dari kalangan mampu yang merasakan kesulitan yang hampir serupa. Krisis karena wabah ini memang bisa menimpa siapa saja. 

Sebenarnya, jika kita mau berpikir, akan didapatkan hikmah dan pelajaran yang besar dari adanya wabah yang terjadi sekarang ini. Apalagi wabah ini masih berlangsung di saat umat muslim tengah berpuasa di bulan ramadan yang suci ini. 
Memang lebih sulit. Berpuasa dengan kondisi wabah mengancam setiap saat. Belum lagi harus berpikir bagaimana caranya untuk tetap bisa bertahan hidup, sedang pekerjaan dan pendapatan tak ada.

Namun, jika kita meyakini bahwa ini semua berasal dari Allah, dan semua yang terjadi sudah menjadi kehendakNya, maka pasti ada kebaikan bagi manusia itu sendiri.

Puasa adalah untuk mensucikan diri dan menjernihkan iman. Puasa juga menjadi momen untuk semakin mendekatkan diri dengan Allah. Banyak cara kita mendekatkan diri dengan Allah. Selain beribadah secara ritual, seperti sholat dan puasa tentunya, kita bisa melakukan amalan lain yang akan menambah kedekatan kepada Allah. Bersedekah, menolong saudara-saudara kita yang sedang kesusahan, meringankan beban mereka yang kesulitan adalah cara kita mendekat kepada Sang Khalik. Apalagi jika amalan tersebut dilakukan di bulan yang mulia ini. Dimana setiap amalan akan dilipatgandakan. Sungguh istimewa di hadapan Allah.

Di masa-masa sulit ini sesungguhnya ukhuwah kita juga sedang diuji. Meski sama-sama dalam kondisi sulit, sanggupkah kita menyisihkan sebagian harta kita kepada yang lebih membutuhkan? Maukah kita memberikan pertolongan kepada saudara kita, meski kita juga sangat membutuhkannya?
Allah tidak akan menciptakan segala sesuatu tanpa ada maksud dan tujuan. 

Demikian pula dengan bencana wabah yang melanda dunia di tengah khusyuknya Ramadan. Pasti hikmahnya sangat besar sekali bagi manusia. Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi kemampuannya. Semua sudah diukur oleh Allah. Jika ini terjadi sekarang kepada kita, maka pasti kita mampu melewatinya. Bersama-sama saling menolong dan menguatkan.

Tidak hanya saling memberi bantuan berupa materi, tetapi juga doa-doa saling dipanjatkan oleh seluruh muslim di dunia bagi saudara-saudaranya di belahan bumi lainnya. Mendoakan semoga Allah memberi pertolongan, mengangkat kesulitannya dan menguatkannya untuk tetap istiqomah di tengah wabah. Juga doa-doa terbaik lainnya yang dipanjatkan meski tak bisa bertemu secara fisik. 
Bantuan materi dan doa merupakan perekat ukhuwah sesama muslim.

Ini sebagai tanda kepedulian dan cinta sebagai saudara yang diikat dengan aqidah yang satu, aqidah Islam. Ikatan aqidah inilah yang menghilangkan segala batas-batas fisik yang membentang diantara umat manusia. Apapun warna kulit, status, asal-usul, bahasa, budaya, dan perbedaan lainnya tak menjadi soal. Semua sama di hadapan Allah, hanya ketakwaan yang membedakan.

Karena itulah di bulan Ramadan ini begitu besar berkah yang Allah limpahkan bagi kita, umat muslim. Di tengah wabah ini, kita masih bisa istiqomah beribadah meski sulit. Kita juga bisa semakin meningkatkan tali ukhuwah kita. Saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 2 berikut:
”Dan tolong-menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat."

Dengan saling tolong-menolong sungguh akan semakin memperkuat tali persaudaraan, merekatkan ukhuwah sesame muslim. Bukan hanya sekedar mengurangi beban hidup yang kesulitan, tetapi juga meraih ridho dan pahala dari Allah. Inilah berkah Ramadan di tengah wabah saat ini. Sungguh Allah telah limpahkan hikmah dan berkah yang luar biasa bagi hambaNya yang bertakwa.

Kita meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Sudah seharusnya kita kembalikan semua kepada Allah. Kita lakukan saja semaksimal yang kita bisa sebagai manusia. Hasilnya terserah Allah. Pun dengan wabah ini, terjadi atas izin Allah, maka hanya Dia yang sanggup menyingkirkannya. 

Betapapun susahnya masa sekarang ini, tetaplah berusaha untuk istiqomah di jalanNya. Tetap taati perintahNya, jauhi segala laranganNya. Meski lebih sulit, tapi yakinlah balasan dari Allah pun juga pasti lebih besar lagi. Akhirnya, hanya kepada Allah kita bersandar dan meminta pertolongan. Semoga Ramadan ini bisa menjadikan kita manusia yang lebih taat lagi kepadaNya. Dan semoga dengan adanya wabah ini semakin mengingatkan manusia, bahwa sungguh hanya Allah saja yang harus dipatuhi. Hanya aturanNya saja yang layak kita terapkan. 

Wallahu a'lam bish-shawab[]



banner zoom