Bansos Jadi Ajang Pencitraan

Oleh : Wa Ode Sukmawati (Mahasiswi) 

Penamabda.com - Ketika dunia tengah dihebohkan oleh virus yang memakan ribuan korban jiwa, pemerintah Indonesia terpaksa menghimbau agar masyarakat berkerja dari rumah hingga melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tentu banyak dampak negatif yang terjadi dengan munculnya virus ini. Masyarakat semakin kesulitan mencari nafkah, hingga ada yang meninggal akibat kelaparan, karena dihimpit kebutuhan hidup yang tak bisa terpenuhi. 

Melihat hal ini, tentu pemerintah tak tinggal diam. Pemerintah pasti memberikan bantuan kepada masyarakat yang tengah dilanda kesulitan. Namun anehnya, bantuan yang diberikan kepada masyarakat seolah menjadi ajang pencitraan. Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Rabu/29/4/20. Foto Bupati Klaten Sri Mulyani yang menempel di paket bansos penanganan virus corona menimbulkan berbagai polemik. Kasus ini membuka mata publik terkait politisasi bansos saat krisis di tengah pandemi.

Tak hanya itu, pemberian bantuan sosial juga sempat  tersendat, karena harus menunggu tas pembungkus untuk mengemas paket sembako.(Merdeka.Com. Rabu, 29 April 2020). Bansos yang dilabeli dengan nama "Bantuan Presiden RI"pun kembali dipermasalahkan. Bagaimana tidak, nama bansos tersebut dinilai seolah-olah bantuan dikeluarkan langsung oleh pribadi Presiden. Padahal, sumber dana bantuan sosial berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipungut dari uang rakyat. 

Tugas pemerintahan pada hakikatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Memiliki tanggung jawab dan melindungi rakyatnya. Memberikan bantuan merupakan hal wajar yang dilakukan sebagai pemerintah. Namun mengapa kepentingan masyarakat seolah dinomor dua-kan demi kekuasaan, hanya untuk mempertahankan dukungan masyarakat terhadap suatu kepemimpinan. 

Mari kita melihat bagaimana Islam dalam menangani masalah seperti saat ini. Islam merupakan agama yang mulia, didalamnya terdapat aturan yang sempurna untuk kemaslahatan manusia. Problematika seperti saat ini merupakan hal biasa yang pernah terjadi dimasa pemerintahan Islam. Seperti pada masa kekhilafahan Umar bin Khathab dalam menghadapi wabah thaun. Khalifah Umar bin Khathab tak tanggung-tanggung mengambil kebijakan untuk melakukan isolasi atau lockdown, tentunya dengan tetap memenuhi kebutuhan rakyatnya. Memberikan bantuan yang pastinya tak ada embel-embel bantuan Khalifah pada bantuan tersebut. 

Sistem Islam menghadirkan pemimpin-pemimpin yang melayani rakyatnya dengan baik dan jauh dari kata pencitraan. Menjalankan kewajiban dengan penuh kesadaran akan pertanggung jawabannya kelak dihadapan sang Khaliq, bukan karna kekuasaan melainkan karna Allah semata. 

Wallahu'alam
banner zoom