Suka Duka Menyambut Ramadhan

Oleh : Nursih Ummu Sayyid (Ibu Rumah Tangga, Revowriter, WCWH, Komunitas Aktif Menulis) 

Penamabda.com - Ramadhan tiba... 
Ramadhan tiba... 
Marhaban Yaa Ramadhan... 
Marhaban Yaa Ramadhan...
Marhaban Yaa Ramadhan... 
Marhaban Yaa Ramadhan... 

Alhamdulillah wa syukurilah, tinggal menghitung hari, Ramadhan yang di nanti pun akan kembali. Lirik lagu di atas sudah terdengar riang di televisi. Bulan mulia nan suci. Membawa keberkahan bagi setiap muslim, untuk menjaga dan membersihkan diri. Dari perbuatan maksiat yang bervariasi. Sehingga sering menguras emosi. Astagfirullahal'adziim. 

Ramadhan, bulan mulia yang kami rindukan. Karena, di dalamnya banyak sekali keutamaan yang Allah tetapkan. Setiap kebaikan Allah lipat gandakan. Membuat manusia semangat dalam menjalankan ibadah dengan penuh kekhusu'an. Tetap Bersyukur karena Allah memberi kita kesempatan. Untuk merasakan ibadah di bulan yang penuh ampunan. Alhamdulillah, barokallahu fiik. 

Berbahagialah, jika kamu bertemu dengan Ramadhan. Sambutlah dengan penuh keceriaan. Karena, di dalamnya banyak kemuliaan, keutamaan, juga keberkahan. Beribadah terasa nikmat dan lezat akan kedatangannya. Rasulullah saw bersabda:

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”

Sungguh, bergembiralah akan kedatangan Ramadhan. Sebagai salah satu wujud keimanan. Seorang muslim wajib bersuka cita menyambutnya. Karena, kehadiran tamu agung nan mulia. Selalu kita nantikan 11 bulan lamanya. MasyaAllah. 

Namun, sambutan bulan Ramadhan kali ini mungkin berbeda. Bukan hanya suka cita, tetapi juga duka yang menyelimuti jiwa. Perasaan yang terkoyak karena sedih juga bahagia. Menyambut Ramadhan dalam suasana Corona. Ya, virus COVID-19 yang muncul sebelum Ramadhan tiba. Membuat hati manusia gundah gulana. Khususnya muslim yang berada di seluruh dunia. 

Ya Allah, kami bahagia, karena Engkau mempertemukan kembali dengan bulan yang mulia. Namun, di satu sisi kami bersedih, karena wabah yang terjadi tak kunjung pergi. Kami rindu suasana ramadhan yang meramaikan mesjid. Mendirikan sholat wajib maupun sunah. Membaca Alquran sendiri ataupun berjamaah. Berdiam di mesjid untuk mendapatkan malam lailatul qadar yang penuh berkah. Kami pun rindu mengkaji Islam Kaffah, juga berdakwah secara langsung kepada umat, untuk menyuarakan tegaknya Islam dalam bingkai Daulah Khilafah. 

Ya Allah, tak terbayang oleh kami, Ramadhan tahun ini menjadi sepi. Karena, orang-orang melakukan Lockdown mandiri. Akibat wabah yang belum terhenti. Semoga Engkau mengijabah doa kami. Agar virus yang menakutkan kami segera hilang dan tak kembali. Aamiin Yaa Robbal'aalamiin. 

Sebenarnya mudah saja bagi Allah, menghentikan wabah ini sebelum Ramadhan tiba. Oleh karena itu, marilah kita bertaubat segera bersama-sama. Tinggalkan hukum jahiliyah buatan manusia. Karena sudah terbukti selalu membuat rakyat sengsara. Kembalilah pada aturan Sang Pencipta. Maka, keberkahan dari langit dan bumi Allah turunkan semua. Terapkanlah Islam secara sempurna. Agar solusi problematika umat dapat diselesaikan sesuai Al-Quran dan As-Sunah. Dan semua itu bisa terwujud ketika Islam tegak dalam bingkai Daulah Khilafah Rosyidah. Allahu Akbar!!! 

Bogor, 17 April 2020
banner zoom