Soal Kasus Qidam, Wasekjen MUI: Polisi Itu Melayani dengan Hati, Bukan Besi Panas


Jakarta – Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menanggapi kasus kematian Qidam Alfariski. Menurutnya, Kapolri harus segera menjelaskan kepada publik kejadian yang sebenarnya.

“Kapolri perlu segera menjelaskan kepada publik kejadian sebenarnya. Tidak ada yang perlu ditutupi dalam kasus ini. Buka sejelas jelasnya. Jika Oknum Polisi memang bertindak ala Koboy, maka umumkan tanpa perlu merasa malu. Pecat dan hukum dengan hukuman seberat beratnya demi nama baik Institusi Polri,” kata Tengku di akun instagram pribadinya @tengkuzulkarnain.id pada Senin (13/04/2020).

“Namun jika sebaliknya, Oknum Polisi memang sudah bertindak benar dan sesuai Protap, maka bela mereka. Jaga nama baik mereka,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa kata maaf dan keterangan yang transparan sedang ditunggu rakyat jika ternyata memang ada kesalahan dalam tindakan. Menurutnya, jangan berlama lama dengan kasus ini, karena kabar akan menjalar ke mana mana dan menjadi liar dan merugikan kita semuanya.

“Polisi itu abdi negara. Melayani dengan hati, bukan dengan besi panas. Polisi adalah alat negara bukan Opas di zaman Penjajah Belanda. Institusi Polri terlalu besar dan mahal jika tercoreng oleh ulah segelintir oknumnya,” tuturnya.

Kepada keluarga besar Almarhum ananda Qidam al Fariski yang ditinggalkan, lanjut Tengku, kami sekeluarga besar mengucapkan bela sungkawa yg setinggi tingginya. Ia mengingatkan bahwa takdir Allah tetap mesti berlaku dan tidak ada yang tahu apa rahasia Allah di balik ini semua.

“Jika ananda Qidam tidak bersalah dan dibunuh, maka seluruh dosanya hapus. Dan dia akan masuk ke surga Allah tanpa dihisab sama sekali. Sabar dan Tawakkal akan mengobati rasa pedih akibat mushibah ini,” pungkasnya. [Kiblat] 

banner zoom