Sahabat Surga

Oleh : Aya Ummu Najwa

Penamabda.com - Sahabat, setiap manusia pasti butuh akan  memiliki sahabat, untuk berbagi cerita suka maupun duka. Manusia tidak bisa hidup sendiri, karena Allah telah menciptakan manusia dan mentaqdirkan manusia sebagai mahluk sosial.

Dengan sahabat, hidup bisa lebih berarti, manusia tidak merasa sepi dan sendiri. Dengan sahabatnya, hidupnya terasa lebih berwarna dan bermakna, inilah yang diinginkan manusia. Dengan bersama sahabatnya, manusia berharap dapat menemukan kebahagiaan, dapat melakukan banyak hal, menjadi lebih baik, atau dapat menjalankan hobynya bersama-sama.

Mempunyai sahabat pun juga banyak mempengaruhi kehidupan manusia, ada yang berubah menjadi lebih baik karena pengaruh sahabatnya, bisa jadi dia adalah seorang awam ketika dia bersahabat dengan seorang berilmu, maka pelan-pelan dia akan memperoleh banyak pelajaran dari sahabatnya, tentu ini baik. Ada juga seorang ahli maksiat, namun dia mempunyai sahabat yang shalih, yang senantiasa menginngatkannya, mengajaknya dalam hal ketaatan dan jalan taqwa, sehingga lambat laun diapun berubah menjadi lebih taat dan menjauhi maksiat. Dan ini adalah yang terbaik. Namun tak sedikit sahabat yang berdampak buruk, seorang sahabat ahli maksiat, dengan bersahabat dengannya bisa jadi orang tadinya shalih, suka mendatangi majelis-majelis taqwa, karena pengaruh sahabatnya bisa menjadi jauh dari keimanan dan bahkan ikut gemar melakukan kemaksiatan. Dan inilah seburuk-buruk sahabat. Nauudzubillah

Rasulullah shalallahu 'laihi wasallam telah bersabda;

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Sungguh sangat berpengaruh kehadiran seorang sahabat di tengah-tengah kehidupan manusia. Maka, manusia harus senantiasa berhati-hati dalam memilih sahabat, tidak hanya keinginan sebatas kebahagiaan di dunia saja, tapi harusnya mencari persahabatan yang berorientasikan surga. 

Tentu semua orang ingin masuk surga bukan? Maka selain mengandalkan amalan-amalan shalihnya, juga tentu ia ingin mendapatkan syafaat, sedang syafaat ada beberapa jenis salah satunya yaitu teman yang shalih. Mempunyai teman yang shalih, pasti beruntung, dia itu penyabar dan penyayang, senantiasa mengajak ke jalan taqwa, ia tak akan rela melihat temannya jatuh dan berduka, apalagi sampai celaka. Di dunia saja dia berkasih sayang tentu dia pasti ingin tetap bersama sampai surga.

Hasan Al- Bashri berkata,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat antara sahabat di hari kiamat,

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…

“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

Begitulah, dalam Islam persahabatan sangat penting artinya, karena dari sahabat inilah keimanan seseorang diketahui, dari sahabat inilah akan menentukan kehidupan seseorang di dunia sampai akhirat, dan dengan sahabat inilah dia akan dikumpulkan. Karena sahabat akan menentukan apakah dia di neraka ataukah surga. Tentunya siapapun ingin dikumpulkan di tempat yang terbaik yaitu Surga, maka salah satunya perbanyaklah sahabat yang shalih, agar bisa menarikmu kepada surga. 

Wallahu a'lam
banner zoom