Luhut Pertanyakan Data Infeksi Virus Corona di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai menghadiri diskusi bertajuk 'Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara' di Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan turut mempertanyakan data pasien terinfeksi virus corona di Indonesia. Rasio kasus pasien positif Covid-19, sembuh, hingga meninggal dinilai tak berimbang dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta orang.

"Buat saya tanda tanya, maaf sekali lagi, jumlah meninggal enggak sampai 500 orang. Padahal penduduk kita jumlahnya 270 juta. Sedangkan infected (pasien terkonfirmasi 4000-an," ujar Luhut dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual pada Senin petang, 14 April 2020.

Luhut lantas membandingkan data pasien Covid-19 di Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua negara itu memiliki selisih jumlah penduduk sekitar 60 juta orang.

Berdasarkan data yang disitir Luhut, kasus pasien virus corona di Negeri Abang Sam itu sudah mencapai 560 ribu. Sedangkan pasien meninggal di sana berjumlah 22 ribu.

Jenjang jumlah kasus virus corona yang terjadi antara Indonesia dan Amerika Serikat pun menjadi perhatian. Luhut mengakui saat ini Indonesia masih kurang mengadakan tes untuk mendeteksi virus corona.

Namun, ia memastikan pemerintah akan terus berupaya menangani wabah ini. Ia mengatakan kebijakan-kebijakan yang nanti akan diambil akan disesuaikan dengan perkembangan data kasus positif virus corona. "Pemerintah harus hati-hati, cermat, enggak grusa-grusu," kata Luhut.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 4.839 orang. Dari jumlah itu, 459 orang meninggal dan 426 orang lainnya sembuh. [tempo.co] 
banner zoom