Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Global

Oleh : Milawati (Back To Muslim Identity) 

Penamabda.com - Sejak terjadinya Covid-19 pada akhir tahun 2019, hingga kini virus ini mewabah melanda dunia. Hal ini membuat semua negara yang terkena pandemi ini mengalami penurunan di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi. Perekonomian global mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya. 

Virus ini telah melumpuhkan pergerakan perdagangan global. Kurangnya pasokan diberbagai negara mempengaruhi sejumlah sektor karena panik pembeli. Sedangkan meningkatnya penggunaan barang untuk memerangi pandemi, mengakibatkan gangguan pada pabrik dan logistik. Hal ini menyebabkan penurunan harga yang signifikan terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan global.
Ada banyak laporan tentang kekurangan pasokan obat-obatan diberbagai negara karena pembelian panik akibat kekurangan makanan dan bahan pokok lainnya. 

Perekonomian Cina berkontraksi pertama kali sejak 1970-an. pembelian Caixin untuk sektor jasa ekonomi Tiongkok turun menjadi 26,5 pada Februari 2020, angka terendah yang dicatat sejak munculnya survei pada 2005, dan penjualan mobil turun 86% di Cina pada Februari. Ketika Covid-19 menyebar ke seluruh dunia, pasar saham telah mengalami kehancuran terburuk sejak 1987. Banyak negara dengan ekonomi besar, seperti Italia dan Spanyol, telah memberlakukan kebijakan karantina. Ini telah menyebabkan terganggunya kegiatan bisnis di banyak sektor ekonomi. 

Gejolak ekonomi yang terkait dengan pandemi corona virus memiliki dampak luas dan parah terhadap pasar keuangan. Termasuk pasar saham, obligasi dan komoditas (termasuk minyak mentah dan emas). Peristiwa besar termasuk perang harga minyak Rusia-Arab Saudi yang mengakibatkan jatuhnya harga minyak mentah dan kehancuran pasar saham pada Maret 2020. (Reuters, 8/3/2020).

Dampak Covid-19 telah membuat penjualan kendaraan baru di Amerika Serikat menurun sebesar 40%. The American Big Three menutup pabrik AS. PBB meminta $ dikurangkan untuk negara-negara berkembang, dan banyak lagi yang lainnya. Begitulah perekonomian berguncang keras akibat penyebaran Covid-19. Jika kondisi demikian terus berlangsung maka perekonomian global benar-benar akan runtuh.

Dengan adanya makhluk kecil yang tak kasat mata itu, sungguh menampakkan kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah tidak menciptakan sesuatu secara sis-sia tanpa ada tujuan, pelajaran, atau hikmah didalamnya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Al-Qur’an, yang artinya:

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS. Ali Imran:191).

Maka, sudah semestinya manusia kembali mengikuti fitrah diri mereka. Yaitu menjadikan hanya Allah saja sebagai satu-satunya sandaran dan tempat berserah diri. Satu-satunya pelindung dan tempat memohon ridha dan keselamatan dunia-akhirat. Dan menjadikan hanya syari’at-Nya saja satu-satunya pedoman dalam kehidupan, yang dapat menjamin diraihnya ridha-Nya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya: 

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.”
(QS. Al-Maidah:50).
banner zoom