Lembaga Internasional Meramalkan Terjadinya Resesi Hebat, Kebangkrutan, dan Meningkatnya Kemiskinan


Pada 3/4/2020, Dana Moneter Internasional meramalkan terjadinya resesi yang lebih besar daripada yang terjadi setelah krisis tahun 1929. Direktur IMF mengatakan, “Ekonomi global mengambil jalan negatif yang parah, yang belum pernah terjadi di dunia sejak resesi hebat di tahun dua puluhan abad lalu … Krisis ini tidak ada duanya dan tidak tertandingi di dalamnya. Kita tidak pernah melihat dalam sejarah IMF bahwa pendekatan ekonomi global berada di jalan buntu seperti ini, bahkan situasi ekonomi jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global” (arabia.as.com, 5/4/2020).

Financial Times, pada 5/4/2020, melaporkan bahwa “Ekonomi Amerika kehilangan 710.000 pekerjaan pada awal Maret. Banyak perusahaan akan bangkrut, dan karena itu akan ada pengangguran yang akan meningkat. Pertumbuhan global kemungkinan akan menurun sekitar sepertiga.”

Sementara Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 8/4/2020 memperkirakan penurunan dalam perdagangan barang dunia tahun ini karena virus Corona, yang berkisar antara 13 hingga 32 persen. WTO mengatakan bahwa “masih ada kabut dampak ekonomi dari krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya”. “Penurunan perdagangan dan produksi yang tak terhindarkan akan memiliki konsekuensi yang menyakitkan bagi individu dan perusahaan, serta penderitaan manusia yang disebabkan oleh penyakit ini,” kata presiden organisasi itu, Roberto Azevêdo. Organisasi itu memperingatkan, “kemungkinan penurunannya akan lebih besar daripada penurunan perdagangan yang disebabkan oleh krisis keuangan global 2008-2009 (Aljazeera, Reuters).

Organisasi nirlaba Oxfam, sebuah organisasi global non-pemerintah memperingatkan bahwa “lebih dari setengah populasi dunia yang jumlahnya 7,8 miliar orang berisiko berada di bawah garis kemiskinan ketika pandemi Corona berakhir.”

Sebuah studi dari perusahaan Jerman “Kovas” yang diterbitkan pada 7/4/2020 memperkirakan peningkatan besar dalam jumlah perusahaan yang bangkrut di Jerman karena dampak dari krisis virus Corona. Studi ini menunjukkan bahwa jumlah perusahaan yang akan menyatakan kebangkrutan tahun ini (di Jerman) diperkirakan akan meningkat sebesar 11%. Sedang ditingkat global diperkirakan peningkatan jumlah perusahaan yang akan menyatakan kebangkrutan sebesar 25%. Dan diperkirakan bahwa Amerika akan mengalami jumlah kebangkrutan perusahaan tertinggi dengan peningkatan 39% selama tahun ini. Adapun di Inggris diperkirakan jumah peningkatannya sepertiga, menurut kantor berita Jerman. Studi tersebut mengatakan bahwa volume kebangkrutan ini adalah yang terbesar sejak 2009, yaitu, setelah dampak krisis keuangan global.

Perkiraan terjadinya bencana ekonom oleh Barat sendiri sebagai pemilik ekonomi besar sudah cukup mengungkapkan kesalahan dan keburukannya, karena penopang ekonomi kapitalis begitu rapuhnya dan sangat tidak tahan virus. Ekonomi kapitalis adalah ekonomi yang digerogoti ngengat yang penuh dengan virus, yang menggigit tubuhnya sementara tubuhnya tidak memiliki imunitas. Ekonomi kapitalis didasarkan pada tambal sulam yang bertentangan dengan asas dan juga pemikirannya. Sehingga jika tidak ada sistem alternatif yang muncul, maka dunia akan terus menderita dan celaka karenanya, di mana jumlah orang miskin dan yang kurang beruntung akan terus bertambah, sementara mereka menunggu kematiannya, dan mereka kehilangan kesenangan hidupnya. Sungguh, tidak ada yang dapat menyelamatkan seluruh dunia kecuali Islam, di antaranya sistem ekonomi yang diturunkan oleh Pencipta manusia, yang akan membuat manusia bahagia dengannya, dan yang akan membawa manusia keluar dari kesengsaraan dunia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat (hizb-ut-tahrir.info, 12/4/2020).

Sumber : mediaumat.news 

banner zoom