Dibalik Status Good Boy / Good Girl

Oleh: Aisyah Nur Azizah

Memiliki anak pendiam, cerdas, dan tidak membuat masalah (trouble maker), orang tua mana yang tidak suka?

Namun saat dia punya dunia sendiri, jarang bersosialisasi dan bermain dengan teman seusianya, maka perlu diwaspadai oleh orang tua. 

Temani dan ajak anak bicara, apa yang dipikirkannya dan yang dirasakannya terhadap aktivitas apapun yang dilakukannya, jangan tinggalkan mereka sendirian. Saat itu orang tua seharusnya menjadi pendengar yang baik bagi anak, dapat memahami dunia mereka, merasakan kebingungan mereka dan mengukur kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalahnya. 

===

Saat anak meminta bantuan kepada orang tua untuk menyelesaikan masalahnya, jangan pernah menunda-nunda(apapun alasannya). Segera bantu mereka, karena mereka sedang membutuhkan orang tua untuk membantunya bukan sebagai "hakim" yang mengadili kelemahan dan kesalahan mereka.

Orang tua seharusnya menjadi tempat terbaik dan aman bagi anak saat mereka dalam kegundahan, kebingungan bahkan hampir putus asa. Saatnya orang tua menjadi teman terpercaya dan nyaman bagi anak remaja.

Ayah, engkau adalah penjaga keluarga yang melindungi mereka dari api neraka. Kau berikan bahumu, saat mereka merasa lelah dan penat.

Ibu, engkau tempat menenangkan dalam berkeluh kesah. Karena kelembutan dan kasih sayangmu senantiasa dirasakan dalam setiap dekapanmu kepada mereka.

Jangan sampai anak lebih nyaman dan percaya dengan orang lain dalam menyelesaikan masalahnya, orang tua sendiri malah tidak tahu sama sekali.

===

Saat dunia serba materialis, individualis dan liberalis, anak remaja sedang di tarik untuk memasuki hutan rimba sistem yang rusak dan merusak, mulai dari lingkungan, pendidikan bahkan media digital yang membawa konten yang tidak "aman" pun mudah mereka akses. Negara telah memindahkan tanggungjawab dalam mengurus rakyatnya, bahkan meminta orang tua dan sekolahlah yang harus menyelesaikan masalah mereka. Di sisi lain ortu dipaksa sibuk mencari nafkah untuk memenuhi seluruh kebutuhan, bahkan yang seharusnya ditanggung negara (pendidikan, kesehatan dan keamanan), telah dipindahkan ke pundak orang tua. 

Disinilah tantangan bagi orang tua dalam mendidik anak, bekerja sama dengan guru dan sekolah sekaligus melakukan amar ma'ruf nahi mungkar kepada pengambil kebijakan. Orang tua perlu ilmu yang cukup, terus belajar, dan bersama-sama dalam suatu jamaah yang sahih, untuk melakukan perubahan secara mendasar dan utuh bukan cabang dan parsial. Yuk belajar Islam secara kafah dengan guru yang memiiki kejelasan nasab ilmunya. Modal untuk mendidik anak milenial.

—————————————
Sumber : Muslimah News ID 
banner zoom