Tanpa Khilafah, Terbukti Kaum Muslim akan Terus Dinista!

Oleh: Arief B. Iskandar

Tragedi pembantaian Muslim di India hanyalah repetisi (pengulangan) dari ratusan bahkan ribuan tragedi yang menimpa umat Islam di seluruh dunia.  

Belum kering darah Muslim Rohingya yang dibantai rezim Budha radikal, kini darah mengucur deras dari ratusan umat Islam di India. Dibantai rezim Hindu radikal.  

Jelas, tragedi yang menimpa Muslim India bukan tragedi pertama--bahkan mungkin bukan yang terakhir--yang menimpa umat Islam. Tragedi lainnya juga masih akan terus dialami oleh kaum Muslim di Xinjiang, Cina; Suriah dan tentu di Palestina yang telah sekian puluh tahun menderita dijajah Israel yang didukung Amerika dan Eropa. 

Dengan seabrek penderitaan umat di berbagai belahan dunia itu, khususnya yang dialami kaum Muslim di India saat ini, kita patut bertanya: siapa yang membela? Tidak ada. Apakah PBB? Tidak. 

===

Apakah para penguasa Muslim? Adakah dari para penguasa Muslim itu yang berani menjadi "lelaki" meski cuma sehari saja? Juga tidak. Mereka tak ubahnya banci. Tak punya keberanian sedikit pun; kecuali sekadar mengutuk. Itu pun sekadar kedok untuk menutupi sikap pengecut mereka. Lebih dari itu tidak dilakukan, seperti mengerahkan pasukan militer untuk menghentikan serangan terhadap umat Islam.

Sekitar 3 atau 4 tahun lalu Saudi memang menggagas pembentukan aliansi militer yang melibatkan 34 negara Muslim. Namun, kiprahnya tak terdengar sedikit pun saat kaum Muslim Myanmar. Mengapa? Karena sejak awal aliansi ini dibentuk dalam rangka menangkal “terorisme” dalam makna yang dikehendaki Amerika dan Barat. Bukan untuk membela kaum Muslim yang tertindas di seluruh dunia.

Sebagaimana biasa, lembaga internasional seperti PPB, juga para penguasa Muslim, sejauh ini hanya pandai mengecam dan mengutuk. Sebagian lagi—seperti penguasa negeri Muslim terbesar ini—diam seribu bahasa. 

===

Umat Butuh Khilafah

Dengan semua tragedi yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia ini, umat makin membutuhkan Khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Mengapa? Sebabnya, kata Rasulullah ﷺ:

 إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

Apa yang disabdakan Rasulullah ﷺ di atas dibuktikan dalam sejarah antara lain oleh Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang sukses menaklukkan Kota Amuriyah (di Turki), kota terpenting bagi imperium Romawi saat itu, selain Konstantinopel.

Al-Qalqasyandi dalam kitabnya, Ma’atsir al-Inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota itu pada tanggal 17 Ramadhan 223 H. Diceritakan bahwa penguasa Amuriyah, salah seorang raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathimah ra. Wanita itu disiksa dan dinistakan hingga berteriak dan menjerit meminta pertolongan. 

Menurut Ibn Khalikan dalam Wafyah al-A’yan, juga Ibn al-Atsir dalam Al-Kamil fi at-Tarikh, saat berita penawanan wanita mulia itu sampai ke telinga Khalifah Al-Mu’tashim Billah, saat itu sang Khalifah sedang berada di atas tempat tidurnya. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya seraya berkata, “Aku segera memenuhi panggilanmu!” 

Tidak berpikir lama, Khalifah Al-Mu’tashim Billah segera mengerahkan sekaligus memimpin sendiri puluhan ribu pasukan kaum Muslim menuju Kota Amuriyah. Terjadilah peperangan sengit. Kota Amuriyah pun berhasil ditaklukkan. Pasukan Romawi bisa dilumpuhkan. Sekitar 30 ribu tentaranya terbunuh dan 30 ribu lainnya ditawan oleh pasukan kaum Muslim. Sang Khalifah pun berhasil membebaskan wanita mulia tersebut. Sang Khalifah lalu berkata di hadapannya, “Jadilah engkau saksi untukku di depan kakekmu (Nabi Muhammad ﷺ), bahwa aku telah datang untuk membebaskan kamu.”

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala merahmati Al-Mu’tashim Billah. 

===

Bagaimana dengan para penguasa Arab dan Muslim? Sekali lagi: Adakah di antara mereka yang berani menjadi "lelaki" meski hanya sehari saja? Tidak ada. Mereka semua tetap memilih menjadi banci! Padahal jelas, di hadapan mereka bukan satu jiwa Muslim yang dinista, tetapi ratusan ribu, bahkan jutaan, seperti di Xinjiang Cina, yang menderita.

Alhasil, sekali lagi, umat memang butuh Khilafah, juga seorang khalifah seperti Al-Mu'tashim Billah. 

Semoga saja umat Islam di seluruh dunia segera memiliki memiliki Khilafah, juga pemimpin pemberani yang mengayomi seperti Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang akan menaklukkan Amerika, Eropa, Rusia, Cina dan India; menyatukan berbagai negeri Islam; menjaga kehormatan kaum Muslim; dan menolong kaum tertindas. 

Insya Allah, masa yang mulia itu akan segera tiba karena memang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasulullah ﷺ:

ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).

Persoalannya umat Islam sedunia tak cukup menunggu seraya berdoa. Diperlukan upaya dan perjuangan sungguh-sungguh kaum Muslim sedunia untuk menegakkan Khilafah Rasyidah _'ala minhaj an-nubuwwah_ agar segera terwujud kembali di muka bumi. []

—————————————
Sumber : Muslimah News ID 
banner zoom