Menyelami Wabah

Oleh : Meli Mustofiah

Ada kedamaian dalam gegapnya wabah
Saat tangan mulai menengadah
Berpeluh dalam pasrah
Yang selama ini pongah

Wabah menghentak kesadaran
Bahwa tak ada yang lebih hebat selain Tuhan
Tak ada yang lebih kuasa selain Dia
Penguasa alam semesta

Manusia kembali diingatkan
Ketika ibadah sekadar menggugurkan kewajiban
Gerakan simbolis tanpa makna
Hingga tak seujung jari pun menyentuh relung jiwa

Sudah, sudahilah
Namun masih saja kelalaian itu ada
Pada jiwa kapitalis durjana
Meraup rupiah dalam musibah

Sudah, sudahilah
Hentikan semua kepalsuan
Gemerlap dunia segera akan ditinggalkan
Layakkah bila terus menjadi bedebah

Benah, benahilah
Sebelum penyesalan tak berujung datang
Tiada lagi pengampunan menjelang
Tenggelamkan diri dalam lautan tabah

Kembali, kembalilah
Pada aturan sang Pencipta
Keselarasan kan mewujud nyata
Bumi kembali diliputi berkah

Paiton, Akhir Maret 2020
banner zoom