MENUTUP AURAT




Oleh : Atikah Qorriaina Muadzah
(Kelas 3 Sekolah Pra dan Baligh HSG KU Paiton) 

Pada suatu hari, ada anak bernama Nisrin. Saat itu dia sedang tidur siang, lalu ia pun terbangun saat mendengar adzan Asar. Ia terus bergegas mandi lalu sholat Asar.

Setelah sholat ia ke teras, ternyata diteras ada kak Qori sedang asyik bermain HP. Lalu nisrin bertanya “Kak, kemana Ibu?" 

Kak Qori menjawab, "Pergi ke pasar," Nisrin pun pamit pergi bermain. 

Saat mau keluar, datanglah Ibu sambil membawa belanjaannya, seraya berkata, “Nisrin mau kemana?”

“Mau bermain Bu,” Nisrin menjawab sopan.

"Kok nggak nutup aurot?" Nisrin hanya terdiam, lalu menuruti perintah ibu memakai pakaian muslimah lengkap untuk keluar rumah. Jilbab, kerudung dan kaos kaki.

Kemudian Nisrin bermain bersama teman-temannya. Setelah bermain Nisrin langsung pulang. Ketika Nisrin membuka pintu rumah, terdengar adzan Maghrib berkumandang. Kemudian Nisrin melaksanakan sholat Maghrib berjamaah bersama keluarganya.

Setelah sholat, Nisrin bertanya kepada ibu, “Ibu kenapa kalau keluar rumah harus menutup aurot?” 

Ibu menjawab, “Karena menutup aurot merupakan perintah agama," ibu melanjutkan perkataanya, "Satu helai rambut wanita jika terlihat lelaki yang bukan mahromnya balasannya di neraka, tidak hanya itu ia pun akan menarik ayahnya, saudara laki lakinya, suaminya, dan anak lelakinya. Jangan lupa kasih tahu teman-temanmu juga ya!" 

"Siap, Bu! Mulai hari ini Nisrin berjanji kalau keluar rumah Nisrin akan menutup aurat," Nisrin menjawab dengan mantap.

Sejak saat itu Nisrin ketika keluar rumah selalu menutup aurot dengan sempurna.

Hadits Menutup Aurat

اِنَّا نُهِيْنَا اَنْ نُرَى عَوْرَاتَنَا (رواه إمام احم)

“Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurot kita” 
(HR. Imam Ahmad)
banner zoom