Labilnya Pemerintah Dalam Mengayomi Rakyat

Oleh : Azizah Huurun`iin (siswi SMAIT Al Amri) 

Belum kering jua luka yang diderita rakyat atas segala kebijakan pemerintah sekarang yang memberatkan pundak para para kepala keluarga. Pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan kebijakan yang menekan batin para tenaga honorer. Yaitu penghapusannya tenaga tersebut. 

Pasalnya menteri PAN-RB, Tjahjo kumolo menjelaskan kalau anggaran pusat terbebani dengan kehadiran tenaga honorer karena setiap kegiatan rekrutmen tenaga honor ini tidak diimbangi dgn perencanaan penganggaran yang baik.

Penghapusan tenaga honorer sendiri sudah disepakati Kementerian PAN-RB dan BKN dengan Komisi II DPR. Ke depannya, pemerintah juga mengimbau kepada seluruh pejabat negara untuk tidak merekrut tenaga honorer.

Apalagi larangan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2005 Pasal 8. Sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara (ASN), yang dimaksud ASN adalah PNS dan PPPK. Di luar itu maka tidak dianggap(detik.com).

Padahal dahulu tenaga honorer dianggap berguna untuk mengurangi angka pengangguran di negeri ini. Namun sepertinya hal itu sia sia dan malah menambah beban bagi pemerintah pusat.

Fakta ini membuat kedok pemerintah semakin terlihat. Dengan kata beban itu, kebutuhan dan kesejahteraan rakyat seolah tak dianggap. Sebelum menduduki kursi mereka menjanjikan segala kemakmuran untuk rakyat, namun setelah itu mereka malah melakukan yang sebaliknya.

Kursi pemerintahan dijadikan permainan saja bagi mereka yang berkuasa. Mengabaikan rakyat yang kian sengsara, dan berharap pemerintah sekali saja menengok kehidupan mereka.

Pemerintah gagal dalam mengayomi kehidupan masyarakatnya. Angka pengangguran tetap, dan malah semakin meningkat juga dikarenakan kurangnya lapangan kerja di negeri ini yang semakin menurun, banyak dari lapangan kerja itu tutup lapak karena tidak sanggup menyeimbangkan sistem perekonomian negeri. Dan juga karena pemerintah justru lebih mendahulukan para pekerja asing yang datang dari negeri panda ketimbang memperkerjakan pekerja negeri pertiwi.

Lantas apakah solusi kegagalan pemerintah ini?

Sebelum itu telah diketahui bahwa akibat dari kegagalan ini karena sistemnya. Menggunakan keuntungan individualis, mereka membujuk rakyat untuk memilih tapi ternyata hanya untuk mereka sendiri. 

Pengangguran, Kemiskinan, Dan penderitaan rakyat negara ini tak akan pernah terjadi jika pemerintah bisa mengelola  kebutuhan rakyatnya. Juga dengan sistem yang berasal dari Sang Pencipta, bukan buatan manusia.

Dan Islam sudah mengajarkan bahwa sistem sang Ilahi lah yang dapat memakmurkan rakyatnya. Menelisik dari sejarah masa keemasannya. Saat Khilafah, negara yang menerapkan hukum Allah, tegak dimuka bumi. 

Para kepala keluarga di masa itu semuanya diberi pekerjaan sesuai kemampuan masing masing. Mereka di fasilitasi dan diberi gaji yang layak agar dapat menafkahi keluarga. Jika tidak cukup juga maka negara lah yang akan memberikan bantuan, lewat hasil pengelolaan hasil bumi yang baik, dan memang untuk masyarakatnya, tidak untuk keuntungan negara atau pribadi.

Seperti Khalifah Umar bin Khattab bahkan rela menggendong karung berisi gandum untuk rakyatnya. Pemimpin dan sistem seperti inilah yang kita butuhkan saat ini. Bukan pemerintahan yang bahkan tak bisa memberikan lapangan kerja untuk rakyatnya, atau menganggap masyarakat hanya beban, padahal sebenarnya rakyat adalah amanah bagi pemimpinnya yang akan dipertanggungjawabkan nanti di hadapan Allah SWT.
banner zoom