Habis wabah, bersiaplah keluar untuk baiat khalifah



Oleh : Khaulah binti Suri 

Jalan dakwah, entah bagaimana jalan ini begitu spesial, disana penuh cinta, penuh keromantisan juang, penuh peluh pengorbanan, saling genggam tangan saudara, banyak hati tertaut karenaNya, senyum tangis membersamai untaian doa, pesan cinta dari hamba kepada pencipta.

Saya yakin, meskipun dilanda wabah, dan harus karantina dirumah, berdiam diri bukanlah ciri pengemban dakwah, jari-jari mereka begitu lincah menyuarakan kebenaran, karya mereka ramai berseliweran di jagad sosial media, mereka Insya Allah selalu bersibuk ria untuk keep action memahamkan umat tentang pentingnya Syariah Khilafah.

Sebab mabda' telah menyetir pola sikap dan pola pikir, keyakinan akan datangnya janji Allah dan Bisyarah Rasulullah memacu mereka untuk terus bergerak, memilah wasilah yang tepat untuk umat tertarget, menelusuri uslub terbaik agar umat menjadi takjub dengan kebenaran Islam.

Hingga Allah datangkan detik yang tepat untuk moment baiat, masa kediktatoran ini akan segera tamat, berganti fase yang dirindukan umat. 

Maka pejuang, tetaplah semangat, gencarkan ikhtiar tanpa ada keraguan, rajinlah menguak tabir bobrok demokrasi, wabah ini adalah cara Allah memberi kita bahan untuk meluruskan pemahaman setiap insan, hingga umat menyerahkan kekuasaan pada Islam, dan terjadilah baiat khalifah, saat dimana semesta dan seisinya kompak bertakbir atas kemenangan Islam.

Ya Rabb, habis wabah, datangkanlah khilafah, beri kami kesempatan untuk menyaksikan baiat khalifah, Ridhoi kami agar mati tidak dalam keadaan jahiliyah.

مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِى عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

“Barang siapa yang mati, sedangkan di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia telah mati seperti kematian jahiliyah”

Wallahu alam bis showab 😊✊
banner zoom