Eks Aktivis ITB: Sebelum Ramadhan, Rakyat Miskin akan Bergejolak, Lapar, dan Chaos

Rakyat sudah miskin dan menderita dengan serangan Corona, larangan keluar rumah dan prediksi saya dalam tiga minggu atau beberapa pekan ke depan sebelum Ramadhan 25 April 2020, saya khawatir rakyat bergolak, protes, demo dan marah karena makin susah, kurang pangan, dan ketidakperdulian pemerintah (Jokowi) untuk menolong menyelamatkan rakyat dari kemiskinan dan kesusahan. Demikian peringatan dini dari mantan aktivis ITB Ir. Imbang Jaya, yang cukup lama menjadi eksekutif korporasi minyak ARCO di Amerika Serikat.


Menurut alumnus ITB dan AS  (65 tahun) yang prihatin dengan kondisi bangsa kita  itu, rakyat makin miskin dan menderita, dunia usaha ambruk, tapi pemerintah tidak memberi solusi dan bantuan yang memadai. Di AS, Presiden Trump kerahkan dana US$2 trilyun dari pinjaman untuk menyelamatkan rakyat dari bencana Corona (Covid-19). ‘’Di Indonesia baru  utang Menkeu Sri Mulyani dari IMF (sekitar 600 juta dolar AS) sebagai stimulus, mana cukup untuk 270 juta rakyat Indonesia yang mayoritas miskin dan susah? Dunia usaha juga sudah ambruk,’’ tegas Imbang Jaya yang baru kembali dari Kuala Lumpur, memediasi/mengarahkan pinjaman NSF bagi Filipina sebesar US$50 Milyar guna membangun ekonomi Filipina, dan meresponi bencana Corona di sana.


Menurutnya, kemampuan rakyat utk menjalankan lockdown harus diketahui oleh para kepala daerahnya, kemampuan Pemda untuk menjamin kebutuhan rakyatnya yg lockdown juga harus diketahui rakyatnya. ‘’Dan, jika keduanya terbuka maka akan diketahui apakah cadangan kebutuhan pokok rakyatnya bisa dipenuhi pemda-nya atau tidak?’’ ujarnya.


"Akan ketahuan nanti, kalau dalam 2-4 minggu lockdown ini, mana yg pemda-nya kompeten, mana yang tidak kompeten. Nyawa rakyat selalu jadi taruhannya, mati kena covid 19 atau mati kelaparan, itu tidak bisa kita terima. Rakyat sudah menderita, tapi para pejabat penguasa tidak perduli dan kok tega sekali,’’ kata Imbang Jaya. [Eramuslim] 

banner zoom