Akademisi Australia: Bantuan China pada Dunia Hadapi Virus Corona Dituding Pencitraan



Seiring dengan pelambatan kasus baru COVID-19 di negaranya, China menawarkan bantuan kepada negara-negara lain dalam pertarungan melawan virus corona, termasuk ke Indonesia.

China mengirim pasokan medis dan peralatan pelindung seperti masker ke banyak negara dan telah memberikan US$ 20 juta untuk Organisasi Kesehatan Dunia.

Namun akademisi dari Australian National University (ANU) dengan konsentrasi keahlian tentang China, Graeme Smith, punya analisis yang berbeda.

"[Strategi bantuan] ini digunakan rezim untuk membalikkan narasi dari China sebagai sumber dan penyebab wabah, menjadi narasi China yang bisa mengendalikan dan secara efektif menyelamatkan dunia dari pandemi ini," katanya.

"Ini adalah tentang mengendalikan narasi domestik di China, dan bukan tentang altruisme global."

Denny Roy, seorang akademisi di East-West Center yang bermarkas di Hawaii, mengatakan China mungkin sedang berusaha untuk memperlihatkan reputasinya sebagai "negara yang bertanggung jawab", pada saat negara-negara lain tampak saling berebutan.

Orang-orang yang memakai masker berjalan di jalan yang sepi di Wuhan di Provinsi Hubei, China. Ketika coronavirus menyebar ke seluruh dunia, otoritas kesehatan internasional berharap negara-negara dapat belajar beberapa pelajaran dari China, yaitu, bahwa karantina dan bertindak cepat sangat penting. Di sisi lain, pertanyaan dunia adalah sejauh mana negaranya dapat dan ingin meniru metode yang dipilih China.

"Inilah sebabnya mengapa China dengan gencar memberikan kesan bahwa penyakit itu bisa diredam di China, bahwa China telah membantu dunia dengan bertindak dengan cepat dan efektif, dan sekarang China adalah dermawan utama bagi dunia yang telah memberikan perlengkapan medis kepada negara yang dilanda virus," katanya.

"Citra seperti ini bisa menjadi landasan bagi dunia internasional untuk menerima China sebagai kekuatan besar. [Viva]
banner zoom