Tahukah Apa Anugerah Terindah Dalam Hidup?

Oleh: H. Dwi Condro Triono, Ph.D

Jika kita berada di dalam sebuah pesawat, untuk melakukan sebuah perjalanan, tiba-tiba pesawat yang kita tumpangi mengalami musibah. 

Mesin pesawat mengalami kerusakan, sehingga terpaksa harus mendarat darurat. Sayangnya, pesawat hanya bisa didaratkan di sebuah pelosok hutan belantara. 

Semua penumpang selamat dan bisa keluar dari pesawat.

Namun, apa yang bisa dilakukan oleh para penumpang? 

Semua penumpang hanya bisa berdiri tertegun melihat belantara hutan, dengan pepohonan yang tinggi menjulang, sangat rapat dan lebat. 

Cahaya matahari nyaris tidak mampu menembus rapatnya daun-daun pepohonan. Keberadaan mereka sangat sulit untuk terlacak. 

Tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia. Tidak ada tanda-tanda setapak jalan yang bisa membantu untuk dapat keluar dari hutan. 

Seluruh tanah tertutup rapat oleh semak belukar. Tidak dapat dibedakan lagi mana tanah tempat berpijak dan mana jurang dalam yang siap memerosokkan. 

Seluruh komunikasi mati, tidak ada sinyal HP yang terdeteksi. Makanan yang tersedia hanya yang ada di dalam pesawat. 

Hanya tinggal menunggu hari, tentu semua akan habis dikonsumsi.

Dalam kondisi seperti ini, apa yang paling dibutuhkan oleh para penumpang? 

Jika para penumpang harus mencari-cari benda berharga di dalam pesawat, kira-kira benda berharga apa yang paling dibutuhkan untuk dapat menyelamatkan mereka dari jebakan hutan belantara yang sangat ganas dan mencekam tersebut?

Apakah segepok uang? 

Apakah sekotak perhiasan? 

Apa setumpuk pakaian mewah? 

Tentu saja bukan!

Mengapa? 

Sebab, semua barang berharga dan mewah tersebut tentu tidak dapat menyelamatkan mereka dari kungkungan hutan belantara. 

Lantas, apa sesungguhnya benda berharga yang paling mereka butuhkan? 

Mereka tentu berharap-harap ada sebuah kotak yang berisi benda berharga yang paling mereka butuhkan. 

Kotak apa itu? 

Sebuah kotak yang berisi gambar peta beserta kompasnya, yang bisa menunjukkan posisi mereka, sekaligus ada rute yang dapat menuntun mereka keluar dari hutan belantara dengan selamat. 

Bisa selamat dari keterperosokan jurang yang dalam, maupun dari terkaman binatang yang buas yang mematikan, untuk menuju sebuah perkampungan manusia. 

Apakah kotak tersebut mungkin ada di dalam pesawat? 

Kalau tidak ada, bagaimana nasib mereka?

Demikianlah, itu hanyalah sebuah ibarat. Semua manusia yang lahir ke dunia, ibaratnya seperti penumpang pesawat tersebut. 

Semua manusia yang lahir di dunia ini, sebenarnya seperti terjebak dalam belantara hutan yang sangat lebat. Dia tidak tahu jalan keluar. 

Tidak ada satupun manusia (walaupun dengan kehebatan akalnya) bisa mengetahui: 

Sebenarnya dia lahir ke dunia itu barasal dari mana? 

Dia harus hidup di dunia ini untuk apa? 

Dan, kalau sudah mati akan pergi kemana?

Tidak ada satupun manusia yang tahu, secerdas apapun, walaupun bergelar profesor sekalipun. 

Lantas apa yang paling dibutuhkan oleh manusia? 

Jawabnya: sebuah “peta” yang dapat menuntunnya untuk dapat keluar dengan selamat dari ganasnya jebakan kehidupan dunia ini. 

Jika manusia itu dapat menemukan “peta” tersebut, tentu itulah anugerah terindah bagi kehidupan manusia. 

Apakah “peta” itu? 

Tidak lain adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang telah diturunkan sebagai pentunjuk dan tuntunan bagi kehidupan manusia di dunia ini, agar dapat selamat hidupnya di dunia ini, maupun di akhirat kelak. Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ ﴿١٨٥﴾

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (Al-Baqarah: 185).

Itulah anugerah terindah dalam kehidupan di dunia ini. 

Apakah kita sudah mensyukurinya? 

—————————————
Sumber : Muslimah News ID 
banner zoom