Memperjuangkan Tegaknya Syariat Islam Adalah Wujud Syukur

Maka seharusnya kita sebagai seorang Muslim mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara melakukan apa-apa yang disenangi oleh Allah. Bukan malah dengan pongahnya mengajak masyarakat untuk meletakkan kitab suci Al-qur'an di bawah konstitusi buatan manusia yang serba lemah dan terbatas. 
________________________________________

Oleh: Ummu Farras (Aktivis Muslimah)

Setelah sebelumnya memberi pernyataan kontroversial mengenai agama adalah musuh terbesar Pancasila, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengimbau semua umat beragama untuk menempatkan konstitusi di atas kitab suci dalam berbangsa dan bernegara. Adapun untuk urusan beragama, kembali ke masing-masing pribadi masyarakat. 

Lebih lanjut ia mengatakan, Pancasila sebetulnya merupakan anugerah terbesar Allah subhanahu wa ta'ala kepada sejarah abad XX. Jika bangsa Indonesia tidak pandai bersyukur atas nikmat itu, negara akan hancur. Karena itu ia mengajak masyarakat untuk mensyukurinya dengan kembali ke persatuan dan konsensus tertinggi, yaitu Pancasila. “Tanpa persatuan, maka tidak ada republik ini.” (tempo.co) 

===

Di alam demokrasi yang menganut asas sekuler-liberal, hukum dan konstitusi ditempatkan di atas segalanya. Dalam sistem ini peran agama dipisahkan dari lini kehidupan. Agama hanya dipandang sebagai ibadah mahda semata sehingga tidak masuk ke ranah lainnya. 

Pernyataan kepala BPIP yang mengimbau semua umat beragama untuk menempatkan konstitusi di atas kitab suci dalam berbangsa dan bernegara semakin menegaskan hal itu. Sedangkan mengenai pernyataan pancasila merupakan anugerah terbesar dari Sang Pencipta yang harus kita syukuri, dan cara mensyukurinya adalah dengan kembali ke konsensus tertinggi yaitu pancasila, tentu hal ini patut dipertanyakan. 

Sebagai seorang Muslim, kita harus senantiasa menjadikan kitab suci Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan. Dan dalam setiap aspek kehidupan kita tentunya harus diatur dengan syariat Islam. Pun dalam aspek berbangsa dan bernegara. 

Syariat Islam dalam naungan Khilafah sudah terbukti selama hampir 14 abad berhasil menyatukan semua bangsa dalam satu kesatuan, memberi keadilan, serta kesejahteraan. Justru jatuhnya umat ke dalam keterpurukan hingga saat ini adalah karena ditinggalkannya syariat Islam lalu diganti dengan ideologi rusak kapitalis dengan asas sekularisme. 

Mengenai wujud rasa syukur, dalam Ihya 'Ulumuddin, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur adalah memanfaatkan nikmat-nikmat Allah untuk berbagai hal yang disukai-Nya. Sedangkan kufur adalah memanfaatkan nikmat-nikmat Allah untuk berbagai hal yang dibenci-Nya. 

===

Maka seharusnya kita sebagai seorang Muslim mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara melakukan apa-apa yang disenangi oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Contohnya menolong agama-Nya dengan berkontribusi dalam dakwah untuk memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Bukan malah dengan pongahnya mengajak masyarakat untuk meletakkan kitab suci Al-qur'an di bawah konstitusi buatan manusia yang serba lemah dan terbatas. 

Terlihat jelas bahwa dengan diterapkannya konstitusi buatan manusia di negeri ini telah berdampak menumbuh-suburkan praktik korupsi, perzinaan yang merajalela, hutang luar negeri yang menumpuk, penguasaan SDA oleh asing dan aseng, kemiskinan dan kelaparan kronis, serta sederet permasalahan lainnya yang menggerogoti negeri. 

Sebaliknya, sejarah membuktikan bahwa dengan diterapkannya hukum Allah telah membawa kemaslahatan bagi manusia. Syariat Islam mampu memberantas praktik korupsi, zina, riba dan seluruh kemaksiatan lainnya hingga ke akarnya. Syariat Islam dalam naungan Khilafah pasti mampu mengusir para kapitalis penjajah dari negeri ini dan memberikan kesejahteraan bagi penduduk seluruhnya. Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia kembali kepada sistem buatan Allah, yaitu sistem Islam dalam institusi Khilafah, agar terwujud baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

Wallahu a'lam bisshowab.

—————————————
Sumber : Muslimah News ID 
banner zoom