Bersegera Melaksanakan Syariat


Oleh : Ummu Farras (Aktivis Muslimah) 


وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (TQS. Ali-Imran [3] : 133)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ …

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika dia menyeru kalian pada suatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (TQS al-Anfal [8]: 24).

Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa bersegera melaksanakan syariat Islam dan berjuang untuk menegakkannya dengan segala kemampuan yang kita miliki. Di antara tuntunan syariat Islam adalah perintah kepada Muslimah untuk menutup aurat dengan kerudung (yang menutup kepala dan dada mereka) (QS. An-Nur ayat 31), serta jilbab (yang menutupi seluruh tubuh mereka kecuali wajah dan kedua telapak tangan) (QS. Al Ahzab ayat 59). Bagi seorang Muslimah, menutup aurat dengan memakai kerudung dan berjilbab ini tentu menjadi salah satu pembuktian keimanannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Bersegera melaksanakan syariat juga berarti bersegera memperjuangkan tegaknya syariat dalam kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan bernegara. 

Maka sesungguhnya, bagi seorang muslimah  setelah mendapati dalil tentang wajibnya mengenakan jilbab dan khimar, hendaknya ia bersegera untuk mematuhi dan melaksanakan perintah Allah SWT. Maka, ini akan menghindarkan dirinya dari murka Allah dan siksa-Nya yang sangat pedih bagi hamba yang melanggar perintahNya.

Sebagai bahan renungan, mari kita resapi sabda Rasulullah SAW mengenai azab bagi para wanita yang tidak menutup auratnya. 

Rasulullah SAW pernah bercerita kepada Ali r.a. : Wahai Ali, pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit, aku melihat wanita wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.

Kemudian beliau bersabda: Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Rasulullah SAW bersabda: Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. 

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah sendiri telah diperlihatkan betapa pedihnya hukuman wanita tidak berjilbab di akhirat akibat banyak mengumbar aurat di dunia atau ciri-ciri wanita penghuni neraka.

Mulai dari wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu karena berhias bukan untuk suaminya, wanita tergantung pada rambutnya dan otaknya menggelegak dalam periuk akibat tidak menutup auratnya (rambut), wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri akibat mengoda dan mengairahkan lelaki, hingga Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya akibat menjadi penyanyi dan tidak sempat bertaubat.

Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Karena membuka aurat juga membuka jalan zina dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: pertama:  Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); kedua: Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Na'udzubillahi min dzalik. Jangan sampai karena kita tidak menutup aurat di dunia, maka kelak di akhirat mendapat siksa dan azab yang pedih, serta tidak dapat mencium bau surga. Jangan sampai kita terpedaya dengan propaganda sesat musuh-musuh Islam mengenai ide berhijab tidak wajib, dsb yang menyesatkan muslimah dari jalan Islam yang haq. 

Maka, marilah sahabatku.. Kita bersama-sama bersegera melaksanakan syariat islam. Bersyariat Tanpa Nanti, Taat Tanpa Tapi, Berjuang Tanpa Henti. Allahu Akbar! 

Wallahu'alam bisshowwab 

banner zoom