Kampanye "No Hijab Day" : Perayaan Jahil Kaum Sekuler


Oleh : Ummu Farras (Pemerhati Sosial)

Dunia kini semakin terbuka dengan identitas Islam, salah satunya hijab. Berhijab sudah menjadi tren fashion di seluruh dunia. Tentu hal ini patut kita syukuri, karena kini semakin banyak orang yang memahami wajibnya berhijab bagi muslimah, tak terkecuali wanita non muslim, banyak juga yang antusias serta memiliki respon positif terhadap hijab.

Dilansir dari republika.co.id, untuk merayakan kebebasan perempuan mengenakan jilbab di depan umum, para perempuan yang mengenakan jilbab di seluruh dunia, merancang gerakan World Hijab Day. Tanggal 1 Februari nanti ditetapkan sebagai hari jilbab sedunia.

Atas inisiatif seorang perempuan berhijab dari Amerika Serikat bernama Nazma Khan, ia mengimbau untuk semua penduduk dunia agar menghormati para perempuan yang mengenakan jilbab.

Februari nanti adalah menjadi momen kedua World Hijab Day ini terlaksana. Tahun lalu, momen serupa juga pernah digelar. Dalam delapan hari saja, ada 67 negara langsung mau setuju berkontribusi dalam gerakan ini. (republika.co.id)

Namun, di tengah geliat tingginya kesadaran umat untuk berhijab, kini ternodai oleh sekelompok komunitas jahil dengan mengadakan kampanye "No Hijab Day" yang bertentangan dengan akidah kaum muslim.

Dilansir dari situs mysharing.co, Dipelopori oleh Yasmine Mohammad, kampanye “No Hijab Day” digelar melalui media sosial yaitu lewat FansPage Hijrah Indonesia. Kampanye hari tanpa hijab ini dirayakan setiap 1 Februari. “Meskipun Hijrah Indonesia tidak selalu sepakat dengan pandangan-pandangannya mengenai KeIslaman, tetapi kami memahami keresahannya dalam hal hijabisasi dan niqabisasi di seluruh Dunia Muslim”, kata Admin FansPage Hijrah Indonesia di Facebook.

Hijrah Indonesia membuatkan laman acara “No Hijab Day” di media sosial terbesar di dunia tersebut. Dalam penjelasan acara, Hijrah Indonesia menulis “Karena itulah, Hijrah Indonesia mengajak Anda para perempuan Indonesia baik Muslim maupun bukan Muslim untuk meramaikan #NoHijabDay dengan menayangkan foto foto Anda berbusana dengan nuansa Indonesia dengan memperlihatkan kepala Anda tanpa memakai hijab/jilbab/niqab/cadar/kerudung dan semacamnya di akun media sosial Anda, baik instagram, facebook, maupun twitter dan blog Anda dengan hashtag #NoHijabDay dan #FreeFromHijab pada 1 Februari 2020”.(mysharing.co)

Demokrasi tumbuh-suburkan Komunitas Jahil (Bodoh)

Di negeri demokrasi dengan asas sekularisme yang memisahkan antara peranan Agama dari kehidupan ini, sangat berpotensi untuk melahirkan komunitas - komunitas penista Islam. Karena di alam demokrasi, komunitas jahil semacam ini selalu diberi ruang dan bebas berperilaku untuk menyerukan pendapatnya dibalik perlindungan benteng hak asasi manusia. Komunitas ini menyesatkan dan mengaburkan pemahaman muslimah mengenai kewajiban berhijab dan meracuninya lewat jargon-jargon seperti muslim nusantara, Unity in Diversity, dsb. Dengan ini, mereka seenaknya mengobok-obok isi Al-Qur’an, memutilasi ajaran Islam, dan menistakan agama Islam. Keberadaan mereka yang mengajak para muslimah untuk membuka aurat tentu merupakan ajakan syaitan kepada kemungkaran dan kesesatan yang akan mencederai keimanan umat Islam dan menghalang halangi umat Islam dari jalan yang lurus. Maka, hendaknya kita berhati-hati agar tidak terjebak dalam ajakan syaitan tersebut.
Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. An-Nuur [24]: 21).

Lantas, mampukah para penyeru kampanye ini menanggung azab kelak di hadapan Allah SWT atas para pengikutnya?
Padahal Allah SWT pun sudah memberi peringatan dengan keras mengenai azab wanita yang tidak menutup auratnya.

Rasulullah SAW pernah bercerita kepada Ali radhiyallahu ‘anhu :
Wahai Ali, pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit ,aku melihat wanita wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis.

Kemudian beliau bersabda: Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Rasulullah SAW bersabda: Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah sendiri telah diperlihatkan betapa pedihnya hukuman wanita tidak berjilbab di akhirat akibat banyak mengumbar aurat di dunia atau ciri-ciri wanita penghuni neraka.

Mulai dari wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu karena berhias bukan untuk suaminya, wanita tergantung pada rambutnya dan otaknya menggelegak dalam periuk akibat tidak menutup auratnya (rambut), wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri akibat mengoda dan mengairahkan lelaki, hingga Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya akibat menjadi penyanyi dan tidak sempat bertaubat.

Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Karena sesungguhnya membuka aurat juga membuka jalan zina di dalam Islam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: pertama:  Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); kedua: Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim)

Hanya Syari'at Islam Yang Mampu Menjaga Kehormatan Wanita

Islam merupakan agama yang mulia dan memiliki aturan yang sempurna. Hanya syari'at Islam satu satunya aturan yang mampu memuliakan wanita dengan segala aturan khusus yang diperuntukkan agar kehormatan wanita terjaga. Diantaranya adalah aturan dalam berpakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita. Allah SWT memerintahkan demikian agar wanita dapat selamat dari mata kaum pria dan tidak menjadi fitnah bagi mereka. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzâb : 59)

Lalu firman Allah SWT :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
(QS. An-Nur : 31)

Wanita pun diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan mahromnya dengan cara tidak bercampur baur (ikhtilat) dengan mereka, tidak tabaruj, menjaga pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak meninggikan suara, dll.

Dengan demikian, kita patut waspada terhadap ide-ide menyesatkan yang digulirkan ke tengah-tengah umat oleh orang dan komunitas jahil yang kian menjamur. Bentengi diri dengan keimanan, serta niat yang kuat untuk taat pada syari'at Sang Pencipta.

Wallahu'alam bisshowwab 

banner zoom